Bagian Pertama

21 2 0
                                        

Hiburlah hatimu, siramlah ia dengan percik-percik hikmah. Seperti halnya fisik, hati juga mersakan lelah.

-Ali bin Abi Thalib-

Selamat membaca

📖📖📖📖📖📖📖📖📖📖📖📖📖📖

"11+17 berapa anak-anak? Yang tau jawabannya angkat tangan!" Kata seorang guru kepada murid-muridnya.

Aldina memberikan pertanyaan kepada anak didiknya. Terlihat murid-muridnya sedang menghitung pertanyaan yang diberikan oleh gurunya. Beberapa ada yang menggunakan sempoa, mencatatnya dibuku, ada yang menghitung menggunakan jari tangannya, ada juga yang hanya menatap ke langit-langit kelas membayangkan atau mengilustrasikan sebuah susunan angka-angka.

Tampak setengah dari jumlah murid tersebut mengangkat tangannya, pertanda sudah mengetahui jawabannya.
Aldina tampak sangat senang, karena anak didiknya cukup antusias berusaha untuk mendapatkan jawabannya. Lalu ia menunjuk salah seorang muridnya untuk memberikan jawaban.

"Ya berapa Diki jawabannya?" Kata Aldina sambil menunjuk muridnya menggunakan ibu jari/jempol.

"27 Bu!" ucap Diki yang cukup antusias.

"27, benar atau salah anak-anak?" Kata Aldina yang kembali menanyakan jawaban kepada murid-muridnya.

"Salah Bu," ucap salah satu murid.

"Kenapa salah, seharusnya jawaban yang benar berapa Depi?" Aldina kembali bertanya kepada murid yang menyanggah jawaban temannya itu.

"26 Bu!" Aldina tersenyum kecil mendengar jawaban muridnya, bukan bermaksud senyum menyepelekan, tapi karena mereka bertingkah lucu.

"Salah sayang," ucap Aldina.

"Yang benar 28 Bu," salah satu murid yang menjawab yaitu Dimas.

"Ya betuul," kata Aldina sambil memberikan jempol pada Dimas. Diikuti oleh murid lain yang memberikan tepuk tangan pada Dimas.

Aldina Nurul Khoirunnisa merupakan seorang guru yang mengajar di sekolah dasar swasta dengan latar belakang islami yaitu Madrasah Ibtidaiyah Darussalam. Ia mengajar dikelas satu di sekolah tersebut.

Ditengah keseruan Aldina yang sedang melaksanakan kegiatan belajar mengajar, tiba-tiba kepala sekolah tersebut yaitu Pak Tarmiji datang ke kelas satu tempat Aldina mengajar.

tok tok tok, suara pintu yang diketuk dari luar.

"Assalamualaikum" ucap Pak Tarmiji kepada Bu guru Aldina.

"Wa'alaikumsalam" jawab Aldina sambil mendekati pintu dan membuka'kannya.

"Silahkan masuk Pak" kata Aldina mempersilahkan Pak Tarmiji masuk ke kelasnya. Kelas yang tadinya ramai, mendadak menjadi tenang.

"Ma'af Bu guru Aldina, karena telah mengganggu waktu mengajarnya," ucap Pak Tarmiji meminta maaf.

"Tidak apa-apa Pak, silahkan dilanjutkan," kata Aldina.
Lalu Pak Tarmiji melanjutkan pengumuman kepada murid-murid yang ada di kelas tersebut.

"Anak-anak, besok sekolah kita akan mengadakan wisata ke kebun binatang menggunakan mobil bis gratis, anak-anak cuma perlu membawa bekal makanan dari rumah saja," kata Pak Tarmiji kepada anak-anak.

"Horreee, Assiiikkk," sorak anak-anak riuh.

Kegiatan wisata sekolah merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan MI Darussalam.
Setiap tahunnya beda-beda lokasi wisata yang akan dikunjungi oleh sekolah tersebut. Dan seminggu sebelum hari H wisata, pihak sekolah sudah rapat terlebih dahulu.

JODOH 360 HASTAStories to obsess over. Discover now