PROLOG

5.6K 314 7
                                        

Wish you were here - Neck Deep

Terlihat sepasang laki-laki yang sibuk dengan dunianya sendiri. Yang satu sibuk nonton film di laptop sambil tiduran di kasur dan sekelilingnya dipenuhi oleh makan.

Dan satunya sibuk memilih baju untuk pergi kencan dengan pasangannya karena hari ini malam Minggu. Hari yang selalu ditunggu para pasang untuk berkencan.

"Gam dari pada gak ada kegiatan gitu kaya ayam tiren mending bantuin gua nyari baju buat malem ini" suara Rizky yang baru saja terdengar sangat menyebalkan ditelinga Agam.

Ya memang Agam dari pagi gak ada kegiatan selain tidur di kasur sambil nonton, hari libur kerja sangat digunakan dengan baik untuk berleha-leha.

"Apa sih ganggu aja, lu yang mau kencan kok gua yang repot" saut Agam sewot.

"Yeuu, makannya pacaran supaya tau rasanya. Lu jomblo dari lahir si".

Agam mencoba menahan emosi dan juga menekan perasaannya. Gimana Agam bisa punya pacar coba kalo dia suka sama sahabat nya ini.

Agam menghela nafas pelan saat ingin menjawab ucapan Rizky "lu pake kemeja flanel aja tuh yang digantung warna merah sama celana jeans lu" tunjuk agam kearah baju dan celana yang menurutnya cocok.

"Oke, emang lu doang lah sahabat terbaik gua" Rizky langsung mengambil pakaian yang ingin dikenakan untuk diganti di toilet.

Sedangkan Agam hanya tersenyum kecut, mendengar ucapan Rizky padanya. Rizky hanya menganggapnya sebagai sahabat nya tidak lebih.

Setelah rapih Rizky pamit untuk pergi dengan pacarnya malam ini.

"Gam gua gak pulang kayanya. Kunci pintu jangan lupa".

Tanpa menunggu jawaban Rizky menutup pintu dan mengendarai sepeda motor nya untuk menjemput sang kekasih.

Meninggalkan Agam di dalam kamar yang lagi-lagi harus merasakan sakit hati. Ia paham konsekuensinya saat menyadari bahwa Agam menyukai Rizky. Hanya rasa sakit yang harus ia tanggung untuk kedepannya.
.
.
.
.
.
TBC

FEIGNEDWhere stories live. Discover now