Senandika

35 6 0
                                        

Kau abu api unggun dan bau bentala sehabis hujan. Kau gelap dan terang. Kau arunika dan swastamita. Kau dirgantara dan tak terduga. Kau renjana dan aksa. Kau kepulan asap dari secangkir kopi yang baru kuseduh dan hilang bersama angan-angan.

Setelah dihantam realita habis-habisan, dengan bajingan memintaku bertahan. Kau di sana—di ujung jalan yang memintaku pulang dari hiruk-pikuk kehidupan.

Hei.

Bukan inginku tuk jadi dewasa.
Tapi, semesta yang memaksa.

[2022—π]









FrasaWhere stories live. Discover now