︎⚠︎⚠︎⚠︎
TW / CW // gxb , abusive relationship , partner abuse , kissing , conflict , violence , blood , injury.
.
.
.
Ester Judith, tidak pernah sekalipun menggubris ketika semua orang mengatainya psikopat gila. Selalu memperhatikan sosok yang disukai, itu normal, kan? Tentu saja dalam dua aspek, memperhatikan secara langsung dan menggunakan kamera tersembunyi.
Satu dekade,
Selama itu pula, Ester mengawasi Yujian Ansena lewat layar monitor. Semata-mata melakukannya untuk memenuhi kepuasan hatinya dan memantau keadaan sosok yang begitu dipuja. Takut jika hal mengerikan akan menimpa Ansena seperti terjatuh dari tangga, tersandung kaki meja atau terpeleset di kamar mandi, mungkin? Membayangkannya saja sudah membuat Ester geram, bagaimanapun juga, ia tidak bisa membiarkan goresan sekecil apapun ditubuh itu.
Yujian Ansena. Cukup unik bagi seorang pria memiliki nama itu.
Selain nama yang unik, pemilik nama itu pun tidak kalah uniknya, membuat Ester sering kali kerepotan mengontrol dirinya untuk tidak menggigiti bibirnya gemas. Memasuki usia dua puluhan akhir, tinggi Ansena tidak terlalu menjulang seperti pria lain, suara cempereng khas bocah, dan tidak pernah menggunakan bawahan saat berada di rumah. Sangat menggemaskan sampai membuat Ester ingin meremas paha mulus dan seksi Ansena.
Terlepas dari itu, hidup di negara orang nyatanya lumayan meningkatkan stres ditambah lagi, harus mengurus bisnis sang nenek. Ester pikir sang nenek akan cepat colapse seperti bisnis miliknya sendiri, lalu berakhir meninggalkan dunia dalam damai.
Namun, yang terjadi?
Wanita paruh baya tersebut malah semakin sehat dan bugar, jika dilihat berdasarkan kiriman foto dari ayahnya. Jadi, keinginan Ester tidak salah, bukan? Mengingat ia semakin kurus karena harus memutar otak sangat keras demi menjaga kelangsungan bisnis sialan itu, sedangkan sang nenek leha-leha sampai lemak ditubuh keriputnya semakin menumpuk.
Benar-benar menjengkelkan.
•
15 jam,
Pesawat yang ditumpangi Ester lepas landas. Serba hitam dan tertutup adalah andalannya. Tidak ada koper, hanya pasport dan ponsel, menjadi satu-satunya barang yang dibawa selain pakaian yang ia kenakan. Beberapa orang saling berbisik mendapati beberapa pria berbadan tegap berjalan disisi Ester. Artis? Hanya kata itu yang terlintas dibenak mereka tapi, dimana orang-orang yang membawa kamera untuk meliput si 'artis'?
Jelas, tidak ada.
Ester bukan artis.
Ester adalah Ester.
Wanita dewasa yang memiliki berbagai fantasi liar terhadap Ansena.
Kepulangan Ester yang tiba-tiba ternyata hal yang tidak diinginkan oleh keluarganya. Mereka secara terbuka mencibir tindakannya. Tapi, apa pedulinya? Hanya membuang waktu jika harus meladeni cibiran dan omelan. Tidak berguna.
"Masuk tanpa permisi, pulang tanpa memberitahu dan sekarang.." sang nenek masih terus menggerutu tentang cucu satu-satunya. Sedangkan, kedua orang tua Ester hanya menanggapinya dengan senyuman,
"..dia pergi entah kemana tanpa pamit. Dasar bocah nakal! Ingin sekali melemparnya dengan gigi palsuku."
Meninggalkan sang nenek yang mengomel tidak ada habisnya, Ester dengan mobil mewah hitam mengkilapnya melaju membelah jalanan kota yang mulai sepi. Wajar jika sepi, pukul dua dini hari adalah jam tidur bagi penduduk. Sengaja membuka kaca jendela mobil, ia rasa butuh hembusan angin untuk meredakan panas dikepalanya. Kegelisahan yang semakin tidak karuan memaksa Ester menambah kecepatan mobil. Tanpa menyadari ia pun makin mengeratkan pegangannya pada stir mobil.
YOU ARE READING
OBSESSION ; SHE'S WATCHING HIM
Teen Fiction"Whether you loved me or not, you're still mine." ⚠︎ 18+ area ⚠︎ gxb , female dominant , male submissive. Cover by Pinterest.
