Sore hari,seperti biasanya. Suara senapan terdengar di mana - mana. Riuh ledakan yang memekakkan telinga. Situasi yang sudah biasa bagi warga Palestina. Langit mulai memerah pertanda sunset telah tiba. Dalam keadaan segenting itu,terlihat seorang ibu hamil berjalan tergesa - gesa dengan dibantu suaminya.
"Sepertinya istrimu akan melahirkan!"Kata seorang wanita paruh baya yang melihat mereka.
Mereka pun berhenti sejenak."Iya benar!Lalu apa yang harus saya lakukan?Dalam keadaan segenting ini sangat sulit untuk melakukan persalinan."Tegas suami dari ibu hamil tersebut.
"Tidak ada yang mustahil jika Allah sudah berkehendak!Kalo begitu, bagaimana jika kita lakukan persalinan sendiri?"Saran wanita paruh baya itu.
"Tapi bagaimana caranya?"
"Ada teman saya di tenda pengungsian, kebetulan dia adalah seorang bidan, kita bisa minta tolong padanya."Saran wanita itu lagi.
"Apa itu tidak terlalu jauh?"
"Tidak!Tenda pengungsian kami dekat dari sini!"Jelas wanita itu.
"Baiklah kalo begitu tunggu apalagi?"
Sepasang suami istri itu pun berangkat menuju ke tenda pengungsian yang ada di dekat situ dengan di dampingi oleh wanita tadi. Dengan kewaspadaan yang sangat tinggi, mereka pun berangkat. Sekitar 15 menit mereka sudah sampai di tempat tujuan. Wanita paruh baya tadi pun segera menunjukkan tempat kediaman temannya itu. Entah karena sudah takdir atau cuma kebetulan saja, mereka bertemu bidan sebelum sampai di tendanya. Tanpa menunggu lama lagi, wanita itu pun langsung memberitahu pada temannya.
Dengan cepat, persalinan pun segera dilakukan dengan meminjam tenda terdekat. Tak lama kemudian,...
Terdengar suara tangisan bayi yang baru saja lahir.
"Alhamdulillah!" Ucap suami dari ibu hamil tersebut sambil bersujud, tanda syukur.
Di dalam tenda persalinan,
"Alhamdulillah!" Kata bidan sambil membawa bayi ke tempat memandikan yang sudah disiapkan. Terlihat mata ibu itu menitikkan air mata. Dengan penuh haru dan bahagia, ia pun mencium bayinya yang baru lahir.
Tak lama kemudian, keluarlah bidan tadi dari tenda."Silahkan, pak! Anda boleh masuk. Oh iya, selamat ya! Anaknya lahir dengan selamat, dia perempuan. Cantik sekali! Masyaallah!"
"Alhamdulillah! Terimakasih banyak karena telah membantu kami!" Kata laki - laki itu.
" Iya, sama - sama! Itukan sudah menjadi tugas saya sebagai sesama muslim." Jawab bidan.
Kemudian, laki - laki itu pun masuk ke tenda yang digunakan untuk persalinan. Setelah itu, ia menghampiri istrinya yang terbaring di atas karpet seadanya dengan bayinya. Tanpa menunggu lama ia langsung mengadzani dan mengiqomah bayinya.
"Kita beri nama siapa si cantik ini?" Tanya istrinya dengan berlinang air mata.
"Dukhan..... Dukhan az - Zariyatun!" Jawab suaminya tegas.
"Nama yang bagus! Semoga dia pun menjadi anak shalihah!" Harap ibunya.
~~~~~~~~~~~~~~~~smh~~~~~~~~~~~~~~~~
YOU ARE READING
DI BAWAH NAUNGAN AL AQSHA
ActionBukan tidak mungkin seorang wanita berjuang demi membela negerinya.Sebagai seorang muslimah sejati. Khan,gadis Palestina yang memiliki perjalanan hidup yang panjang dan mempertemukannya dengan dua pemuda dari negara yang berbeda yang siap membantuny...
