" Ada apa dengan Vito ya? " Gumam Viera sambil kembali duduk di kursi.
" Mungkin dia sedang stress. " Dio duduk di sebelahnya sambil tersenyum.
" Sepertinya aku dilupakan. " Wajah datar Britt keluar.
" Ayo kita makan! " Dio berusaha mencoba membuat senyum buatan.
" Jangan mencoba untuk mengubah topik pembicaraan! " Britt melempar kacang kedelai ke muka Dio.
" Maaf ya, sepupu tercintaku! " Dio membujuk Britt. Biasanya ini berhasil. Tapi nyatanya kali ini tidak mempan.
Sakitnya! Apa ini?
" Ada apa Viera? " Dio bertanya bingung.
" Tidak ada. " Viera menjawab Dio dengan senyumannya.
" Tapi keliatannya kau memegangi dadamu terus. Apa kau sakit? " Dio memegang pundak Viera khawatir.
" Iya. Ini sangat sakit. " Viera masih memegangi dadanya.
" Aha! Dia pasti cemburu. Aku tau. Dadanya pasti terasa seperti tertusuk-tusuk. Aku punya ide! " Britt menghentikan suara batinnya dan mencoba melakukan idenya.
" Dio. Ayo dong makan. Nanti kamu sakit lho! " Britt pura-pura tersenyum ke Dio sambil melihat ekspresi Viera.
Aduh! Dadaku makin sakit. Aku sebaiknya segera pulang.
" Britt. Aku mau pulang dulu ya. " Viera berdiri dari kursinya sambil masih memegangi dadanya.
" Ideku berjalan dengan sempurna. Tapi biarkanlah dia pulang. Kasian. " Batin Britt.
" Oke. Hati-hati di jalan ya! " Britt melambaikan tangan ke Viera.
***
Saat sampai di depan rumahnya. Viera teringat akan Vito. Ia kemudian terbang ke rumah Vito yang tak terlalu jauh dari rumahnya. Ia masih membawa buku bersampul hijau milik Britt.
TOK TOK TOK
Viera mengetuk pintu kayu Vito.
Vito kok lama sekali ya keluarnya? Mungkin aku masuk saja.
Viera pun masuk ke dalam rumah Vito. Ia melihat seseorang tertidur di atas kasur. Ia terlihat sangat lelah dan di wajahnya masih tergambar jelas kecemburuannya.
Vito sedang tidur. Tapi mukanya. Masih sedih dan kecewa. Apa karena di rumah Britt tadi ya?
Viera membelai rambut Vito. Ia mulai menitikkan air mata.
" Maaf Vito. Aku melupakan kamu. Aku lupa kalau aku punya sahabat yang baik hati.. Tapi kenapa aku malah lebih memperdulikan orang yang baru aku kenal. Seharusnya aku tak membuat kamu pergi dengan wajah seperti ini. " Air matanya menetes. Dan kali ini lebih deras. Ia tak kuat melihat Vito yang masih memerah pipinya.
" Vi.. Era? " Vito terbangun. Kemudian mengusap air mata Viera dengan senyumannya yang menyusul.
" Aku minta maaf Vito. " Viera kembali meneteskan air matanya. Sambil melihat Vito. Ia sangat menyesal di dalam hatinya.
" Apa yang kau bicarakan? Memangnya kau memiliki kesalahan padaku? " Vito bertanya dengan lembutnya.
" Di rumah Britt tadi. Aku. Lebih memperdulikan Dio dari pada kamu. Padahal kamu lebih special dari pada Dio yang baru aku kenal. Aku sangat menyesal! " Viera mengusap air matanya yang tak mau berhenti berderai.
" Special. Dia mengatakannya lagi. Apa sih sebenarnya maksud dari satu kata itu? " Batin Vito dengan wajah bingungnya.
" Tidak. Tidak apa-apa kok. Aku sama sekali tidak keberatan. Bagiku, kau tidak pernah salah. " Vito tersenyum hangat dan duduk di atas kasurnya.
" Aku jadi malu Vito. " Pipi Viera memerah.
" Kau membawa buku itu. Ayo kita baca isinya. " Vito melihat buku bersampul hijau itu dan mengajak Viera untuk duduk di sebelahnya.
" Oke. " Viera naik ke atas kasur empuk itu dan duduk di sebelah Vito.
Ia membuka halaman pertama dan membacanya. Buku itu tak tebal. Jadi mereka yakin akan menyelesaikannya dengan cepat. Halaman 32 terbuka. Viera tersenyum manis melihat tulisan yang ada di lembar halaman 32.
Karena senangnya yang tinggi ia bersender di pundak Vito. Pipinya pun memerah layaknya tomat. Vito, omong-omong. Tapi, Vito sangat nyaman saat mereka berdua begini. Viera terus membalik-balikkan buku itu. Senyumnya pun tambah lebar.
Aku sangat-sangat bangga menjadi sahabatmu. Kau baik hati, sangat dermawan, dan cantik pula. Semua orang akan berusaha membuatmu nyaman di sekitar mereka. Dan aku juga pasti akan melakukan hal yang sama.
*Suka nggak guys? Aku agak sedikit terhambat buat part yang ini. Ideku makin surut. Tapi tenang aja, aku akan memikirkan semuanya hanya dengan satu kedipan mata! Ceilah. Makanya tinggalkan vomment kalian ya haha, nggak juga nggak apa-apa.*
YOU ARE READING
Fairy [STOPPED]
FantasyApakah kamu percaya dongeng? Peri? Atau kayangan? Mungkin itu semua hanya legenda.. Tapi jika kau berkhayal maka mungkin saja itu nyata.. Di kayangan para peri hidup dengan damai. Semua menjalani hari-hari mereka dengan ceria. Tentu saja peri mempun...
![Fairy [STOPPED]](https://img.wattpad.com/cover/37602786-64-k803210.jpg)