Chapter 1

7.1K 417 9
                                        

Doyoung kalap, jelas saja ia tak bisa menahan emosinya dan memilih lari kepada minuman beralkohol daripada diam dirumah dan terus merasa iri melihat kakaknya bermesraan dengan Matenya

Bukan, bukan Doyoung ingin sekali melakukan seks tiap malam atau bercinta dengannya tiap kali masa heat datang

Doyoung hanya kesal, di Tampar oleh kenyataan bahwa ia tidak memiliki Feromon

Mungkin takdirnya memang harus begini, menjadi omega kesepian tanpa  belahan jiwa. Tapi demi tuhan, mengapa harus Doyoung?

Lihat! Bahkan Doyoung masih bisa mencium aroma Feromon para alpha di dekatnya. Tapi kenapa Alpha lain tak bisa mencium Feromonnya?

Doyoung sudah berkali kali memeriksakan dirinya ke dokter, tetapi sudah lima kali pemeriksaan pun dan di Dokter yang berbeda-beda hasilnya tetap sama. Doyoung sehat dan bugar

"Kenapa kau ada disini?" Doyoung melirik tanpa minat, kembali menuang Wine dalam botol yang hampir habis pada Sloki kecil lantas meminumnya tanpa jeda

Sahabatnya duduk tanpa diminta, merebut botol itu kemudian menyimpannya agak jauh dari jangkauan Doyoung "Apa sih?"

Doyoung memandang sengit sahabatnya, Ten. Lelaki itu ingin mengambil kembali botol Winenya namun Ten semakin menjauhkannya "Kenapa minum minum? Kakakmu bisa marah Kim Doyoung! Alkohol tidak baik untuk omega, kau tahu itu."

Namun Doyoung malah tertawa, tawa miris yang membuat Ten menghela nafas "Untuk apa juga? Toh aku tak punya pasangan?"

Ten meraih tangan Doyoung, ia menggenggamnya erat "Dengar, kau punya Mate Doyoung. Percaya padaku ya? Sekarang ayo aku antar pulang."

Temannya menepis tangannya cukup kencang "Sana pulang saja sendiri! Kau atau siapapun tidak pernah mau mengerti perasaanku, kalian sama saja!"

"Doyoung kau mau kemana? Doy! Doyoung!" Ten ingin mengejar Doyoung yang berjalan sempoyongan keluar dari club itu, tetapi karena banyaknya orang Ten kehilangan jejak

Sosok sahabatnya menghilang di balik pintu dan itu membuat Ten khawatir, Doyoung mabuk, dia omega dan berjalan sendirian saat hampir tengah malam bukanlah hal yang baik

Ten meraih ponsel, mengirimkan Voice note untuk Matenya. Sekaligus kakak dari sahabatnya 'Tae adikmu ada di Club Y, dan aku kehilangannya. Tolong cari Doyoung, aku khawatir apalagi dia sedang mabuk.'

Ten mendesah pelan "Semoga Doyoung baik baik saja."

Doyoung berjalan tak tentu arah, kepalanya berputar putar. Sama sekali tak mengenali dimana dan bagaimana ia bisa berjalan sejauh itu

Air matanya sedari tadi terus menetes tak terkendali, tubuh Doyoung terduduk lesu di trotoar jalan yang sepi

"Kenapa harus aku sih? Aku tidak mau jadi Omega kesepian tanpa Alpha sampai tua nanti." Lelaki itu menangis tersedu-sedu, menunduk memeluk lututnya sendiri

"Mama Papa jahat! Kakak juga jahat, mereka tidak mau mengerti perasaanku. Aku benci!"

Doyoung masih menangis bahkan ketika beberapa motor besar berhenti tak jauh dari tempatnya, mengabaikan Aroma Feromon pohon Pinus dengan sedikit aroma tanah basah yang begitu hangat menusuk Indra penciumannya

Untuk apa pula ia repot melihat sosok Alpha dengan Feromon hangat itu kalau Alphanya saja pasti tak akan menyukai omega cacat seperti dirinya

"Hey, kamu gak papa?" Sampai sebuah suara berat mengganggu ketenangan menangisnya, juga tepukan pelan di bahu

Doyoung mengangkat wajah, mata sembabnya memandang lurus pada seorang remaja tanggung yang masih memakai seragam sekolah di lapisi jaket. Bersama beberapa teman dan motor besar terparkir

Young Alpha.Stories to obsess over. Discover now