••●••
Saat kembali terbangun, begitu membuka mata, yang ia lihat ternyata adalah bulan merah.
Sebagai Sang Penguasa Misteri yang baru, Zhou Mingrui hanya bisa tertegun.
"Aku sudah membunuh Ibu Dewa dengan begitu tuntas, bagaimana mungkin Dia bisa bangkit kembali?"
Ya sudahlah, kalau begitu, kepalan tangan inilah jawabannya. Zhou Mingrui segera bangkit dengan tekad untuk sekali lagi membunuh Sang Ibu Dewa yang telah jatuh. Namun, tepat saat hendak berdiri, ia mendapati dirinya berada di sebuah ruang tamu tua.
-Tunggu dulu, bangkit?
Ia menunduk dan melihat dirinya sendiri. Ia tengah berada dalam kondisi persis ketika baru saja jatuh dari Istana Asal, menjadi Klein Moretti. Tubuh penuh darah, kepala berlubang, bahkan bila menatap ke cermin, ia masih bisa melihat serpihan otak berwarna keabu-abuan. Untunglah luka itu pulih dengan cepat, dalam sekejap benar-benar menghilang.
Apakah ini ilusi yang dibuat seseorang? Atau ada yang berusaha menghipnotisku?
Itulah pikiran pertama Zhou Mingrui, tetapi insting spiritualnya sangat tenang, bahkan bisa dibilang damai.
Pada saat seperti ini, yang ia butuhkan hanyalah satu ramalan. Zhou Mingrui mengeluarkan proyeksi sejarah, sebuah koin emas berputar di sela jarinya. Sisi kepala raja menghadap ke atas, seakan-akan sedang berteriak "kemenangan besar".
Setelah berkali-kali melakukan ramalan dan menimbang keadaannya, Zhou Mingrui akhirnya menyadari: besar kemungkinan-bahkan hampir pasti-ia telah kembali ke masa lalu.
Dengan tetap mempertahankan kekuatan pilar itu.
Tiga jalur unik dan sifat Sequence 1 mematuhi hukum kekekalan pengawas, otomatis tersembunyi di dalam tubuhnya ketika ia terbangun.
"Tunggu... kalau begitu-"
Bahkan sebelum sempat mengganti pakaian, tubuhnya lenyap dari tempat itu. Dalam sekejap, ia muncul di langit berbintang.
Di pengasingannya, Tuan Pintu yang bahkan dalam kegilaannya tidak pernah berhenti memohon, kini menatap kotoran yang membelit dirinya, berusaha meronta. Anehnya, bulan merah di langit seakan mundur sesaat.
Tak lama kemudian, Bethel berdiri di tanah airnya yang dirindukan, kali ini tanpa polusi dan dengan kewarasan penuh.
Mendadak, keunikan Amon runtuh darinya, tersisa hanya tubuh utama Sequence 1 dan sekumpulan klon berlevel rendah.
Untuk pertama kalinya dalam hidup, Amon merasakan kekalahan sebesar ini. Para Amon mulai saling ribut, bahkan tubuh utama ikut terlibat. Harus diakui, bakat terbaik seorang "Pemburu" memang ada di keluarga Go. Mereka bertengkar dengan gaya yang tak ada habisnya, menusuk tepat di kelemahan masing-masing.
"Cukup, kalian semua." Tubuh utama Amon akhirnya bersuara serius. Ia mengangkat tangan, semua klon kembali menyatu ke dalam tubuhnya. Ia menatap diri sendiri sebagai Sequence 1, sementara insting spiritualnya berontak seperti seekor tikus yang ditangkap kucing.
Ini pertanda buruk.
Di detik berikutnya, mata Amon itu mendadak kosong. Tubuhnya terlempar tanpa kendali, seolah-olah seseorang baru saja menyingkirkan seekor serangga menjengkelkan.
Sang "Dalang" Klein hanya tersenyum puas. "Luar biasa. Menyenangkan sekali."
Setelah mengantarkan Bethel pulang ke keluarga Abraham, Klein kembali ke kamarnya. Ia menepuk tangan, lalu berbisik, "Aku berharap semuanya kembali seperti sebelum tubuh ini bunuh diri."
ESTÁS LEYENDO
Petualangan Kedua The Fool
FanfictionPenguasa Misteri baru yang melakukan perjalanan waktu ke masa lalu. ©长白山, 去不了 Alih bahasa oleh lauriemoretti
