"Bagaimana kuliah mu, Jack?"
Jack mendengus mendengar pertanyaan Ryder, ayahnya. sudah terlalu malas untuk menanggapi semua hal yang bersangkutan dengan sang ayah.
"Sayang, ayahmu sedang bertanya padamu nak" tegur Haileen, sang ibu, karena Jack sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari sang kepala keluarga.
"Ck, dia selalu mengawasi ku di kampus kan? Menyewa orang hanya untuk memata-matai ku. Kau pasti sudah tau jawabannya, mengapa masih bertanya?" Jack menjawab sarkas, membuat semua orang yang ada di meja makan itu menatapnya.
Suasana seketika hening, tak ada yang berani membalas perkataan Jack sebelum Katherine, istri kedua Ryder, menatap remeh Jack dan mencemoohnya.
"Wow, seperti inikah sikapmu pada orang tua? Tidak mencerminkan sifat seorang keturunan Addison sekali."
"Aku tidak berbicara padamu, wanita ular." Balas Jack yang membuat Katherine naik pitam.
Haileen mengelus punggung anak bungsunya itu, guna meredakan amarah Jack, "Jack, tidak boleh berkata seperti itu, bagaimanapun Katherine sudah menjadi keluarga mu juga."
"Sampai mati pun aku tidak akan pernah menganggap wanita ini dan anak-anaknya sebagai bagian dari keluarga Addison."
"Kurang baik apa keluarga ku padamu, Jack? Kau sudah ku anggap kakakku sendiri."
Jack tertawa keras mendengar ucapan Delon, adik tirinya. Apa tadi katanya? Kurang baik apa dia dan keluarganya? Haha, Oh Tuhan, Jack berani bertaruh bahwa itu hanyalah pencitraan saja di depan ayahnya.
"Hahaha, demi apapun aku ingin muntah mendengar ucapan mu, Bajingan. Bahkan menyebut namamu saja aku tidak akan sudi."
"Aku selesai." Jack beranjak dari tempatnya, selera makannya jadi hilang.
Ryder hanya memberi respon menggeleng, sifat anaknya itu yang paling berbeda dan sedikit pembangkang, entah menurun dari siapa. "Lihat anakmu, Haileen. Makin keras kepala saja."
"Iya aku memang anak mama. Bukan anakmu, orang sibuk."
Jack segera pergi dari rumahnya membawa motor hitam kesayangannya.
Perginya Jack membuat keheningan lagi di antara mereka, Haileen tersenyum kecil sebelum berdiri dari sana. Karena tidak hanya Jack yang muak, tapi Haileen lebih muak.
"Maaf atas sikap anakku tadi, silahkan lanjutkan sarapannya."
***
"Jack! Disini!"
Jack membenarkan posisi tas di pundaknya, berlari kecil menuju Wiley dan beberapa temannya yang memanggil dari sisi pojok kantin.
"Ini dia yang ditunggu-tunggu, tuan muda Addison. Menunggu mu sudah seperti menunggu perempuan selesai berdandan, kau tau?" cibir Travis yang dihadiahi pukulan sayang di kepalanya.
"Pesankan aku sarapan dong, tolongg~"
Jack menatap Zedane yang duduk tepat disampingnya dengan mata berbinar, "Zedane, yang seperti biasa ya sayangku~"
Zedane hanya menatap datar Jack, langsung berdiri untuk membelikan sarapan untuk tuan muda Addison itu tanpa banyak bicara.
Wiley mengambil sebatang rokok dan di selipkan pada belah bibirnya, Jack juga di tawarkan rokok oleh Wiley, dengan senang hati Jack menerimanya.
"Kenapa tidak sarapan di rumah saja? Kamu menginap di kediaman utama kan?" Tanya Wiley.
"Muak."
"Harusnya kau tetap tinggal bersama orang tua mu, masih belum akur juga dengan ayahmu?" Kali ini giliran Travis yang bertanya, pemuda berambut biru gelap itu terlihat fokus bermain game di handphone nya, sesekali menatap Jack menunggu jawaban.
"Tidak akan pernah, sebelum hama-hama itu angkat kaki dari rumahku."
"Lalu bagaimana dengan ibumu jika kau kembali lagi tinggal di apartemen? Kau tidak takut wanita licik itu mencelakai ibumu?"
Jack menyeringai tipis setelah menghembuskan asap rokoknya, "Kak Ethan pulang hari ini, mereka tidak akan berani menyentuh mama sedikitpun jika ada dia di rumah."
Tiba-tiba rokok yang terselip di antara bibir Jack ditarik paksa oleh Zedane yang datang membawa sepiring chicken katsu dan susu kotak coklat.
"Astaga, Santai dong!" Protes Jack kesal dirinya hampir tersedak karena aksi tiba-tiba Zedane.
"Tidak baik terlalu sering merokok, habiskan sarapan mu."
"Ini kenapa yang datang chicken katsu?! Aku kan pesan burger, Zedane?!"
Sementara Zedane dan Jack berdebat, Arthur dan Travis diam-diam menahan tawa sambil merekam aksi kedua temannya itu.
"Junk food di pagi hari? Tidak, Jack. Makan makanannya." Zedane berucap dingin, yang membuat Jack tidak berani membalas lagi dan terpaksa memakan chicken katsu nya.
"Aku membencimu, Zedane Harold."
Zedane terkekeh geli, "Aku juga menyayangi mu, Jack. Makanlah."
Wiley menatap Jack yang makan dengan ekspresi kesalnya, yang paling muda di antara mereka berempat itu mematikan rokoknya sebelum berucap,
"Kalian berdua itu lucu, kenapa tidak berpacaran saja? Toh Zedane, aku tau kau menganggap Jack lebih dari teman."
Jack tersedak chicken katsu nya, Travis sibuk membantu Jack dengan memberi minum dan menepuk-nepuk punggungnya, Zedane melototi Wiley, sementara si pengundang masalah malah tertawa terbahak-bahak tanpa dosa.
"Brengsek, John Wiley Yang! Kemari kau!"
Bersambung..
YOU ARE READING
DANGEREUX
Fanfictiontentang Hugo dan perjuangannya untuk memiliki si manis demi keinginan anaknya. ★sungjake's area ★dom! Sunghoon sub! Jake ★M-preg ★Lil bit mature
