Laura pun yang mengalami kisah cinta, pertemanan, paling buruk. Ingin mengakhiri hidupnya, mengapa? Bertahun-tahun ia hidup, hanya ingin menggoreskan luka di hatinya ...
¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.
Pict by - pinterest.
PROLOGUE
"mama, hari ini-"
Kalimatnya tercela, setelah nampak pemandangan yang tak ia sukai. Kedua orang tuanya tengah melaksanakan acara perayaan wisuda kakaknya. Acara itu di lakukan setelah sehari ia tamat. Dan perayaan nya di adakan dalam rumah, rumah megah bak istana. Insan-insan disana begitu ramai, memakai busana yang indah. Bedanya, Laura sendiri yang memakai pakaian rumahan. Contohnya, piyama.
Piyama berwarna merah muda, dan di kenakan oleh gadis bernama Laura Isabella harchie. Berdiri diam di tempat, melihat perayaan itu.
Anehnya, dia hanya fokus pada ayah dan ibunya yang sedang membantu kakaknyamemotong kue, sehingga ia tak menyadari, orang-orang di sekitarnya melihat dengan sepasang mata dan alis mengkerut.
Mengkerut, karena heran melihat Laura yang masih memakai piyama. Padahal sudah tau ini acara besar-besaran. Apa gadis itu baru bangun tidur? Yap.
"Tuan Derald, siapa gadis itu?"
Tanya Almira devananta. Perempuan paruh baya yang memilki usaha besar dan jaya. ia juga salah satu bibi Laura, dari belah pihak ayah.
"Putriku, kemari nak"
Jawab ayahnya, dan suruhan untuk Laura segera menghampiri mereka yang berada di tengah-tengah acara.
Laura berpikir sejenak, tapi melihat mamanya yang menatap sinis, ia tak mau cari mati, langsung menghampiri mereka dengan langkah cepat.
Laura menanggapi orang sekitar dengan senyuman, sedangkan mereka menatap Laura sinis, seperti tidak suka pada penampilan Laura sekarang.
Bibi Laura sendiri, juga sama. Terkadang ia tega tak suka pada keponakannya yang satu ini, bukan karena parasnya, tapi karena kegaulan Laura yang kurang. Memang Laura Isabella harchie sendiri ini, kurang pandai bergaul, apalagi mendapatkan teman. Susah, dan jarang di dapat.
"Mari kita mulai potong kuenya," bisik ayah Laura pada ketiga wanita yang berdiri di dekatnya.
"Baiklah, para hadirin sekalian, saatnya sesi pemotongan kue, mari kita lihat bersama-sama" ucap MC yang sudah di sewa oleh ayah Laura. Derald.
Pesta yang cukup besar, maklum saja ada MC, dan juga tamu undangan yang banyak.
Ayah, ibu Laura, memegang tangan putri pertamanya, mengarahkan ia untuk memotong kue, dan lekas kue itu terpotong bentuk segitiga, semua orang bertepuk tangan dan meriahkannya dengan sorakan.
Kakak Laura, atau Atika Fitria Harchie. Mengambil potongan kue itu, lalu ia letakan di piring yang sudah tersedia, kemudian ia suapkan pada ayahnya terlebih dahulu.
"Ini papa, makanlah" ucapnya lirih.
Ayahnya pun menganga, menerima suapan kue yang ia sodorkan menggunakan sendok. Lekas ayah, tentu saja ibu selanjutnya. Dalam bekas sendok yang sama, ia menyuapkan potongan kue pada ibunya.
"Ini mama, makanlah"
Sebelum menganga dan menerima kue itu, ibunya meraih puncak kepala atika, ia elus sembari memasukan kue ke dalam mulutnya setelah Atika menyodorkan itu.
"Semoga hari mu selalu baik" ucap Kylie Amanda, atau ibu dari Laura dan Tika.
Senyuman keduanya tertera, dan selanjutnya giliran Laura yang mendapatkan potongan kue itu.
"Ini, untuk kau yang telat bangun," ucap kakaknya, lekas itu terkekeh mengartikan sebagai candaan.
"Sebenarnya perayaan apa ini kak?" Tanya Laura.
"Tidak tau, tapi ibu yang merayakan semua ini" jawab sang kakak.
Potongan kue itu berhasil tersuapkan ke dalam mulut Laura, acara selanjutnya yang di lakukan adalah makan-makan bersama keluarga besar mereka.
Laura yang tak ingin menjadi sorotan para keluarganya, kini dia mengganti pakaian, dan makan bersama mereka tanpa tatapan yang sinis lagi.
***
"Ma"
"Hm?" Ibunya menyaut ketika gadis itu berhasil membuat pandangan ibunya terpindahkan pada buku kecantikan yang ia baca.
"Mama bilang sibuk, sampai nggak bisa merayakan ultahku. Tapi kenapa malah merayakan hari wisuda kakak?" Tanya Laura lembut, tak berani bernada kasar pada wanita yang menyeramkan ini, baginya.
"Merayakan ultah bukan hal penting, tapi kalau acara wisuda seperti itu sangat penting bagi ibu" balas Kylie dengan mata terpejam sebab dua timun sedang berada di kelopak matanya, ya sekarang ini wanita paruh baya yang berusia 39 tahun, sedang melakukan perawatan wajah, seperti memberi masker muka di wajahnya, dan perawatan lainnya.
Saat itu juga, dirinya sedang berada di tempat tidur. Rebahan di kasur, dan bersantai bersama putri bungsunya yang duduk di sebelah ia.
"Sudah pergilah, mama mau tidur," usir Kylie.
Laura beranjak, mendekati pintu, dan menutupnya.
"Jangan lupa matiin lampu" lanjut Kylie, sebelum sosok putrinya keluar sepenuhnya dari dalam kamar.
"Baik, Bu" balas Laura.
Mematikan lampu, kemudian menutup pintunya rapat, gadis itu bergegas ke kamar miliknya sendiri.
"Memang aku dan kakak, apa bedanya?" Gumam Laura pada cermin yang memunculkan dirinya.
Apa aku salah meminta perayaan?
Jika tidak mau, kenapa tidak mengucap selamat ulang tahun saja ...