"Kiri, Mang!" ucap Fisha kepada sopir angkutan umum sembari menyodorkan kertas yang berisikan foto Pangeran Antasari.
"Nuhun, Neng!"
Senin, tanggal dua belas September adalah kali pertama diberlakukannya Pelajaran Tatap Muka di SMA Adiputra. Siswa dan siswi mengantre panjang satu ke belakang hanya untuk melakukan cek suhu tubuh.
"Assalamualaikum, tetangga kelas!" tandas gadis dengan balutan kerudung putih di kepalanya.
"Ya Allah ... Iqis! Waalaikumsalam ... Apa kabar, kamu? Udah lama banget ya ih kita teh jarang ketemu." sahut Fisha sembari memegang tangan sahabatnya, Bilqis Maryam dan membawanya jauh dari antrean.
"Iya nih PPKM-nya ngeselin banget ya? Hehe."
"Bangeeet ih, Qi--,"
"Neng, pandemi belum usai. Terus maksimalkan usaha kalian untuk senantiasa memakai masker, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, menjaga jarak, dan membatasi mobilitas," terang Pak Handoko -- penjaga sekolah SMA Adiputra.
"Iya ... Bapak ... Allahumma meni harus dijelasin panjang lebar gitu ..." sergah Fisha.
"Istighfar cantik ..." sindir Bilqis.
"Pak, maafin temen saya, ya? Temen saya emang suka becanda hehe," lanjutnya.
"Iya ... Nggak apa apa kok, Neng. Santai aja ... Bapak juga sedikit becanda ini teh. Hehe."
"Ya udah, kalo begitu, kami berdua izin pergi ke kelas dulu ya, Pak."
"Oh iya iya, silahkan."
Fisha dan Bilqis mengitari lapangan utama SMA Adiputra untuk sampai ke kelas IPA. Selama perjalanan, mereka berdua kembali mengingat pertemanan mereka yang sudah berusia delapan tahun kurang dua bulan. Selain membicarakan seputar pertemanan mereka yang cukup lama, Bilqis juga mengimbau Fisha agar berjalan sembari mengingat Tuhannya.
"Fisha ... Semangat belajar, okay? Barakallah fiik," tukas Bilqis sembari siap untuk menjabat tangan sahabatnya, Fisha.
Sudah menjadi keunikan memang tradisi berjabat tangan ketika hendak berpisah dalam pertemanan mereka berdua.
"Siap! Kamu juga selamat bergelut dengan segala tugas yang akan menyergap dirimu dari berbagai penjuru, okay?"
"Hahaha ... Iya ... Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,"
"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh."
Dibukalah gagang pintu kelas X MIPA 1 oleh Fisha. Dan disaat yang bersamaan, Fisha dibuat senam jantung oleh seorang lelaki berperawakan tinggi yang dibalut dengan hoodie hitam.
"Dor!"
"Astaghfirullahaladziim ... Kamu teh ngapain ih!" celetuk Fisha.
"E-eh ... Maaf banget ya ..."
"Oh iya, kenalin namaku Muhammad Aiman," lanjut lelaki berperawakan tinggi juga si pemakai hoodie hitam.
"Okay ..."
"Lah? Cuma gitu?"
"Terus, harus gimana dong, Muhammad Aiman?"
"Nggak, nggak jadi."
"Ya udah kalo nggak jadi."
Bel sekolah membunyikan dirinya dan berhasil membuat seluruh pendengarnya sakit telinga. Pelajaran pertama dimulai. Setiap pelajaran memiliki waktu empat puluh lima menit. Empat puluh lima menit untuk pelajaran pertama telah usai, begitupun dengan pelajaran kedua.
"Assamualaikum ... Ini sekarang pelajaran ketiga ya? Bapak di sini, kan?" tanya Pak Ilham -- Guru pelajaran Bahasa Indonesia.
"Iya, Pak ... Silahkan masuk," ucap Fisha
"Baik, terima kasih ..." ucap Pak Ilham sembari membawa tubuhnya ke arah satu-satunya meja yang bersebelahan dengan papan tulis putih.
"Oh iya ... Selama ini kan kita melakukan pembelajaran jarak jauh, dan ketika ada pertemuan di Microsoft Teams juga, kalian nggak semuanya buka kamera, kan? Jadi saya belum nama kalian semua. Berarti, pertemuan pertama pelajaran saya ini, kita manfaatkan untuk perkenalan, gapapa?" tukas Pak Ilham.
"Gapapa banget atuh, Pak," sahut Alif -- calon pemenang Stand Up Comedy, alias si tukang lawak.
"Yaelah, Lif ... Lif ... Bilang aja nggak mau nyatet, kan?" sergap Aiman.
Aiman dan Alif memang sudah berteman sejak lama. Dan memang, ketika ada kelas online-pun mereka berdua selalu saling bersahutan untuk membuat suasana semakin mirip dengan ajang ketawa-ketiwi alias Stand Up Comedy .
"Lah?! Kok tau, Bang?" tanya Alif dengan nada lawak andalannya.
"Yaiya do--,"
"Bisa tolong udahan dulu nggak diskusinya?" tanya Pak Ilham.
"Eh, iya, Pak ... Maaf," jawab Aiman dan Alif bersama-sama.
Sontak seisi ruangan kelas sepuluh IPA satu itu dibisingkan oleh kata, 'Cie'
"Udah-udah ... Saya mulai sekarang, ya?"
Setiap siswa maju ke depan kelas untuk mengenalkan diri mereka sendiri ke hadapan teman-temannya. Siswa dan siswi saling bergiliran untuk maju ke depan. Kini, giliran Fisha yang harus mengenalkan dirinya.
"Um ... Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ..." sapa Fisha.
Seisi kelas menjawab salam dari Fisha.
"Apa kabar teman-teman semua? Semoga selalu dalam keadaan sehat ya ... Oh iya, perkenalkan namaku, Nayyara Bintang Afisha, usiaku lima belas tahun. Aku lahir di Bandung tanggal dua belas desember, dua ribu lima. Aku suka menulis cerita, dan bermain tenis meja. Selain itu, aku juga suka overthinking. Eh nggak lah ya, becanda, hehe ..."
"Segitu aja ya, teman-teman. Terima kasih sudah menyimak. Wassalamualaikum Waramatullahi Wabarakatuh ..." lanjut Fisha.
Jika tadi seisi ruangan kelas bersorak atas kelucuan Aiman dan Alif, berbeda halnya dengan kali ini. Seisi ruangan kelas memberikan tepuk tangan yang gemuruh untuk penampilan Fisha atas kepercayaan diri yang sudah Fisha susun.
"Keren! Cuma kamu lho yang bisa mendeklarasikan diri sendiri dengan se-percaya diri itu. Lanjutkan ya, Bintang Afisha!" begitulah tanggapan Pak Ilham pada Fisha.
"Alhamdulillah ... Terima kasih banyak, Pak," sahut Alif.
"Alif ... Alif ..." keluh seisi ruangan kelas.
"Eh, kan saya teh mewakili Teh Nayyara Bintang Afisha ..."
"Huuuuuuu ..." sorak seisi ruangan kelas.
"Udah-udah--,"
Belum selesai Pak Ilham melanjutkan pembicaraannya, tiba-tiba bel tanda berakhirnya seluruh pelajaran pada hari senin ini, berbunyi. Bunyi bel sekolah masih sama seperti tadi. Memekikkan telinga si pendengar.
Bersambung ...
Assalamualaikum teman-teman semua! Bagaimana part pertama dari cerita Do You Hear Me, ini? I hope y'all enjoy the reading. Tidak hanya itu, aku juga berharap agar teman-teman semua bisa mengambil setiap pesan baik yang saya goreskan, dan membuang jauh-jauh setiap khilaf dan salah yang ada di dalam ceritaku ini. Sampai jumpa di bab berikutnya, ya?
Barakallah fiikum!
Jika ada sesuatu hal yang ingin anda sampaikan, anda bisa menghubungi saya melalui :
E-mail : duabelasdesember.05@gmail.com
Instagram : @paradhitaaaaa_
YOU ARE READING
DO YOU HEAR ME?
Teen FictionNayyara Bintang Afisha adalah seorang gadis SMA yang selalu menginginkan kedekatan dengan Tuhannya. Namun, apa daya baginya untuk mengusahakan kedekatan itu, jika ia masih selalu setia bercumbu dengan kelalaian dan keburukan. Pertemuan Fisha dengan...
