Alexander Charles Hadrian adalah kaisar kekaisaran Berlis. Masa kecilnya yang kurang bahagia membuatnya menjadi sosok dingin dan kejam.
Ayahnya kaisar Jordan Albert Victor yang memiliki banyak selir dan anak membuat keadaan istana tidak harmonis, karena selir selir itu ingin anaknyalah yang menjadi kaisar Jordan. Menyebabkan banyaknya peristiwa berdarah di dalam istana. Bahkan Alexander yang saat itu masih anak-anak tidak luput dari kekejaman para selir yang ingin menyingkirkan putra mahkota.
Sedangkan ibunya permaisuri Alexandra yang tidak ingin dirinya dan putranya tersingkirkan. Melakukan kebrutalan kepada para selir di harem. Sang permaisuri tidak segan-segan membunuh selir beserta anak-anaknya yang masih bayi sekalipun.
Datanglah seorang gadis cantik bernama Rosemary yang menjadi selir kesayangan kaisar. Selir ini menjadi lebih berkuasa daripada permaisuri sendiri setelah menjadi perhatian kaisar. Rosemary juga tidak menunjukkan rasa hormat kepada Alexandra selaku permaisuri.
Rosemary semakin bertindak kurang ajar kepada permaisuri Alexandra ketika ia mengandung anak kaisar. Dia bahkan berani berkata, seharusnya ialah yang menjadi permaisuri karena dia adalah cinta sejati kaisar Jordan, permaisuri Alexandra tidak pantas menjadi permaisuri karena bukan cinta sejati kaisar Jordan.
Permaisuri Alexandra yang mendengar hal ini menjadi marah besar ia lalu menyiksa perempuan itu hingga Rosemary keguguran. Rosemary yang tidak terima ia keguguran lalu melaporkan hal ini kepada kaisar. Kaisar Jordan marah, permaisuri Alexandra diceraikan lalu kedudukannya selaku permaisuri dicabut dan ia berakhir di pengasingan. Kedudukan permaisuri yang kosong lalu diberikan kepada Rosemary. Mantan permaisuri mengajukan permohonan sebelum ia diasingkan. Kaisar Jordan mengabulkan permohonan terakhir dari mantan istrinya. Mantan permaisuri memohon agar gelar putra mahkota putranya tidak dicabut. Kaisar Jordan mengabulkan permohonan itu.
Rosemary yang tidak senang dengan hal ini lalu menghasut kaisar Jordan untuk menghapus gelar putra mahkota kepada Alexander karena walau bagaimanapun ibunya Alexander tidak menjadi permaisuri lagi. Kaisar tidak mengindahkan Rosemary, ia tahu putranya itu sudah belajar sangat keras untuk menjadi kaisar selanjutnya ia tidak mau menghancurkan perasaan anaknya itu. Walau bagaimanapun Alexander tetap anaknya.
Rosemary yang marah dan kesal melakukan sebuah rencana untuk membunuh putra mahkota. Karena seharusnya anaknyalah yang nanti menjadi kaisar karena ia permaisuri sekarang.
Alexander yang saat itu masih berumur 8 tahun sangat marah dan benci kepada ayah dan selir kesayangannya. Ia sangat dendam kepada mereka berdua ia bersumpah bahwa kalau ia menjadi kaisar dia akan menjemput ibunya kembali ke istana. Meski ia tahu bahwa ibunya sangat kejam tapi sangat menyayangi anaknya. Ibunya melakukan itu demi melindungi dirinya dari para selir yang haus kekuasaan.
Demi melindungi putra mahkota kaisar Jordan mengirimkannya kesebuah sekolah asrama untuk belajar. Karena ia tahu para selir akan mengancam keselamatan putra mahkota.
Di hari libur sekolah Alexander selalu mengunjungi ibunya di pengasingan tanpa sepengetahuan ayahnya, karena ayahnya akan sangat marah kalau tahu ia bertemu dengan ibunya. Terakhir kali ia menemui ibunya, mantan pemaisuri Alexandra sedang sakit keras. Merasa tidak akan bisa bertemu lagi dengan putranya mantan permaisuri kekaisaran Berlis itu memberikan sebuah cincin indah permata biru kepada Alexander untuk diberikan kepada wanita yang ia cintai nanti. Alexander menerima cincin itu dan menyimpannya.
Setelah kaisar Jordan meninggal putra mahkota Alexander menggantikan posisi sebagai kaisar Berlis. Setelah dia menjadi kaisar langsung memerintahkan untuk menyiksa seluruh selir yang ada beserta anak mereka hingga mati. Sedang Rosemary yang telah membuat ibunya menderita mendapatkan hukuman lebih berat.
Kaisar Aleksander akan memenuhi janjinya kalau dia menjadi kaisar dia akan menjemput ibunya pulang ke istana. Tapi dia sudah terlambat. Ibunya Mantan permaisuri kekaisaran Berlis itu telah meninggal beberapa jam yang lalu sebelum kedatangan kaisar Alexander. Alexander menangis sambil memeluk jasad ibunya.
Setelah kematian ibunya kaisar Alexander menjadi orang yang dingin dan kejam.
YOU ARE READING
Cruel Emperor
Historical FictionKaisar Alexander V adalah kaisar kekaisaran Berlis. Masa kecilnya yang tidak bahagia dan kekurangan kasih sayang dari orang tuanya. Menyebabkan ia menjadi orang yang dingin dan kejam. Ayahnya yang tidak setia memiliki banyak selir. Dan ibunya yang...
