Disebuah kerajaan yang damai dan aman dipimpin oleh seorang Raja adil dan bijaksana yang sangat dicintai oleh rakyatnya. Berkat kepemimpinannya kerajaan ini jauh dari bahaya apapun yang membahayakan baik kerajaan maupun rakyat.
Raja itu sudah berusia kepala tujuh tapi fisiknya sangat kuat dan awet muda.
Sudah keseharian Raja tua itu diam-diam keluar dari kerajaan pada malam hari dengan bernyamar sebagai rakyat jelata untuk memataunya lebih dekat dan bisa mengetahui apa yang tidak ia ketahui dinegeri tercintanya ini.
Saat sedang berkeliling daerah kekuasaannya Raja tua itu menemukan seorang nenek tua miskin yang sepertinya sebaya dengannya tertidur dijalanan.
Raja tua itu langsung melepaskan mantel nya dan menyelimutinya.
Saat Raja tua mulai berjalan nenek tua yang ternyata terbangun itu memanggilnya.
"Yang Mulia!" Seru Nenek tua itu memanggil.
"Anda mengenal saya?!" Kaget Raja tua itu.
Nenek tua itu mengangguk. "Hanya orang yang sangat baik hati yang memberikan Nenek miskin ini mantel."
"Apa anda lapar?" Tanya Raja tua itu sopan dan lembut. "Kita bisa makan kedai dekat sana. Anda pasti belum makan." Tawarnya melihat Nenek itu menahan lapar.
Nenek tua itu menolak.
Raja tua itu mengeluarkan beberapa koin emas. "Setidaknya anda terima ini ya." Bujuknya memohon.
Karena tidak tega dengan kemurahan hati Raja tua itu akhirnya Nenek tua itu menerimanya.
"Terima kasih banyak, Yang Mulia!" Kata Nenek tua itu mau bersujud tapi dicegah oleh Raja tua itu.
"Kalau begitu saya pergi dulu, ya."
"Tunggu dulu, Yang Mulia!" Cegah Nenek tua.
Kemudian nenek tua itu mengeluarkan sebuah buku tebal yang sepertinya masih baru berwarna merah dan berikannya kepada Raja tua itu.
"Semoga Yang Mulia menyukainya." Kata Nenek tua itu kemudian pergi.
Mata tua tapi tajam Raja tua itu menatap sejenak buku merah itu kemudian menatap nenek tua yang sudah pergi.
Setelah sampai dikamarnya Raja tua itu mulai membacanya.
Isi buku ini adalah cerita panjang yang bisa disebut novel.
Jika orang lain yang membacanya ceritanya sangat aneh tapi setidaknya pria tua yang yang kecerdasannya diatas rata-rata meskipun usianya sudah tua mengerti isi buku ini.
Akhirnya Raja tua itu selesai membaca.
Keesokan harinya Raja tua itu berangkat berperang bersama panglima dan para prajuritnya.
Tanpa Raja tua itu sadari ini perang terakhir kali untuknya tapi diakhir hidupnya Raja tua itu kembali mendapatkan kebahagiaan yang dirindukannya selama 53 tahun ini.
YOU ARE READING
Aku Bereinkarnasi Dimasa Depan
RomanceSequel I Love You, Future Mafia (Bisa baca secara terpisah) Kenzo Arryandra Albern, Cowok yang kelihatannya saja Good Boy padahal orangnya suka sekali membully. Hidupnya benar-benar berubah setelah ia tahu kalau dirinya adalah reinkarnasi Raja tua i...
