1. Ekspetasi

20 8 1
                                        

___

Prolog "Ekspetasi."

Beberapa buku bercetak tebal milik Waterlily, tergeletak hancur di lantai dengan begitu saja.

"Kamu gila, lily? Nilai anjlok kayak gini gimana bisa buat mama bangga." Hardik mama Waterlily, semenit ketika melihat lihat nilai yang di peroleh Waterlily, entah itu nilai harian atau ujian.

"Coba kamu bayangin? Clover, sepupu kamu yang jurusan ips aja dapat nilai bagus. Sementara kamu?"

Clover lagi.

Membiarkan argumen yang berubah menjadi teriakan mamanya itu, Waterlily segera memungut bukunya yang sedikit sobek akibat lemparan mamanya.

Percuma Waterlily melawan, kalau ujung ujungnya selalu Clover yang di banggakan. Sejenak Waterlily berpikir kenapa gak Clover aja yang jadi anak mama kenapa harus dia?

"Mama itu sia sia sekolahin kamu, Lily. Kalau akhirnya kamu gak bisa banggain mama, mama cuman minta kamu dapetin nilai bagus."

Waterlily meletakkan kembali bukunya ketempat semula, ucapan mamanya sukses membuat Waterlily nenitikkan air mata. Namun segera ia seka karena tidak ingin terlihat lemah di mata mamanya.

Gadis itu mendongak. "Lily gak sejenius itu ma, buat menuhin ekspetasi mama yang setinggi langit." 

Waterlily segera bangkit, kemudian berbalik hendak meninggalkan mamanya. Namun, Waterlily teringat sesuatu.

"Lily bisa ma, buat dapetin nilai sempurna di tiap pelajaran. Bahkan kalau itu terjadi lily pastiin mama gak bakal marahin lily lagi." Setelahnya, lily memilih pergi menuju kamar dengan membawa 12 buku tulis, menghiraukan teriakan mama yang berkali kali memanggilnya.

" Setelahnya, lily memilih pergi menuju kamar dengan membawa 12 buku tulis, menghiraukan teriakan mama yang berkali kali memanggilnya

Oups ! Cette image n'est pas conforme à nos directives de contenu. Afin de continuer la publication, veuillez la retirer ou mettre en ligne une autre image.

Waterlily sudah hafal di luar kepala, setiap kali bangun tidur mamanya selalu menaruh note di atas meja belajarnya. Hanya untuk mengingatkan beberapa hal yang harus Waterlily bawa seperti beberapa pelajaran contohnya.

-Biologi

-Matematika

-Sejarah

-Bahasa inggris

Waterlily mengintip di kolong tempat tidur, ada kulit snack Chitato, pota bee, kris bee, dan taro yang berserakan. Waterlily segera mengambil kulit itu kemudian membuangnya ke tempat sampah, tidak lupa untuk menyapu lantai.

Oke, beres sekarang...

"Waterlily?"

Samar samar Waterlily mendengar panggilan dari  mamanya, cewek itu segera merapikan seragam hitam putihnya. Lalu bergegas turun ke bawah, menemukan mama dan papanya yang sedang sarapan.

"Sarapan dulu sayang?" Ucap mamanya yang membuat Waterlily terdiam, cewek itu menunduk menoleh kearah papanya.

Saat melihat anggukan papa, tanpa pikir panjang Waterlily langsung duduk, mengambil sendok dan garpu lalu menyuapnya.

Vous avez atteint le dernier des chapitres publiés.

⏰ Dernière mise à jour : May 10, 2022 ⏰

Ajoutez cette histoire à votre Bibliothèque pour être informé des nouveaux chapitres !

WaterlilyOù les histoires vivent. Découvrez maintenant