"Gue muak."
Haruto berhenti melangkah tepat sebelum mereka benar-benar memasuki Club.
Dia membuang nafasnya kasar, dia juga terlihat sedang menunggu kehadiran seseorang
Dan tak lama ada orang yang baru saja datang tiba-tiba tertawa riang, dan dia menghampiri kami. Entah apa maksud dari tawanya itu.
"Haii." Sapa nya, basa-basi padaku, dan masih sedikit tersenyum dan menahan tawa.
Sebenarnya dia kenapa? Aneh
Aku tak menghiraukan nya, hanya melihat sebentar lalu sedikit berdehem untuk membalas sapaan nya.
"Kenapa?" Tanyaku lagi pada Haruto yang sejak tadi tiba-tiba diam
Saat aku bertanya, sikap Haruto benar-benar 1000% tiba-tiba berubah. Dari ekspersi wajah nya, caranya menatap ku, dan hanya hening saat ku tanya kan
"Gak jadi masuk? Apasi?" Tanya ku lagi yang sudah mulai bingung
"Gue manang." Haruto mulai menatap ku dengan tatapan yang berbeda dari Haruto yang bisa aku kenal sebelum-sebelum nya.
Membiarkan dia melanjutkan maksud dari kata-katanya tersebut, aku hanya diam.
"Gue udah nunjukin sikap ramah gue ke elo kan?"
Diam. Masih diam dan belum ada jawaban dariku. Aku masih membiarakan dia melanjutkan perkataanya padaku
"Gue udah menuhin segalanya kan? pacar pada umum nya. Baik, perhatian, romantis, memanjakan, dan selalu ada buat lo."
"Habis. Udah habis waktu gue, gue udah menang. Ini semua udah selesai."
Haruto terlihat sudah sangat muak. Ini lah wajah yang tidak pernah aku lihat dari nya. Aku kaget setengah mati, dia benae-benar terlihat berbeda dengan ekspersi biasanya.
"Selamat, lo menang." Jihoon, Park Jihoon. Itulah pria yang tiba-tiba datang tadi, teman nya Haruto.
Dengan seringai tawanya, pria itu nampak sudah menyiapkan amplop berwarna coklat itu dan memberikan nya begitu saja pada Haruto.
Haruto menganggkat amplop berwarna coklat yang sedikit tebal itu padaku, "see? Lo di jadiin taruhan, bahan taruhan."
"gue udah berhasil, jadi lo gak usah ngarep kalo selama ini gue emang beneran cinta atau suka sama lo, karena sebenernya gue muak banget sama lo."
Aku masih diam, sangat tidak percaya mendengar fakta perkataan Haruto. Aku paham
"Haha, goblok banget. Udah di kibulin tetep aja masih keliatan bego." Ucap Jihoon
Aku melirik Jihoon sekilas, lalu kembali menatap Haruto tepat di hadapanku
"Jadi? Ah... okey. Selamat."
Oohowww
Haruto agak sedikit terkejut dengan respon wanita di hadapan nya ini. Terlihat sangat santai dan tidak ambil pusing
"Gue udah puasin lo kan? Duit nya juga udah nyampe di tangan lo. Kalo gitu gue permisi dulu." Kata ku lalu meninggalkan mereka berdua bagitu saja.
___
Twitter
Jera: Haruto udah beneran putus sama Jisaa!
Balasan tweet:
BitraArthur: and yap, finaly! Kelar juga bro, @HarutoWatanabe wkwk
Viraaa: lebih tepatnya, putus beneran pacarannya boongan hahahaha. Ups
![Wicked [ HARUTO ]](https://img.wattpad.com/cover/305523561-64-k38479.jpg)