Terlihat kapal caravel dengan bendera hitam yang terdapat gambar tengkorak bertopi jerami. Seorang gadis yang melihat hal itu mendekatkan kapal kecilnya di samping, lalu melompat ke atas kapal tersebut.
Tidak terlihat seorangpun di dek kapal. Sepertinya para penghuni sedang berada di dapur karena matahari yang sudah tidak terlihat. Ia melangkahkan kaki menaiki tangga dan dengan santainya mambuka pintu.
Para kru yang melihatnya menjadi waspada. Seorang gadis yang tidak mereka kenal berada di depan pintu sambil melihat ke mereka satu persatu.
" Dare?"ucap pria topi jerami sambil memasukkan daging ke mulutnya.
"K-k-kau, b-bagaimana kamu b-bisa m-masuk kesini?" Pria hidung panjang bertanya dengan kaki gemetaran.
"Pintu?"
"SHITTERU YO!! MITERU KARA!!"ujar pria rambut hijau.
"Ma ma ojou-san, dari pada berdiri di depan pintu lebih baik bergabung dengan kami di meja makan. Ah, apa anda mau teh atau kopi?"ucap pria rambut kuning sambil memegang tangan si gadis dan mengantar gadis itu ke meja makan.
"Ah ocha de ii"ucap gadis.
"Kashikomari Mashita"
Si gadis duduk behadapan dengan pria topi jerami. "Omae dare da?"tanya dia sekali lagi sambil melihat ke arah sang gadis.
"Ah, sou datta aku lupa memperkenalkan diri. Hai hajimashite watashi wa Lyra desu, anata Monkey d Luffy da na?"tanya Lyra.
"Iya aku Luffy"jawab Luffy.
"Douzo ocha de"ucap pria rambut pirang sambil meletakkan cankir teh di depan Lyra.
"Ah arigato. Dan kalian adalah nakamanya, benar?"tanya Lyra.
Melihat mereka mengangguk membuat Lyra yakin bahwa dia berada di kapal yang benar. "Sokka. Tokoro de, kalian seharusnya punya nakama perempuan, Nami tte namae da. Aku tidak melihatnya dimana dia?"tanyanya sambil melihat sekeliling dengan bingung karena tidak melihat orang yang dicari.
Mereka yang mendengar nama Nami pun terkejut, penasaran apa hubungan gadis ini dengan navigator mereka. Luffy yang pertama membuka suara dan bertanya pada Lyra "Nami, omae Nami no shiriai no Ka?"
"Um, atashi Nami no nee-san da. Aku lebih tua empat tahun darinya. Aku sedang dalam perjalanan ke pulau conomi, dalam perjalanan aku melihat berita tentang kekalahan Arlong. Aku merasa senang dan tidak sabar untuk bertemu Nami dan Nojiko. Tapi saat sampai di desa cocoyashi hanya ada Nojiko disana, aku bertanya pada Gen-san tentang keberadaan Nami, Gen-san bilang Nami sedang pergi berpetualang dengan seorang bajak laut yang menggunakan topi jerami. Karena khawatir aku pun mencari kalian, aku mendengar informasi kalau kalian sudah masuk ke Grand Line dan sedang menuju ke Alabasta. Aku melanjutkan perjalananku ke rute yang mungkin kalian tuju. Aku melihat kapal kalian saat sedang istirahat, aku berpikir untuk mendekat dan memeriksa apakah ini kapal yang benar atau tidak."jelas Lyra membuat mereka yang mendengar mengerti maksud tujuan Lyra datang ke sini.
"Sokka, kau ke sini karena khawatir tentang Nami ya."ucap pria hidung panjang.
"Ya aku ingin melihat keadaan Nami. Apakah Nami baik-baik saja di sini? Apakah ia bahagia di sini? Aku ingin melihat dengan mata kepalaku sendiri. Juga aku ingin melihat senyumannya."ucap Lyra sambil tersenyum kecil. Ia sudah tidak melihat adik kecilnya selama 8 tahun, ia rindu dengan senyuman ceria yang selalu adiknya berikan dulu kepadanya.
Ia benar-benar ingin melihat Nami, memeluknya, melepas semua kerinduan ini. Mengatakan alasan kenapa ia tidak bisa bertemu dengannya selama ini.
Ia ingin menceritakan kisahnya selama perpisahan mereka 8 tahun lalu, serta mendengarkan kisah perjuangan dan perjalanan Nami selama ini. Ia ingin Nami memeluknya dan mengeluh kepadanya betapa lelahnya dia saat masuk ke dalam bajak laut Arlong.
"Heh kalian dengan mudahnya percaya padanya. Bukankah kalian sudah mendengar masa lalu Nami, kenapa kalian percaya? Nojiko tidak pernah mengatakan bahwa ia punya seorang kakak, itu artinya Nami tidak punya saudara selain Nojiko. Lalu kalian percaya pada gadis yang tidak kita kenal begitu saja?"ucap pria rambut hijau.
"Dengar ya, aku tidak tahu dari siapa kau dengar tentang masa lalu Nami. Tapi aku tidak akan percaya semudah itu."lanjutnya.
Si pria hidung panjang semakin takut dan waspada saat mendengar perkataan pria rambut hijau. "Benar juga, lagipula kita berada di Grand Line, apapun bisa terjadi di sini. Mendapat informasi tentang masa lalu orang lain juga mungkin hal mudah."ucapnya dengan kaki yang semakin gemetar.
Lyra menghela nafas. Memang susah untuk mendapat kepercayaan seseorang.
Lyra meminum teh yang belum ia sentuh sedari tadi. "Aku tahu kalian waspada, tapi aku bukan—"
Ucapan Lyra terhenti akibat pintu yang terbuka. Perhatikan semua teralihkan, melihat gadis yang membuka pintu. "Maaf aku tidak tahu kalau ada tamu."ucapnya.
"Kami belum tahu dia tamu atau bukan."ucap pria rambut hijau.
"Sudah kubilang, kalau aku ini kakaknya Nami."kata Lyra.
"Dakara ore wa sonna ni Shinji gatai to ittandaro."ucap pria rambut hijau dengan kesal.
"Saya tidak tahu yang anda katakan itu benar atau tidak, tapi sepertinya anda tidak memiliki niat bermusuhan."ucap gadis rambut biru pada Lyra.
"Ya aku ke sini hanya untuk melihat Nami. Lagipula aku tidak ingin dipukul olehnya hanya karena aku membunuh temannya."uncap Lyra.
"N-N-N-NANI. Jadi kau ingin membunuh kami?!"kata pria hidung panjang.
"Ya, setidaknya. Kalau kalian tidak mengenal Nami aku akan membunuh kalian."
"Hee, nande? Kenapa kau ingin membunuh kami kalau kami tidak mengenal Nami?"tanya pria topi jerami.
"Sebenarnya tidak juga. Aku berpikir begitu karena orang menyebalkan ini. Aku kesal karena dia membuatku seperti orang jahat menyelinap ke kapal kalian."ucap Lyra sambil menunjuk ke arah pria rambut hijau.
"Hah itu karena—"
"M-ma ma, sudahlah. Lagipula dia bilang kalau dia kakaknya Nami, lebih baik kita dengar dulu ceritanya."ucap gadis rambut biru.
"Ah soda, tadi anda bilang ingin melihat Nami kan?"lanjutnya.
"Um"jawab Lyra dengan mengangguk.
"Gomennasai, demo ima Nami-san byōkidatta kara, ch—"
"NAMI WA BYŌKIDATTA TTE!!!!!"
YOU ARE READING
One Piece (Fanfiction)
RandomSeorang gadis yang memiliki ingatan dari dunia lain. Seorang gadis yang asalnya tidak diketahui. . Masa depan tidak akan bisa dirubah. Mau sekeras apapun kau mencoba, semua itu akan kembali ke tempatnya. . One piece hanya milik Oda Sensei.
