Part 1

4 3 0
                                        

14:38

__________

"Cantik!"

Cantika Fazana L, atau biasa di sapa Cantik itu menengok ke belakang.

"Mas Yuda!" Pekik Cantik berlari kecil ke arah yang memanggil nya.

"Jangan lari-lari, nanti jatuh" Peringat pemuda, yang di panggil Mas Yuda tadi.

"Hehe, habis nya aku senang aja ketemu mas" Balas Cantik.

"Sini duduk dulu" Ajak mas Yuda menepuk kursi di sebelah nya.

"Gak sampe"

"Makanya badan itu yang tinggi" Jawab Mas Yuda, berdiri menaiki Cantik di kursi.

"Makasih Mas"

"Kamu kapan pulang?" Tanya Mas Yuda ke arah Cantik.

"Tadi, mas Yuda ngapain disini?" Tanya Cantik, menatap mas Yuda polos.

Mereka berdua terpaut umur 12 tahun, Cantik berusia 5 tahun sedangkan mas Yuda 17 tahun.

"Pengin aja, kamu mau kemana tadi?"

"Mau ke warung" Jawab Cantik, sambil menggoyangkan kedua kaki kecilnya.

"Mas tau gak? Cantik tadi naik mobil muntah lagi, cantik gak suka!" Kesal Cantik mengingat perjalanan menaiki mobil.

"Kamu kan memang pemabuk kendaraan, mas gak heran" Jawab mas Yuda menatap Cantik.

"Hehe, mas kaya Cantik juga gak?"

"Enggak lah! Mas mah kuat"

"Kerumah mas yuk, disini panas" Ajak mas Yuda, mereka berdua berada di lapangan voli yang tidak jauh dari rumah mas Yuda.

"Nanti nenek cari Cantik gimana?" Tanya Cantik menatap mas Yuda polos.

"Enggak, lagian kamu mana pernah di cariin"

"Iya udah, ayuk" Jawab Cantik setuju.

Mas Yuda langsung berdiri dan merentangkan tangan nya ke arah Cantik.

"Cantik mau gendong belakang aja mas"

Mas Yuda hanya mengangguk, dan berbalik badan. Cantik langsung menaiki punggung kekar mas Yuda.

"Let's go!" Girang Cantik menaiki satu tangannya ke atas.

"Pegangan yang erat, nanti jatuh" Peringat mas Yuda.

Cantik langsung berpegangan yang erat ke leher mas Yuda.

Di sepanjang jalan banyak ibu-ibu atau anak-anak lain yang melihat ke arah mereka, mereka semua tahu Cantik sudah seperti adik bagi mas Yuda.

"Mas, dirumah mas ada siapa?" Tanya Cantik, ketika sudah sampai di depan rumah lantai satu yang luas.

"Bibi" Jawab mas Yuda singkat.

Cantik hanya mengangguk, walaupun mas Yuda tak melihat nya.

"Turun dulu, mas mau buka gerbang" Suruh mas Yuda merendahkan badan nya.

Cantik langsung turun dari punggung mas Yuda.

"Ayo masuk"

Mas Yuda membuka sedikit pagar nya. Cantik langsung mengikuti mas Yuda dengan kaki kecil nya. Dia sudah tak asing dengan rumah yang sering sekali ia kunjungi.

"Assalamualaikum" Salam mas Yuda memasuki ruang tamu.

"Kan gak ada yang jawab salam nya mas, kenapa mas Yuda tetap salam?" Tanya Cantik dengan kening berkerut.

Arus waktuDonde viven las historias. Descúbrelo ahora