"Karena broken home itu hanya mencari kesenangan di luar rumah. Baginya rumah adalah tempat yang paling tidak nyaman." Sephia Fuji Maharani
Bagi sebagian orang,rumah adalah tempat pulang,tempat rehat,tempat menenangkan hati dan pikiran.Banyak yang menganggap rumah adalah surga,tempat yang nyaman,tenang dan penuh kasih sayang.Namun bagi gue,rumah gk seperti yang yang mereka kira.Disaat gue benar-benar lelah dan ingin istirahat,rumah yang seharusnya menjadi tempat ternyaman buat gue,malah ngebuat gue semakin hancur.
Broken home.Kebanyakan orang mengira kalau anak broken home itu adalah korban perceraian dari kedua orang tuanya.Namun bagi gue,broken home gk harus tentang perceraian.Didalam rumah ada keluarga yang utuh,namun tidak ada ketenangan didalam rumah itu.Gue ada diposisi itu sekarang.
Bagi sebagian orang,masa remaja itu adalah masa untuk bersenang-senang,menemukan jati diri,dan masa yang paling bebas.Tapi buat gue,masa ini benar-benar berat.Gue harus menghadapi semua ini sendirian.Satu prinsip yang gue pegang "alone but not lonely"
Gue baik-baik aja,tapi pada saat yang sama,gue gk baik-baik aja.Gue menyembuhkan diri,tapi pada saat yang sama,gue terluka.Gue punya banyak teman,tapi pada saat yang sama,gue merasa kesepian.Gue gk peduli dengan perhatian,tapi pada saat yang sama,gue bertanya-tanya kenapa mereka gk merhatiin gue.Gue cukup apa adanya,tapi pada saat yang sama,gue gk pernah merasa cukup buat orang lain.Gue punya kesabaran,tapi pada saat yang sama,gue berharap semua bisa diselesaikan dalam semalam.Gue adalah gue,tapi pada saat yang sama,gue ingin jadi orang lain.Gue aja gk ngerti sama diri gue sendiri,apalagi orang lain
YOU ARE READING
Sephia - The wound behind the smile
Teen FictionSerpihan kata-kata yang tak sempat terucap. Ini hanya sekedar curahan hati penulis yaa.
