bab 1

9 4 3
                                        

      Hari ini matahari bersinar terang, setelah beberapa hari sebelumnya hujan turun terus menerus. Terlihat dua orang cewek yang tengah berjalan menuju salah satu kelas yang ada disana sambil tertawa kecil di sepanjang koridor sekolah, mereka adalah Rina Anastasya dan sahabat baiknya Emelia Vienna.
      Setelah sampai di kelas, Rina langsung melemparkan tas nya ke mejanya, lalu duduk di salah satu kursi yang tak jauh dari meja nya dan sahabatnya itu. Di dalam kelas itu hanya ada mereka berdua, karna jam masih menunjukkan pukul 06:30 pagi, jadi belum banyak siswa siswi yang datang.
"Eh, Lia lo udah tau belum?" Tanya Rina tiba-tiba memecahkan keheningan didalam kelas.
      Lia yang baru saja duduk dan berniat mengeluarkan buku dari dalam tasnya, menghentikan aktifitas nya itu sebentar, dan berkata "Gak" lalu melanjutkan aktifitasnya lagi.
"Hmmm.... Udah gue duga lo pasti belum denger berita itu". Rina yang melihat Lia diam saja dan terus menatap bukunya tak menanggapi omongannya pun berdecak kesal
"Ck, lo kok diem sih?"
"Emangnya gue harus ngapain? jungkir balik?" Setelah mengatakan itu Lia kembali menunduk menatap bukunya.

"Bisa gak sih lo jangan rajin-rajin" merampas buku Lia secara paksa. Lia yang sudah mulai agak jengkel dengan sifat Rina yang satu ini, kemudian berkata "berita apa yang tadi lo maksud?".
"Nah gitu donk, ngapa gak dari tadi aja nanya nya".
"Jadi gini Li, kemarin gue gak sengaja denger, katanya bakalan ada murid baru di kelas kita" ucap Rina kegirangan.
"Trus? Hubungannya ama gue apa?" Tanya Lia ketus.
"Gak ada sih" ucap Rina yang kemudian di ikuti oleh tawa nya.
Lia hanya memutar matanya malas, "udah kan?".
"Apanya yang udah?" Tanya Rina yang tak mengerti.
"Lo udah selesai kan kasih tau gue berita yang Lo denger itu?" Jelas Lia.

"Ya, belum lah" jawab Rina. "Dan lo tau murid pindahan itu cowok, Li" lanjut Rina dengan wajah yang full senyum.
"Emangnya kenapa kalo cowok?"
"Kalo cowok ya berarti bisa gue embat" jawab Rina diiringi tawa nya.
"Astagfirullah" Lia hanya bisa beristigfar melihat kelakuan sahabatnya itu. "Kok bisa-bisanya lo denger berita yang kayak gini?" Lanjut Lia.
"Biasalah, gue kan ratu gosip di sekolah ini, wajar aja kalo gue tau"
     Ya, Rina memang di kenal sebagai ratu gosip di sekolahnya, setiap berita yang sedang hot di sekolahnya ia tau, tak ada satupun berita yang ia tidak ketahui. Selain di kenal sebagai ratu gosip di sekolahnya ia juga di kenal sebagai playgirl, pasalnya sudah beberapa kali ia gonta ganti pacar. Hampir semua siswa di sekolahnya, ia pacari. Ya wajar aja sih, Rina yang memiliki wajah tirus, hidung mancung, mata besar berwarna abu-abu, bibir yang seksi, bulu mata lentik, mana mungkin ada laki-laki yang menolaknya.

"Menurut lo murid pindahan itu ganteng gak ya?" Tanya Rina yang masih sibuk dengan khayalan nya.
"Gak tau" jawab Lia singkat, lalu mengambil bukunya yang tadi di rampas paksa oleh Rina.
"Dari pada lo sibuk nge-khayal tuh cowok yang belum lo tau rupanya kayak gimana, mending lo kerja in tugas bahasa arab lo". Ucapan Lia itu langsung membuyarkan khayalan indah Rina.
"Kan bahasa arab masih jam ke empat, nanti aja deh gue ngerja in nya".
"Serah lo aja deh".

***

      Bel masuk berbunyi lima menit yang lalu, para siswa sudah berhamburan masuk menuju kelas mereka masing-masing.
"Pagi anak-anak" sapa Bu Ani, guru geografi sekaligus wali kelas mereka.
"Pagi Bu" sahut para murid serentak.
"Hari ini kalian kedatangan murid baru" lanjut Bu Ani.
"Li, Li"
      Lia yang mendengar seseorang sedang memanggilnya kemudian menolehkan kepalanya, dan melihat Rina yang sedang menatap ke arahnya.
"Apa?"
"Gue penasaran banget ama tuh murid baru" antusias, "gue penasaran se ganteng apa dia" tambah Rina dengan mata berbinar-binar. Lia hanya diam menatap sahabatnya, lalu mengalihkan pandangan nya kembali ke Bu Ani.

      Dari ambang pintu kelas terlihat sosok seorang cewek yang berjalan masuk menuju ke arah Bu Ani.
"Hai, gue Fifi Tiandalisa, panggil aja gue Fifi" ucap cewek itu memperkenalkan diri.
"Pfft" Lia mencoba menahan tawa dengan menutup mulutnya menggunakan tangan nya.
"Ngapa mau ketawa?" Tanya Rina ketus dengan ekspresi wajah yang penuh dengan rasa kekecewaan.
"Sabar ya, Rin, mungkin lo salah denger berita kali"
"Huh" seru Rina kesal.
      Selang beberapa saat setelah cewek bernama Fifi itu memperkenalkan diri, ada sebuah suara lagi yang terdengar dari depan, "Hai, gue Ryan Vallentino".
      Rina yang mendengar suara itu langsung mendongak dan menatap lekat cowok yang ada di depan sana, sedetik kemudian wajah Rina yang awalnya di penuhi oleh rasa kekecewaan pun berubah gembira dengan senyum manis yang tersematkan di wajah cantiknya.
"Liat kan, Li. gue gk mungkin salah denger berita" ejek Rina.
"Ya, serah"

R dan RWhere stories live. Discover now