1. F

7 1 0
                                        

Annyeong Yeoreobun!💜
Welcome to my other story! Happy reading! 😘


_____________

Dia selama ini hidup didalam luka. Terlahir ditengah keluarga yang kacau. Tidak pernah sekalipun merasa bahagia. Pun jika ia bahagia, adalah ketika Tuhan mewujudkan keinginannya yang tidak ingin terlahir kedunia.

Lampu jalan menyinari dengan temaram, belum lagi angin malam yang berhembus serasa menggigit kulit. Padahal hari ini masih didalam musim panas, tapi udara malamnya serasa dimusim dingin saja. Membuat penduduk kota ini rasanya enggan meninggalkan selimut hangat dan kasur empuk mereka. Lebih memilih bergelung disana dari pada harus menjadi sang penikmat malam.

Namun hal itu tidaklah berarti bagi Bae Areum. Gadis bermarga Bae itu tampak bergegas melangkahkan kakinya menelusuri trotoar, membelah angin malam yang bertiup dengan bibir yang sesekali menggerutu kesal.

Dirinya terlambat. Harusnya ia harus masuk bekerja satu jam yang lalu. Namun karena dirinya yang ketiduran-kecapaian karena harus mengerjakan tugas yang selalu saja dikejar deadline, dirinya jadi ketiduran dan terbangun saat langit sore tergantikan dengan langit malam. Dosen yang mengajarnya di universitas tempatnya berkuliah, seakan enggan membiarkan mahasiswanya ongkang-ongkang kaki saja dirumah dengan memberikan banyak tugas dan harus dikumpulkan dua hari kemudian. Terdengar sinting bukan? Areum adalah salah satu dari sekian banyak mahasiswa yang mengatakannya.

Apakah tugasnya selesai?
Tentu tidak! Terbukti dengan tangannya yang kini tampak mendekap beberapa buku dengan tas yang menggantung dibahu kirinya.

Bae Areum yang malang, hidup sebatang kara ditengah hiruk pikuk kota Seoul. Ibunya pergi entah kemana, ayahnya meninggal tiga tahun yang lalu. Semenjak kematian ayahnya, ia tinggal bersama nenek dari pihak Ayahnya. Bernaung dibawah rumah yang bisa disebut mewah. Namun satu tahun yang lalu, neneknya juga ikut menyusul sang Ayah. Meninggalkan Areum seorang diri dengan harta yang berlimpah.

Namun memang karena kebahagiaan yang tidak pernah berpihak pada dirinya, Ayahnya ataupun sang nenek tidak pernah menulis wasiat hitam diatas putih semasa mereka masih hidup. Hanya mengatakan dengan lisan bahwa semua harta kepemilikan keluarga Bae, akan jatuh pada Bae Areum. Anak semata wayang tuan Bae. Belum lagi sang Ayah yang juga hanya anak tunggal, jadi semua yang dimiliki oleh nenek Bae akan jatuh pada anaknya-tuan Bae, dan tentu Bae Areum akan menjadi ahli waris tunggal.

Namun keadaan mengubah segalanya, manusia serakah yang seakan tidak pernah puas dengan apa yang mereka miliki datang merebut. Menggunakan peluang dimana tidak adanya wasiat yang mengatakan bahwa Bae Areum adalah pemilik mutlak warisan Nyonya besar Bae-nenek Areum. Mendepak Areum dari rumah mewah keluarganya, membiarkan gadis itu luntang lantung dijalanan dengan hanya bermodalkan pakaian yang tersimpan didalam tas yang ia jinjing. Kemudian menyewa sebuah flat tua yang terletak dijantung kota dengan bermodalkan uang dari hasil penjualan perhiasan yang ia kenakkan. Tidak banyak, tapi cukup untuk biaya hidupnya selama sebulan dan uang semesterannya. Karena saat itu Areum adalah mahasiswa semester pertama.

Areum lahir ditengah keluarga yang berada, namun bukan berarti ia hidup bahagia. Orang tuanya selalu saja bertengkar, tidak tau tempat. Bahkan didepan dirinya. Puncaknya adalah malam itu, malam dimana ibunya pergi dan sampai saat ini tidak tau keberadaannya.

Malam itu, Tuan Bae sangat marah pada sang istri. Sebenarnya sebulan belakangan ini hubungan rumah tangga mereka merenggang. Alasannya karena orang ketiga, namun tuan Bae masih tetap bertahan dengan istrinya, alasannya adalah sang anak yang masih menginjak usia remaja-Bae Areum . Namun sikap Nyonya Bae-Ibu Areum yang selalu mengekang, terlalu royal, selalu menghambur-hamburkan uang dibelakangnya membuat tuan Bae geram. Emosinya memuncak karena sang istri selalu saja menjawab perkataannya, selalu membantah, dan berakhir dengan tuan Bae yang menampar pipi istrinya dengan keras. Tepat didepan Areum yang saat itu diam-diam mengintip kedalam kamar kedua orang tuanya.

Forever With YouStories to obsess over. Discover now