PROLOG: Kehilangan Wanita Hebat

18 4 0
                                        

Teriak keras seorang gadis remaja membuat suasana menjadi sunyi. Tangisannya terdengar hingga diluar ruangan yang sunyi itu. Air matanya berlinang dipipinya dan menetes di atas tubuh wanita yang terbaring kaku tak bernyawa. seorang pria Nampak menguatkan gadis itu.
“Ar, sudahlah.... iklaskanlah, papa yakin mamamu akan mendapatkan tempat terbaik disisi-Nya”
“Ohhh tidak pa... mama tidak boleh meninggalkanku, apalagi dengan cara seperti ini... sungguh aku tak sudi melihatnya, aku akan mencari pembunuh mama dengan caraku sendiri” bantah gadis itu.
“tidak.... ini sangat berbahaya, kamu masih muda, lagi pula dia sudah ditangkap polisi”
“ tetapi dia bukan otak dari pembunuhan ini pa, aku yakin ada seseorang dibaliknya” Gadis itu memaksa ayahnya untuk memenuhi keinginannya.
***
Beberapa hari kemudian....
Gadis cantik itu tampak mengemas barang-barangnya dari lemari kamarnya.
“kamu yakin mau pergi nak?” ayahnya tiba-tiba masuk ke kamarnya.
“iya pa aku yakin... lagi pula sudah lama aku tidak menengok Bi Inah dan Pak Tejo di Jakarta... tinggal dirumah sebesar itu tanpa ada aku pasti sangat sepi kan pa?” Rayu gadis itu dengan tersenyum tipis.
“huh.... papa harus bilang apa?, papa akan menyuruh Bi Inah dan Pak Tejo untuk menjagamu di Jakarta, Papa akan segera urus surat-surat perpindahan sekolahmu, kamu akan papa daftarkan disekolah terbaik disana.”.
“terimakasih pa.” gadis itu terlihat senang dan memeluk ayahnya dengan hangat.
“kamu harus tetap hati-hati dengan Dharma Yuga, dia bukan orang biasa, papa akan membantu kamu dari sini untuk mencari informasi, dan bukti-buktinya”

Two Different FacesWhere stories live. Discover now