Angin musim panas berhembus di tengah hiruk pikuk markas operasi pasukan terpadu, suara mesin berat terus bergema diseluruh penjuru markas. Sisah-sisah pertarungan terakhir di Regicide dan Noiryanaruse masih membekas bagi para prajurit, pendataan korban jiwa dan kerugian materi, hingga reorganisasi pasukan menjadi agenda utama bagi pasukan terpadu untuk mempersiapkan pertempuran selanjutnya.
Sebuah taman dengan rerumputan dan beberapa tempat duduk beserta meja ditata menyebar dengan sebuah air mancur sebagai pusat taman. Biasanya disaat hari cerah taman ini cukup ramai didatangi para prajurit, sebagian besar dari mereka akan bersantai sembari mengerjakan tugas atau laporan yang dibebankan kepada mereka, sebagian lain hanya ingin melepas kepenatan medan perang. Tetapi hari ini taman tersebut tidak begitu dipadati orang, hal ini biasa terjadi sehabis operasi militer besar-besaran menyisahkan beberapa orang yang kebetulan tidak memiliki tugas, atau dibebas tugaskan sementara. Termasuk seorang laki-laki berambut pirang yang duduk disudut tamat, dengan hanya melihat sekilas orang lain pasti paham jika laki-laki ini sedang dibebas tugaskan karena suatu cedera parah pada lengan kirinya.
"Sial, seharusnya aku menggunakan easel, dan canvas jika tahu akan seperti ini"
Theo menggerutu sembari menahan buku sketsa dengan pahanya sembari berusaha menggoreskan pensilnya pada buku tersebut, tetapi hal itu tetap sulit karena bidang permukaannya tidak stabil, dan dilain sisi dia juga harus sesekali melihat model gambarnya yang berada sekitar 10 meter didepannya.
"Arggg sial ini terlalu sulit"
Ia melepas nafas panjang sembari menaruh beberapa peralatan gambarnya di samping tempat ia duduk, kemudian ia menapat langit musim panas diatasnya.
"Kira-kira apa yang sedang mereka lakukan sekarang?"
"Kalau kau penasaran kenapa tidak temui mereka?"
Seorang perempuan berjas berjalan kearah Theo, rambut pendek dan mata putihnya menandakan bahwa dia seorang Alba. Dia mirip seperti komandan mereka di pasukan terpadu, tetapi wajahnya tidak selembut komandan mereka. Dia lebih terlihat seperti babi putih yang ada di bayangan Theo selama berada di sektor 86, dengan ekspresi angkuh dan ketidak peduliannya yang selalu dia tunjukan hampir setiap saat.
"Apa yang kau lakukan disini?"
"Oh....Jadi sekarang kau merasa tanah ini milikmu?"
"Tidak...Bukan itu maksud ku! Bukannya saat di rumah sakit kau bilang ada sebuah penelitian penting yang sedang kau kerjakan"
"Ya kau pikir seorang peneliti tidak boleh sesekali berjalan-jalan? Berada di lab itu sama beratnya dengan di medan perang, kadang-kadang kau harus menghirup udara segar untuk menjernihkan pikiranmu"
"Ok....ok terserah apapun yang kau mau nona peneliti"
Keduanya saling bertukar argumen dengan wajah sedatar-datarnya, tentu saja semua orang sudah tau bahwa Annette dan Theo kurang cocok untuk saling bekerja sama. Hampir setiap momen di mana mereka saling berbicara sebuah perdebatan-perdebatan tidak penting muncul, walau kadang keduanya dapat akur terutama saat sedang membicarakan film.
"Sepertinya cukup baik berada disini, tempat ini selalu ramai setiap aku melewatinya tapi tak kusangka tempat ini bisa tenang seperti ini"
"Ya kau tahu para Eighty-Six akan menggunakan tempat ini jika mereka tidak sibuk. Anju, dan Dustin pun sering kulihat berada disini, tapi semua akan sibuk setelah operasi militer besar"
"Hoo....Tentu saja mereka memiliki banyak hal yang harus dibereskan saat ini, mungkin kau bisa membantu mereka setidaknya kau bisa menggeser tumpukan kertas dimeja"
"Kuanggap itu sebuah sindiran"
"Terimakasih"
Annette menjawabnya dengan sebuah senyuman kemenangan di wajahnya. Ia kemudian berjalan kearah kursi panjang tempat Theo duduk. Kursi itu terbuat dari besi dengan alas duduk sebuah kayu langka yang hanya ditemukan di Hutan Utara Federasi, kursi itu setidaknya cukup untuk memuat 4 orang dewasa secara berjejer. Theo yang berada di sebelah kiri berarti hanya memberikan Annette tempat disisi kanan kursi.
YOU ARE READING
White Fox
FanfictionDitengah keputusasaan Theo setelah operasi MIrage Spire, Annette datang meberikan peran baru untuk Theo. Mulai sekarang petualang baru Theo sebagai prajurit dari sang ilmuan dimulai.
