Begitu banyak remaja yang menanti bertambahnya umur untuk menjadi dewasa.
Saat umur kalian 17 tahun, 97% orang akan menyatakan bahwa kalian sudah dewasa padahal belum tentu. Dewasa tidak bisa di nilai dari umur. Tapi, pola fikir yang bijaksana dalam menghadapi suatu masalah. Menjadi tua itu pasti, menjadi dewasa itu pilihan, tapi umur hanyalah angka, bukan penentuan kedewasaan.
Lalu, bagaimana dengan remaja yang di tuntut dewasa oleh keadaan? Bukannya dewasa sebelum waktunya bisa menyebabkan depresi? Apa yang sebenarnya harus kita lakukan sebagai remaja? Jalan mana yang harus aku tempuh? Arah mana yang harus aku ikuti?
Aku remaja yang kehilangan arah, aku takut kesepian, aku takut akan kecewa, apa yang harus aku lakukan? Dimana aku bisa berbagi cerita? Apa ada yang mau mendengarkan bahkan membaca ceritaku?
Setiap bangun aku selalu bertanya "ya tuhan ini aku harus kemana lagi?" aku bukan manusia yang kuat bahkan jauh sekali dari kata itu. Aku lemah tapi enggan untuk terlihat rapuh.
Aku memang belum sedewasa yang kalian bayangkan, tapi aku sekarang sudah merasakan beratnya menuju kedewasaan. Aku juga belum menjadi remaja berkepala dua, tapi aku sudah mulai mengerti bagaimana sulitnya berjuang dimasa sekarang.
Aku tumbuh pada masa dimana Ketika perempuan di rendahkan tapi tidak ada yang peduli, mereka tutup telinga. Masa dimana kita harus cantik, pintar, berbakat dan punya uang.
Selalu dipaksa jadi telinga disaat waktunya menjadi lidah.
YOU ARE READING
1001 alasan untuk bertahan hidup
RandomSeorang remaja yang berusaha bertahan hidup untuk hal-hal kecil.
