Hingar bingar musik yang ada di tengah kota terdengar sangat menyenangkan. Seperti biasa, weekend merupakan waktu bagi semua orang, menghabiskan waktunya untuk sekedar menyegarkan diri dari kesibukan kerja maupun kesibukan anak sekolah. Berbeda dengan Keenan yang merasa sangat putus asa terhadap hidupnya. Jika sebagian orang lebih suka berdiam diri di kamar untuk sekedar mendengarkan musik atau melakukan kegiatan sendiri didalam ruangan. Rumah bagi Keenan bukanlah tempat yang damai untuk menyegarkan pikiran. Ibu yang ada dirumah sibuk menyalahkan Keenan, sedangkan Ayah yang sibuk bekerja juga tidak lupa menyalahkan Keenan.
Sekarang ia berakhir sendirian di sudut bangku taman kota. Ia menatap kerumunan orang yang sedang gembira menikmati liburan singkat dengan keluarga. Namun pikiran Keenan kosong, tidak tahu lagi arah yang akan pria itu tuju.
Pertengkaran hebat dengan orang tuanya membuat Keenan memutuskan untuk pergi dari rumah tanpa membawa sepeser pun uang karena ia meninggalkan dompetnya begitu saja. Bodoh memang, tapi pria dengan rambut sehitam malam itu tidak punya pilihan lain, ia sudah muak dengan kehidupannya yang hanya berputar pada satu masalah. Penyebab kematian. Ya Keenan saat ini adalah anak semata wayang dari keluarga Barawisesa, dulunya ia memilik seorang kembaran namun karena kejadian yang terjadi sepuluh tahun lalu semuanya berubah. Keluarganya serta dirinya sendiri masih terjebak dalam bayang-bayang masa lalu. Sulit untuk mengubah keadaan agar keluarganya menjadi harmonis. Pertengkaran adalah hal yang biasa terjadi di rumah. Kadang Keenan merasa iri pada keluarga lain yang menghabiskan waktu mereka untuk bepergian bersama, mengobrol dengan santai, menceritakan keseharian, berkeluh kesah tentang penatnya kehidupan, hingga pertengkaran kecil karena hal sepele, seperti lupa menutup pintu atau meletakkan handuk pada tempatnya. Hal yang selalu ia impikan hingga detik ini.
Karena dirumah, semuanya terasa mati rasa. Keluarga yang bahkan tidak bisa disebut sebagai keluarga yang mungkin hanya formalitas diatas kertas putih dengan ayah sebagai kepala keluarga dan ibu sebagai pengurus rumah tangga. Entahlah selama ini bahkan Keenan tidak pernah bertemu dengan orang tuanya jika bukan berada di meja makan, itupun tidak ada suasana hangat makan bersama. Membuat Keenan pada akhirnya menghindari waktu makan dengan alasan sibuk mengerjakan tugas. Padahal jangankan mengerjakan tugas, membuka buku saja dirinya jarang. Keenan lelah karena disibukkan dengan berbagai les yang padat, tanpa persetujuan dirinya, ayah sudah mendaftarkan Keenan untuk mengikuti berbagai les, ia tidak bisa membantah, karena pasti ayah akan memukul kaki Keenan sebagai hukumannya. Masa depannya pun sudah ayah tentukan, sebagai penerus perusahaan HN Group yang dijalankan ayah. Setiap bertemu, pasti ayah akan membahas urusan bisnisnya pada Keenan, tanpa peduli bagaimana keadaannya, apakah ia suka atau tidak. Dirumah, satu-satunya orang yang menyayangi Keenan adalah bi Fatimah. Untuk itu Keenan juga menganggap bibi sebagai orang tuanya sendiri, saat Keenan pulang telat, saat ia sakit, bi Fatimah orang pertama yang mencemaskan Keenan. Dari Keenan masih berumur delapan tahun pun bi Fatimah yang selalu mengambil raport sekolah miliknya. Tapi tidak apa, karena Keenan merasa lebih bangga jika bi Fatimah yang menjadi orang tuanya.
Bosan dengan pikiran yang kalut, akhirnya Keenan memutuskan untuk berjalan mengitari kota. Angin malam ini cukup dingin, sedangkan Keenan hanya mengenakan pakaian serba tipis, dengan kaos hitam pendek dan celana rumahan yang juga pendek. Perutnya terasa lapar, harusnya sebelum pergi Keenan memakan makanan yang disiapkan bibi, sehingga ia punya tenaga untuk kabur dari rumah. Keenan menoleh ke samping kanan dan kirinya, banyak warung makan pedagang kaki lima yang baunya cukup menggiurkan, tapi ia tidak memiliki uang untuk membelinya. Selain itu ia belum pernah makan dipinggir jalan seperti itu, jadi Keenan tidak tahu caranya memesan atau memiliki gambaran makanan apa yang enak. Setelah dipikir-pikir hidup Keenan selama ini sangat membosankan, karena hanya berangkat kuliah, ikut organisasi, mengikuti les, berbincang masalah perusahaan dengan ayah, hanya itu saja. Benar-benar tidak ada yang menarik dalam hidupnya, selain fakta bahwa ia adalah seorang pewaris tunggal.
ŞİMDİ OKUDUĞUN
Sun and Star
Hayran KurguJadi cewek!!!! Berawal dari keputusasaan hingga membuat Keenan yang seorang laki-laki berubah menjadi perempuan. Bagaimanakah cara Keenan kembali ke tubuh laki-lakinya. Sementara ia terjebak pada perasaan bersama Jeanez dan Rasha sahabatnya sendiri...
