Happy Reading
—
Swastamita hadir hanya untuk sesaat meninggalkan semua kenangan yang tak pernah dilupakan keindahannya. Angin berhembus semilir membawa gemerisik Ombak. Terdapat Dua atma yg sedang menikmati indah nya senja yg di persembahkan semesta. Tanpa mereka sadari senja kali ini dibawakan semesta dengan penuh makna yg dalam. Senja dan semesta menjadi saksi cinta mereka. Suasana sepi karena tidak ada yg memulai pembicaraan. Dengan ragu harka menghadap kearah marka. Raut wajah nya mengatakan bahwa ada sesuatu yg ingin dia bicarakan kepada marka. Melihat hal itu dengan usapan lembut marka mengusap tangan haidar untuk mengatakan bahwa semua ny akan baik baik saja, tapi tidak ada perubahan di wajah harka. Malah raut ny tambah gelisah dan memancarkan 1000 makna.
"ka marka" suara itu terdengan lembut di telinga marka tapi dia tau kata itu tidak mengantarkan dia pada berita baik.
"Lima tahun yang indah yah ka, happy anniversary ke lima tahun ka marka. Terima kasih sudah mencintaiku. Terima kasih sudah menjadikan ku sebagai segalanya untuk ka marka. Terima kasih sudah memberikan seluruh hatinya untuk cowok kaya aku dan Terima kasih sudah bertahan sejauh ini meskipun alam semesta berserta isi nya menolak." harka tersenyum lirih, mengalihkan pandangan nya ke arah sang sandhyā
"Aku adalah orang beruntung yang selalu kamu sebutkan nama ku dihati mu maupun mulutmu." harka memejamkan matanya menikmati angin menerpa wajahnya.
"Ayo selesaikan semua kebohongan ini ka marka.
"Layaknya cakrawala dan bentala, aku dan kamu adalah dua daksa dan atma yang tak akan pernah diizinkan semesta untuk bersama dalam asmaraloka" Mendengar semua yg dimulut harka, marka dengan cepat menggenggam kedua tangan harka.
"hey kamu ada masalah? Ayo cerita sama kakak." dengan kebingungan marka bertanya.
"kenapa bilang gitu, kita bisa sayang, kita pasti bisa ngelaluin semua nya harka, contoh nya 5 tahun ini, ayo bilang sama kaka kamu masih mau berjuang, ayo ka"
"Ka marka" harka melepaskan genggamannya marka dengan pelan. Menghadap sepenuhnya kearah marka.
"Ini bukan tentang lelah berjuang ka, tapi cerita kita hanya menciptakan lara ka"
"Jangan siksa diri kakak yah? Kita adalah Asa yang tak akan pernah tercapai oleh semesta"
semua yg keluar dari mulut harka tidak di perduliin marka, marka bukan tidak menerima tapi dia masih shock dngn apa yg keluar didalam mulut harka.
"Kakak gak mau harka, gapapa kakak sakit tapi ayo berjuang lagi sayang, kita bisa har, meskipun semua nolak kita. Asal sama kamu pasti bisa. Kakak gak bisa bayangin hidup kakak tanpa kamu yang selalu hadir memberikan sayang dan cinta yang besar ke kakak. Kakak sayang banget sama kamu. Kaka gak mau ber—" perkataan marka terhenti saat merasakan yg lebih muda memeluk ny erat.
"ka kita memang bisa berjuang, tapi gak akan ada tempat untuk kita didunia ini, kita memang gak tau takdir apa yang akan ditulis setelah ini, tapi semesta tau. Semesta selalu memiliki cara untuk memisahkan kita, semesta tak akan pernah memberikan izin untuk kita." harka melepaskan pelukannya dan menatap marka dengan senyum lembut di wajahnya.
"ingat ka, dunia punya cinta tapi juga punya norma, kita bisa melawan dunia tapi kita bisa melawan norma. ga bakal bisa, udah yah kak berhenti disini aja. Maaf untuk semua nya, maaf tapi semua yang kita lakuin selama 5 tahun sia sia. Aku gak mau lanjutin rasa sakit ini lagi. Tolong pikirin diri kakak sendiri yah? Aku bakal jaga semua kenangan kita di sini" harka mengangkat tangan nya menunjuk ke dadanya. Tempat dimana hatinya berada "disini, dihatiku."
Harka perlahan memundurkan langkahnya berjalan tanpa membalikkan badan nya, masih menatap ke mata marka.
"ingat ka meskipun kita gak punya hubungan lagi, aku udah anggep kakak sebagai abangku sendiri, kalau kakak butuh aku. Aku masih ada dibumi ini, selalu ada. nanti kalau kakak udah ada pengganti aku, jangan lupa beritahu yah supaya aku dateng di pernikahan kakak hehe"
Marka masih terdiam kaku dibawah langit senja yg sebentar lagi akan berganti dengan kegelapan malam.
"Selamat tinggal kak, jaga kesehatan pentingin diri kakak sendiri, jangan kebanyakan ngerokok, jangan kebanyakan minum kopi dan ingat waktu saat nugas yah, jangan mepet deadline!jangan sakit aku gak suka hehe, aku mencintai kak marka, semoga di kehidupan yang lain kita diciptakan sebagai 2 atma yang bisa bersatu." haidar mulai berbalik dan mulai menjauh dari dia. Perlahan mata nya mengeluarkan air mata yang Sendari tadi dia tahan. Dadanya terasa sesak, mata nya kabur. Rasanya sakit, sangat sakit. Harka mengeluarkan tangisan nya saat berada di mobilnya ditemani dengan kesunyian malam.
"Aku juga mencintaimu, sangat mencintaimu harka." meskipun sudah terlampau jauh harka tetep mendengar apa yg di kata kan marka sebelum dia sampai di mobil.
Dibawah senja ini bukan kebahagian yg hadir tapi kesedihan yg hadir di antara kedua atma itu.
Senja telah pergi malam hadir menemani kesunyian. dingin nya mulai menyelimuti badan marka. Siapa sangka hari ini tepat di bawah senja. Mereka menyerah dan semesta menang.
' 𝑆𝑒𝑘𝑢𝑎𝑡 𝑎𝑝𝑎𝑝𝑢𝑛 𝑘𝑎𝑚𝑢 𝑏𝑒𝑟𝑗𝑢𝑎𝑛𝑔, 𝑆𝑒𝑙𝑎𝑚𝑎 𝑎𝑝𝑎𝑝𝑢𝑛 𝑘𝑎𝑚𝑢 𝑚𝑒𝑛𝑒𝑚𝑝𝑢𝒉 𝑗𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑖𝑡𝑢. 𝐽𝑖𝑘𝑎 𝑠𝑒𝑚𝑒𝑠𝑡𝑎 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑖𝑗𝑖𝑘𝑎𝑛 𝑚𝑎𝑘𝑎 𝑠𝑒𝑚𝑢𝑎 𝑛𝑦 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑠𝑖𝑎 𝑠𝑖𝑎 '
' 𝐴𝑘𝑢 𝑏𝑒𝑙𝑎𝑗𝑎𝑟 𝑠𝑎𝑡𝑢 𝒉𝑎𝑙 . 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑗𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑛𝑎𝒉 𝑚𝑒𝑛𝑒𝑛𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑒𝑚𝑒𝑠𝑡𝑎 . 𝐾𝑎𝑟𝑒𝑛𝑎 𝑠𝑒𝑘𝑢𝑎𝑡 𝑎𝑝𝑎𝑝𝑢𝑛 𝑘𝑖𝑡𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑦𝑒𝑙𝑒𝑠𝑎𝑖𝑘𝑎𝑛 𝑐𝑒𝑟𝑖𝑡𝑎 𝑖𝑛𝑖 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝒉𝑎𝑝𝑝𝑦 𝑒𝑛𝑑𝑖𝑛𝑔 𝑖𝑡𝑢 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑛𝑎𝒉 𝑡𝑒𝑟𝑗𝑎𝑑𝑖 ,𝑘𝑎𝑟𝑒𝑛𝑎 𝑛𝑜𝑟𝑚𝑎 𝑑𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑚𝑒𝑠𝑡𝑎 𝑎𝑑𝑎 𝑑𝑖𝑠𝑖𝑛𝑖 '
- 𝑯𝑎𝑖𝑑𝑎𝑟
' 𝑆𝑒𝑚𝑒𝑠𝑡𝑎 𝑗𝑎𝒉𝑎𝑡 𝑡𝑎𝑝𝑖 𝑎𝑘𝑢 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑏𝑖𝑠𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑦𝑎𝑙𝑎𝒉𝑘𝑎𝑛 𝑑𝑖𝑎 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑠𝑒𝑚𝑢𝑎 𝑖𝑛𝑖, 𝑘𝑎𝑟𝑒𝑛𝑎 𝑎𝑘𝑢 𝑚𝑢𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑒𝑟𝑡𝑖 𝑠𝑒𝑚𝑢𝑎 𝑛𝑦, 𝑏𝑎𝒉𝑤𝑎 𝑠𝑒𝑚𝑒𝑠𝑡𝑎 𝑑𝑎𝑛 𝑛𝑜𝑟𝑚𝑎 𝑎𝑑𝑎 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑏𝑎𝑡𝑎𝑠 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑘𝑎𝑚𝑖 𝑏𝑒𝑟𝑗𝑢𝑎𝑛𝑔 '
- 𝑴𝑎𝑟𝑘𝑎
YOU ARE READING
Swastamita || Markhyuck
Short StoryOne-shot - Markhyuck " Asa yang tak kunjung tercapai hanya karena sebuah kata lengkara yang membatasi " WELCOME TO SWASTAMITA -- ___ Warning ⚠ • Bxb • hardsword • angst • One-shot • No manners • Markhyuck • hanya fiksi dan tidak sesuai dengan real...
