Pamit

49 0 0
                                        

Seorang pria bertubuh kekar tidak begitu tinggi duduk terdiam di depan rumah seorang
gadis sembari menundukkan kepala dan memainkan poni rambutnya, wajahnya terlihat
sendu dan matanya memerah.
“mas? Adek nikah ya??” Tiba-tiba datanglah seorang gadis dari dalam rumah tersebut dan
meminta izin kepada lelaki itu untuk menikah.
“mas? Are you okay??”
lelaki itu pun tak kuasa membendung aliran air yang hampir terjatuh dari kelopak mata
merahnya.
“mass??” Sapa sekali lagi seorang gadis yang terus bertanya apa yang sebenarnya laki-laki
itu rasakan.
“mas gapapa??”
hingga pada akhirnya lelaki itu pun memperlihatkan wajah merah dan air matanya.
“dengan gampangnya adek tanya mas gapapa, mas are you okay?!!”
“lalu? harus aku beri sapaan seperti apa yang mas inginkan??” Jawab aku.
“dek! I’m not okay!. Mas ga bisa berkata-kata lagi saat kemarin ada pesan masuk dari kamu
bahwa kamu izin ke mas buat nikah. Kamu pikir mas bakal baik-baik aja??”
“Bukankah ini yang mas mau sebelumnya semenjak awal kita ketemu??, mas pengen aku
bahagia dengan pilihanku, mas menawarkan diri untuk menjadi teman ceritaku tetapi apabila
aku sudah mendapatkan sosok lelaki yang tepat. Mas nyuruh aku buat ninggalin mas, aku
masih ingat betul mas soal itu semua.”
“oke, mas ngaku kalo emang mas ngomong tentang hal itu, tapi asal kamu tau, sampai detik
ini mas masih nyimpen semua rasa yang mas ungkapin saat makan malam itu” jawab dia
dan mencoba untuk meyakinkanku.
“semua udah telat mas! Jalan kita udah beda. Aku ga bisa!.” Jawab aku sambil membalik
badan, dan tiba – tiba dia berkata dan sambil memegang tanganku
“mas udah putus dek, mas bisa perbaiki semuanya”
“maaf.” Jawab aku

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Apr 29, 2022 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

TabuStories to obsess over. Discover now