Prolog

292 61 43
                                        

Dunia terasa sepi, diriku yang di kelilingi banyak orang namun terasa asing bagiku. Aku tak punya teman, sekalipun punya, itu hanya bonekaku, Richu namanya. Aku memang berbeda dan memang itu kenyataannya, lagi pula aku tak mau di samakan.

Tuhan saja menciptakan mahluknya berbeda beda, dan setiap mahluk ada kedudukan dan manfaatnya sendiri, bukan? Jika semua mahluk di alam semesta ini di ciptakan sama, lantas untuk apa di ciptakannya dua pilihan? Apa gunanya ada surga dan neraka? Apa gunanya kata kamu dan aku? Kami dan mereka? Ada yang punya otak tapi tak punya akal, ada yang punya otak dan punya akal namun tak pernah mau di gunakan.

"Tapi kita semua sama di hadapan-Nya," i know, kita semua sama di hadapan-Nya. Tapi di sini, aku, membahas tentang kita yang sama di mata manusia. Aku tau kamu berbeda, kamu tak mau kan di samakan dengan anak tetangga? Atau di samakan dengan saudaramu sendiri? Aku yakin 90% banyak orang-orang yang tak mau disamakan, aku salah satunya.

Kamu berbeda, kamu punya kemampuanmu sendiri yang mungkin juga anak tetangga tidak memilikinya, bukan? Seperti kata orang, tidak mungkin kita menyamakan ikan yang bisa berenang dan tupai yang bisa memanjat.

Ah, tak usah di pikirkan, biar aku dan diriku saja yang urus. Kamu tinggal duduk manis menikmati hidup yang hanya satu kali ini.

Dengan hidup yang satu kali ini, jangan kamu sia-siakan hanya untuk menyamaratakan semua mahluk di bumi ini, itu membuang-buang waktumu hidup di dunia ini saja.

Karena aku bukan kamu ...

KARENA AKU BUKAN KAMU [On Going]Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora