Suatu siang di 2022
"Jay... lo abis ngapain anjir?" Jake baru saja tiba itu terkejut melihat tampilan sepupu sekaligus sahabat hidupnya itu terlihat amburadul. Ada luka di sekitar wajahnya, seragamnya juga berantakan.
"Berantem lah, apa lagi?"
"ya buset, ga kapok kapok ape? kalo lo kambuh di sekolah gimana anjir? masa iya gue gendong sih?" Jake mendudukan dirinya di samping Jay yang sibuk memakan makan siangnya itu. "kita masi ada kelas lagi Jay, anjing." Maki Jake. Mereka sekolah sampai jam 3 sore, dan Jay sudah bolos dari jam pertama hingga sekarang ke Jam 10.30
"Kalo gue kambuh, lo pukul aja sampe pingsan. Biar ga ketauan." Jay tak peduli.
"Bocah anjing, dahlah. Lo buruan abisin makanannya terus kita ke kelas, duduk di pojok aja, sama gue" ucap Jake kesal. Jika Jay kambuh di sekolah bisa mampus saja reputasinya. Bukan reputasi Jake yang hancur sih, tapi ia juga bisa kena masalah kan?
Mereka beranjak meninggalkan area warung makan dan berjalan menuju gerbang samping sekolah. Namun sayangnya, mereka terkena sial. Di sana sudah berdiri Ethan dan Benjamin. Dua anggota osis yang sudah lepas jabatan itu selalu Jay ajak kelahi setiap harinya dari mulai kelas 10 dulu.
Jay sendiri seorang siswa yang sudah berkali-kali, ribut dengan para penegak keadilan dan hukum sekolah seperti OSIS, MPK hingga BK. Namun ia tak kapok.
"Rajaya Ananta, Jake Sebastian, habis dari mana?" Itu Ethan, mantan ketua osis yang satu angkatan dengan Jay dan Jake, mereka itu bak sudah di beban tugaskan khusus untuk mengurus dua brandal gila (aslinya hanya Jay) walau sudah lengser.
Ethan sudah di terima lewat jalur ketua osis di universitas negri yang dia tuju, jadi tidak terlalu sibuk. Sementara Ben sendiri juga mendaftar di universita Negri jalur prestasi, karena ia seorang atlet. Oleh karena itu mereka menerima pekerjaan tambahan ini. Mengurus dua siswa gila, cucu dari donatur sekolah. Ananta Sebastian Ardiono.
Tentu saja selain karena Kakek Ardi sudah banyak membantu sekolah dengan uangnya, juga pernah membantu masalah Ben dan Ethan, dua oknum ini melibatkan hati mereka dalam mengurus Jay dan Jake. Hanya satu dari mereka masih denial.
"Kaya gatau aja lo. Biasalah" Jawab Jay santai memasukkan tangan kedalam saku, dan lanjut berjalan. Namun di tahan.
"Belum beres Jay," ucap Ben, menarik lengannya dan menyuruhnya berdiri di tempatnya semula. "Lo bolos dari jam pertama."
"Ya terus? Mau ngehukum gue? Tulis aja nama gue ke BK, kayak biasa. Tapi Dia jangan" ucap Jay kemudian menunjuk Jake.
"Kenapa?" Tanya Ethan.
"Yang bolos cuma gue"
"Kalo gitu Jake, lo Ikut gue balik ke kelas" Ben menyuruh Jake mengikuti nya, Jake? ya dia santai saja, karena memang ia tak bolos. Ia juga tau sepupunya akan aman dengan Ethan.
"Bye Jay, kalo ada apa-apa telfon ya?" Ucap Jake yang di angguki oleh Jay kemudian mengikuti kangkah Ben.
Mereka pergi, meninggalkan Ethan bersama Jay. "Lo urus itu tan, gua yang ini" bisik Ben tadi sebelum benar-benar pergi.
Ethan memaki Ben dalam hatinya. Ia tahu betul sosok Benjamin itu hanya cari untung saja dengan membawa pergi si pujaan hati.
"Kenapa? Lo mau gandeng tangan gue juga, kaya si Ben ama Jake?"
"Gak. Ikut gue!" tanpa basa basi Jay pergi mengikuti langkah kaki Ethan yang membawa Jay ke ruangan lapangan indoor sekolah. Ethan sudah di beri arahan untuk menyuruh Jay melakukan hukuman di lapangan indoor.
YOU ARE READING
Prolog, Heal [Heejay]
Short Storykisah awal, jaman SMA antara Jay dangan Ethan si ketua osis. "Lo sama Ethan cocok tau Jay. Love hate relationship" Jake si sepupu "Relationship, Taiii. Diem deh, muak gua liat muka dia" Jay Toxic 2022 .... "Jay? Lo sakit?" Ethan "Kak Ethan mau gen...
![Prolog, Heal [Heejay]](https://img.wattpad.com/cover/302507066-64-k473217.jpg)