Jangan lupa votemen ya....
Happy Reading!!
"Apa aku pantas mendapat kebahagiaan?"
-Aneva gempita Marcelien-
#
#
#
Gadis remaja yang hidup sederhana dengan ibunya membuat ia dewasa dengan segalanya, tapi tidak dengan masa depan dan takdirnya.
Ia harus kehilangan indra penglihatannya karna kecelakaan 2 tahun lalu sebelum ia naik kelas 10.
Flashback on
Aku dan keluargaku berlibur ke pantai. Aku dan adik perempuanku duduk di paling depan dekat ayah, ibu dan sepupuku duduk di tengah dan belakang.
"Kalian kayaknya pada semangat aja nih siang-siang begini" ujar Pak Haris (ayah Aneva).
"Iya dong yah, kan kita semua mau liburan" jawab Aneva sambil tersenyum manis.
"Oke deh kalo gitu kita langsung berangkat aja" pak Haris menyalakan mesin mobilnya."Barang nya enggak ada yang ketinggalan kan?" pak Haris menengok kebelakang.
"Enggak ada yah, semua sudah lengkap" jawab lia (adik Aneva).
"Oke kita berangkat ya" pak Haris melirik kaca spion di atasnya sambil tersenyum melihat anaknya bersemangat sama bilang tertawa ceria.
Mereka menikmati perjalanan dengan mobil yang mereka bawa. Aneva menjadi angin segar dari jendela mobil sambil menulis buku diary kenangannya.
Ayah melewati jalanan curam dan terjal. Saat melewati jalan itu Ayah yakin mobil yang dia bawa akan kuat, tapi sebaliknya. Mobil mereka tiba-tiba saja langsung ditabrak keras oleh truk pembawa barang. Aneva dan adiknya yang berada di depan terluka di bagian wajah dan badan sedangkan sang ayah tewas mengenaskan di dalam mobil.
Para warga yang melihat kecelakaan itu langsung membantu mereka yang ada di dalam mobil.
"Kita harus panggil ambulance secepatnya" ujar salah satu warga yang melihat ayahku tewas.
Ambulance datang dengan membawaku dan keluarga ke dalam mobil nya.
Saat itu aku tidak bisa bergerak dan mataku terasa sakit seperti ditusuk jarum yang tajam. Dan saat itu juga aku tidak tau tentang keadaan keluargaku termasuk ayah dan ibuku.
🌷🌷🌷
3 jam berlalu aku dan keluarga sudah di pindahkan ke ruangan ICU.
Senyap - senyap aku mendengar suara tangisan, lebih tepatnya suara ibuku yang menangis.
"Dok, tolong selamatkan suami saya" mohon bunda Risa sambil menangis.
"Maaf Bu, kami sudah berusaha tapi darah yang keluar dari kepalanya membuat ia kebahilangan banyak darah. Dan saraf pak Haris putus, kami tidak bisa mengambil tindakan operasi lagi, karna pasien sudah menghembuakan nafas terakhirnya" jawab dokter jovan sambil menutup wajah pak Haris dengan kain kafan.
"Terus anak saya Aneva keadaannya gimana dok?" tanya bunda Risa
"Anak ibu alhamdulillah sehat, tapi kami tidak bisa menyematkan matanya. Kami juga belum menemukan pendonoran mata yang cocok untuk Aneva" jawab Dokter Jovan lagi
"A-anak saya buta dok?"
Dokter Jovan mengangguk sambil memasang wajah sendunya melihat keluarga ini yang mengalami musibah.
"Hiks... A-apa saya boleh masuk dok?"tanya bunda Risa
" Boleh bu, silahkan. Tapi hanya 1 atau 2 orang yang boleh masuk tidak boleh lebih dari itu"
Bunda Risa menganggukkan kepalanya dan membuka pintu ruangan.
Bunda Risa menglus kepala Aneva
"Yang sabar ya sayang, bunda akan jadi penyemangat kamu" ujar Bunda Risa sambil tersenyum menatap wajah pucat Aneva.
"Bunda yakin kamu anak ibu yang paling kuat" ujar Bunda Risa lagi
Bunda Risa mencium kening Aneva lama.
Flashback off
"Bun, Aneva berangkat ya!! " teriak Aneva sambil mengikat tali sepatunya.
"Iya kak, Hati-hati ya!"
"Iya Bun"
Aneva memegang tongkat meraba nya dan berjalan pelan, tak lupa senyum manisnya.
🌷🌷🌷
Jangan Lupa votemen ya....
Tbc
ESTÁS LEYENDO
Aneva (On Going)
Novela Juvenil(Sebelum baca follow dulu ya!!) DILARANG PLAGIAT‼️ ⚠️⚠️ "Apa aku pantas mendapat kebahagiaan?" -Aneva Gempita Marcelien- kisah seorang Gadis Remaja yang buta karna kecelakaan 2 tahun lalu yang membuat ia harus kehilangan kedua matanya. Banyak uji...
