#1 prolog

7 1 0
                                        

Happy reading,semoga suka ya✨

Alexander Aditama
Seorang CEO muda berumur 25 tahun di Perusahaan Aditama corp,merupakan keluarga pemilik saham terbesar di Jakarta.

"Papaaaa..." anak kecil laki-laki berumur 4 tahun dengan lesung di kedua pipinya,berlari menuju papanya.

Alexander yang melihat anaknya keluar dari taman kanak-kanak,langsung berjongkok dan membuka tangannya lebar.

"Aduh,anak papa udah pulang ya." Alexander sampai terhuyung sedikit kebelakang karna anaknya yang jatuh kepelukannya dengan keras.

"Papa,Vano mau eskim!"

"Ayo papa belikan."

Setelah membelikan es krim untuk Devano,mereka pulang menuju mansion mewahnya.

Alexander menutup pintu mobil sembari menggendong Devano dengan tangan kirinya.

"Eh cucu nenek udah pulang."

Devano langsung turun dari gendongan sang Papa,dan pergi menghampiri neneknya.

"Nek aku beli eskim dua,nenek ga boleh minta ya.Nanti tambah ompong gimana?" Nenek terkekeh geli mendengar ucapan cucunya.

"Iya,nenek ga minta.Udah sana mandi dulu sama mba Nara!" Diangguki oleh Devano,dan berlari kecil masuk mansion.

"Mah,udah hampir 4 tahun Millie ninggalin aku sama Devano tanpa sebab kek gini."

"Sabar ya Alex,kamu gausah mikirin wanita gajelas kayak dia."

"Tapi mah,hati aku sakit.Dia ninggalin suami dan anaknya gitu aja di saat aku lagi bahagia dengan keluarga kecil ini.Kita gaada masalah sebelumnya."

"Sepertinya ada yang dia sembunyikan dari kamu Alex,biar waktu yang menjawab semuanya."

"Sekarang kamu fokus sama Devano aja." Sang Mama mengelus pundak Alex dengan penuh kasih,Alex mencium kening sang Mama sebelum pergi ke kamarnya.

5 bulan berlalu

Hari ini adalah hari minggu,dimana Keluarga Aditama menghabiskan waktu bersama untuk jalan-jalan keluar

Vano sedang duduk bersama papanya dikursi taman.

"Papa,lihat itu.Dia main sama mama papanya." Ucap Vano sembari menunjuk keluarga kecil itu.

"Vano cuma main sama papa.Mama ke mana pa?kok gak pulang-pulang." Tanya Vano menatap papanya sendu.

Alexander bingung harus menjawab apa,Nara yang tak jauh dari tempat mereka mengerti keadaan Alexander .

Nara langsung beranjak dari duduknya,pergi menghampiri mereka.

"Vano,disana ada ayunan.Main sama mbak Nara yuk."

"Dimana mbak?ayo mbak,Vano mau." Vano langsung menggandeng tangan Nara.

Nara menatap sekilas Alexander, Alexander tau maksud Nara dan tersenyum tipis.

Nara dan ibunya adalah pembantu rumah tangga di Keluarga Aditama sejak lama.Ibunya sudah bekerja hampir 20 tahun,dan Nara sudah ikut ibunya sejak batita.

Nara juga yang sudah merawat Devano sejak bayi.Mama Devano meninggalkan suami dan anaknya pasca 4 bulan setelah melahirkan.

o0o

Hari ini adalah hari yang melelahkan.Pukul 21.00 Alexander baru sampai dimansion,biasanya tidak sampai jam 18.00 ia sudah sampai di mansion.

Memang ada sedikit kendala di perusahaannya tadi,jadi Alexander harus lembur untuk menyelesaikannya.

Alexander menuju dapur,membuka kulkas,mengambil sebotol air dingin dan meneguknya hingga habis.
Bibi Astri,ibu dari Nara.Mengahampiri Alexander.

"Den,sudah makan?biar saya siapkan."

"Belum bu,nanti biar saya ambil sendiri." Ucap Alexander tersenyum hangat pada Bu Astri dibalas anggukan

"Devano dimana bu?"

"Devano sudah tidur di kamarnya den." Jawab Bu Astri

"Saya ke kamar dulu ya den."

"Iya bu"

Alexander sudah menganggap Bu Astri seperti ibunya sendiri karna telah ikut merawatnya sejak kecil,jadi tak heran jika Alexander memanggilnya Ibu.

Alexander pergi menuju kamar Devano,membuka pintu perlahan agar tidak menimbulkan suara.

Terlihat Devano tidur pulas bersama Nara saling berpelukan, Alexander mendekat dan tersenyum melihatnya.

Tanpa sadar tangan Alexander mengambil anak rambut yang menutupi wajah cantik Nara dan di selipkan di daun telinga.Membuat Nara sedikit terusik dari tidurnya.

"Eh,maaf pak.Saya ketiduran." Nara Beranjak dari tidurnya lalu bangun untuk berjalan menuju kamarnya

Saat ingin melangkah, Alexander mengucapkan
"Terimakasih Nara,sudah menjaga anak saya."

"I-iya pak sama-sama,saya ke kamar dulu pak." Dibalas anggukan

Panggil Author,Caca ya.
Dukung Caca biar semangat nulis dengan klik ⭐ yang ada dibawah,maafkan jika ada typo juga hihi.



Thanks readers❤️

Past or Future?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang