Part 1

11 0 0
                                        

"Wah enak yah hidup kamu tidak seperti hidup ku"

"Kamu jangan membenci orang tua mu An, orang tua mu selalu mengininkan yang terbaik untuk mu. Coba kamu fikirkan kembali, semuanya telah mereka berikan hanya untuk mu Annata"

"Kamu tidak mengerti Tasya dengan apa yang aku rasakan. Orang tua mana coba yang menahan mimpi anak nya"

"Annata mereka memilih jalan yang terbaik untuk mu, agar kamu memiliki masa depan yang lebih indah dan mudah"

"Sudahlah Tasya kamu bukan teman ku, kamu tidak mengerti perasaanku. Setiap aku bercerita kamu hanya menghakimi diriku" Ucap Annata sembari berlari pergi menjauh dari Tasya sahabat kecilnya.

"An bukan kaya  gitu maksud ku" Ucap Tasya sembari berlari berusaha mengejar Annata.


_________________________________________


Suara dering alarm mulai terdengar dan sangat menusuk ke telingga Annata. Annata dengan setengah sadar berusaha mematikan alarm dengan menggapai alarm di sebelah tempat tidurnya. Setelah alarm mati Annata ingin kembali menutup matanya dan melanjutkan tidur nyenyaknya, tetapi itu hanya mimpi bagi Annata.

TOK....TOKKK... TOKKKKK....

Terdengar suara ketukan pintu pintu kamar Annata yang semakin terdengar nyaring.

"Kak"

"Kak ayo bangun kak"

"Annata"

TOK....TOKKK... TOKKKKK....

"Annata ayo bangun, sholat subuh"

"Annata"

"Annata Putri Cahaya Bulan"

TOK....TOKKK... TOKKKKK....

Suara seorang lelaki tua dengan suara ketukan pintu yang sedang berusaha membangunkan anaknya agar menunaikan ibadah sholat subuh.

"Ck, iya sabar sebentar pah ini juga udah bangun. Annata lagi ngumpulin dulu nyawa, pusing kepala Annata" Ucap Annata yang kesal terhadap sang Ayah yang sedang berusaha membangunkannya.

"Makanya kamu ini jangan begadang terus kerjaannya. Main hp, main game ajah kerjanya. makanya tuh kamu gak bisa masuk sekolah negeri. Cuman kamu doang tau gak Annata yang gak bisa masuk Universitas negeri. Liat anak-anak temen nya Papah semuanya masuk negeri" Ucap Ayah Annata dengan nada yang sangat tinggi.

"IYA ANNATA EMANG ANAK BODO, ANAK BEGO, ANAK YANG GAK BISA MEMBANGGAKAN, ANAK YANG GAK BISA MEMBAHAGIAKAN ORANG TUANYA. IYA TAU IYA" Ucap Annata dengan lantar dan sedikit tercekik karena menahan untuk menangis.

"KAMU INI DI KASIH TAU MALAH NGEYEL ANNATA, BUKA PINTU KAMARNYA SEKARANG"

BRUKK.... BRUKKK...

Ucap Ayah Annata sembari berusaha membuka pintu kamar Annata dengan kencang.

"ARGGHHHHHHH, HIKSSS ANNATA CAPE TAU GAK!!!!!!!!" Ucap Annata teriak sembari menangis.


-----------------------------------------------------------


~Annata's POV~

Di hari ini adalah hari dimana aku harus meninggalkan rumah untuk mengenyam pendidikan ku. Aku mulai mengemasi barang serta bajunya yang akan aku bawa ke kostan ku nanti. Aku menatap layar Handphone ku sedari tadi, aku membutuhkan teman-teman ku. Aku membutuhkan pundak mereka untuk aku berkeluh. Aku menatap layar Handphone pesan terakhir masih sama, yaitu curahan isi hatiku. Mereka tidak membalasnya, mereka tidak memperdulikan aku, mereka menghiraukan pesan ku. 

Clak..... 

Suara tetesan air mata yang secara perlahan turun ke permukaan pipi Annata.

Hikss.... Hiks.... Hikss....

Suara isakan tangisan dan tetesan air mata yang mengalir semakin kencang ke pipi Annata.

"Mereka gak peduli sama aku, disaat ku butuh mereka tapi mereka menghilang hikss.....

sedangkan aku selalu ada untuk mereka. hiksss..... hiksss......"

Aku menatap layar handphone dan ku gengam handphone tersebut semakin kencang. Lalu aku menekan tombol titik tiga di pojok kanan dan aku menekan tombol "Keluar Grup" dan juga aku memblokir semua kontak Whatsapp sahabatku lalu menghapus kontaknya.

Yaaa, untuk apa aku ada di dalam grup tersebut kalau aku tidak dianggap keberadaanya. 

Untuk apa juga aku masih menyimpan nomor orang yang sangat kejam kepadaku, sedangkan aku selalu melakukan hal yang terbaik untuknya.


_________________________________________

"Annata sayang apa semua barangnya sudah siap?" Ucap Ayah Annata sembari menghampiri Annata yang sedang duduk di ujung kasur. Dengan nada lembut Ayah Annata bertanya, serta dengan raut khawatir dan penuh penyesalan karena telah membentak anak kesayanganya.

"Hmmmm" Deheman suara Annata yang mengisyaratkan jika iya semua barang sudah siap.

"Kak, Kakak harus banyak sabar yah sayang. Hidup itu keras sayang, Papah hanya ingin yang terbaik untuk Annata agar hidup Annata bisa bahagia. Papah tidak membutuhkan apapun, yang Papah inginkan hanyalah sebuah kesuksesan dari anak Papah. Papah sayang Annata, semangat terus dalam mencari ilmu untuk kesuksesan Annata. Umur gak ada yang tau Annata, Papah sudah tua dan sudah sering sakit. Papah hanya ingin yang terbaik untuk anak Papah." Ucap Ayah Annata sembari memegang kedua tangan Annata dengan lembut. 

"Ini ada coklat untuk anak kesayangan Papah, semangat dalam menuntut ilmu yah. Papah sayang Annata." Ucap Ayah Annata sembari memberikan coklat yang di sembunyikan di belakang badan nya sedari tadi"

"Kalau kakak udah siap, Papah tunggu di depan yah sayang" Ucap Ayah Annata sembari melangkah keluar kamar Annata menuju garasi mobil.


Bersambung..................

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Mar 20, 2022 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

ADAWhere stories live. Discover now