Hari Pernikahan

3.3K 132 2
                                        

.

.

.

Jeonghan menatap pantulan dirinya didepan cermin, berusaha untuk tersenyum bahagia dengan sebaik mungkin, bagaimanapun juga, ini adalah hari pernikahannya, tapi kenapa rasanya untuk tersenyum terasa begitu susah? Padahal dia sudah mengerahkan kemampuan otot wajahnya.

Pintu ruangan riasnya terbuka lebar, seorang wanita paruh baya berwajah cantik dengan menggunakan Hanbok masuk sembari tersenyum, Jeonghan menghentikan aktivitas becermin-nya dan menghampiri wanita itu.

"Wah cantiknya tuan putri satu ini, kau adalah calon pengantin tercantik yang pernah kami lihat sayang" ucap ibunya Jihyun penuh haru melihat semata wayangnya tampak begitu sempurna dan hanya menunggu hitungan menit lagi akan sah menjadi milik orang lain.

"Wah cantiknya tuan putri satu ini, kau adalah calon pengantin tercantik yang pernah kami lihat sayang" ucap ibunya Jihyun penuh haru melihat semata wayangnya tampak begitu sempurna dan hanya menunggu hitungan menit lagi akan sah menjadi milik ora...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jeonghan tersenyum mendengar pujian dari ibunya

Tapi kini Jihyun-lah yang berhenti tersenyum, matanya lurus memandangi Jeonghan, senyum itu, bukan senyum penuh kebahagiaan yang dikenalnya, seorang ibu pasti bisa tahu ada yang tidak beres dari darah dagingnya sendiri dan kini dia melihatnya dari Yoon Jeonghan sang putri, tapi kenapa? Apa Jeonghannya tidak bahagia? Bukankah Jeonghan menyukai Seungcheol? Dia pernah secara tidak sengaja membaca buku harian Jeonghan semasa JHS, karena itulah dia menyetujui rencana perjodohan ini.

Lalu kenapa sekarang wajah putrinya terlihat sangat tertekan? Apa yang salah disini? Jujur sekarang Jihyun merasa sangat gelisah.

"Ah kalian bisa keluar jika sudah selesai meriasnya, ah jangan lupa untuk makan dulu" ucapnya ramah kepada penata rias yang masih berada diruangan itu.

Para perias pengantin mulai membersihkan alat make up mereka dan meninggalkan ruang rias.

Jeonghan berjalan dengan diam menuju jendela ruangan hotel tersebut, dia berusaha menenangkan hatinya dengan menikmati pemandangan danau luas diseputaran hotel tersebut.

"Ada apa sayang-ku?" Jeonghan terkesiap saat mendengar panggilan lembut ibunya, dia langsung memasang senyuman semanis mungkin agar sang ibu tidak khawatir, namun sang ibu menyadari betapa getirnya arti dibalik senyuman itu.

"Apa Jeonghan sudah si-" pintu ruang rias itu kembali terbuka, seorang wanita paruh baya baru saja datang memasuki ruangan itu dan langsung tertegun melihat Jeonghan yang tampak sangat indah dengan wedding dress-nya.

"Sayangku Jeonghan, kau benar-benar cantik nak, Seungcheol pasti bahagia menikah denganmu, cantiknya putriku" ucapnya penuh kagum dan haru sembari menggenggam lembut tangan sang calon menantunya.

Jeonghan tersenyum mendengarnya, matanya sedikit berkaca-kaca membuat kedua wanita itu ibu dan calon ibu mertuanya terhenyak menyadari ada yang menganjal dari sang calon pengantin wanita sekarang, dia sudah berusaha menutupi kegelisahannya, tapi didepan kedua wanita ini, wanita yang sangat mencintainya dengan tulus, membuatnya melemah seketika.

I DESERVE TO BE HAPPY (CHEOLHAN GS) ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang