Butik hari ini memang terlalu ramai, konsumen yang berkunjung pun bisa dihitung. Sesil sedikit lega, sebab pikirannya saat ini tengah kacau, dimulai dari dua hari belakangan.
" Sil, design costumer luar kota yang tadi, mau langsung gue bawa ke bagian penjahit atau mau lo koreksi lagi?" Suara Dara mengisi gendang telinga, namun bibir Sesil terasa kelu.
Sampai akhirnya ia hanya bisa menangis, pegawainya sampai keheranan.
" Sil." Dara berdiri di sisi Sesil, begitu mengkhawatirkan keadaan Sesil belakangan ini," kenapa ya? Akhir - akhir ini kok lo sering murung terus?"
Ia tersenyum tipis, menatap Dara sambil menggelengkan kepala." Nggak, nggak ada apa - apa, Ra. Baik kok." Jawabnya meyakinkan.
" Baik kok, tapi nangis, itu gimana?" Ia meletakkan pakaian yang telah dibungkus plastik sebelum digantung, lalu duduk bersama Sesil." Lo harus bisa menerima masa lalu, harus bisa memaafkan diri sendiri. Kejadian itu sudah tujuh tahun lepas, Sil. Ya, memang nggak dibenarkan, tapi kan sudah nggak lagi sama dia. Sudah nggak melakukan dosa."
" Iya, Ra. Gue ngerti banget, tapi itu nggak mudah juga. Tujuh tahun akan terasa lama bagi orang yang nggak punya dosa besar, beda dengan orang seperti gue." Dia mengusap wajah, seketika jadi basah karena air mata.
Sebenarnya Dara adalah sahabat Sesil sejak SMA, hanya saja usia mereka terpaut satu tahun. Sesil lebih tua darinya, maka dari itu dia tahu bagaimana masalah yang terus - menerus menggerayangi setiap malam. Menghantui penuh penyesalan.
" Dia bukan lelaki baik, Sil. Kalau dia baik, dia nggak akan merenggut kesucian lo lalu meninggalkan begitu saja." Ucap Dara lagi," harusnya dia bertanggungjawab. Ah, palingan dia juga bolak - balik keluar klub, menyentuh perempuan lain. Makanya lo harus lupa, nggak boleh ada cinta dan sayang. Nggak guna, Sesil." Dia mengomeli pemilik butik, tempatnya bekerja.
" Ra, nggak mungkin banget gue masih mencintai dia. Itu nggak mungkin, impossible, gue berharap dia justru udah mati dan tidak ada lagi di dunia ini lagi." Kepala Sesil terasa berdenyut - denyut, nyeri yang mencengkram.
" Kalau lo udah nggak cinta, untuk apa lo memikirkan dia. Ya kan?"
" Karena otak gue merekam banyak hal, Ra. Karena nggak hanya sekali, tapi berkali - kali."
" Lo harus menikah, itu solusinya."
Sesil memutar bola mata kearah Dara." Gue sudah berubah, Xey. Jauh 360 derajat dari masa lalu. Yang gue maksud adalah, gue nggak bisa memaafkan dia yang hidup baik - baik saja tanpa merasa berdosa."
" Sudahlah Sesil, lo tidak perlu merusingkan Si Brengsek itu. Menghabiskan waktu saja, lagian, itu kan kejadian lama. Nggak akan ada yang tahu juga selain Maha Pencipta dan malaikat serta setan, lo berhak mendapatkan pasangan yang lebih baik dari lelaki itu. Lo cantik, mandiri dan punya skill yang bagus. Lupain, pokoknya lo harus lupakan kenangan si Darendra itu." Paksa Dara padanya.
Sesil mengangguk sebagai jawaban dari permintaan Dara. Memang, Sesil akui ia bukanlah orang baik. Saat ia duduk di sekolah Menengah ke Atas. Ia memiliki kekasih, namanya Darendra Loka. Delapan bulan berjalan, hubungan mereka mendadak kotor. namun Darendra tidak pernah jenuh membujuknya dengan segudang janji, ya janji manis lelaki tanpa tanggung jawab. Satu tahun Sesil terjebak, terjebak dalam keadaan yang membuatnya semakin merasa tidak berharga.
Hampir seperti itulah, sampai pada akhirnya perpisahan menyakitkan menyadarkan Sesil. Bahwa Darendra adalah lelaki terburuk yang pernah ia kenal.
EX - HUSBAND
Sesil mematikan mesin mobil, malam ini ia berniat menginap di rumah orangtuanya. Sejak keluar dari Universitas Negeri Yogyakarta dan menjadi seorang designer, ia pun mulai berkecimpung dengan dunia bisnis. Beberapa kali jatuh bangun, kini ia telah berhasil mendirikan butik dengan beberapa anak cabang.
ESTÁS LEYENDO
BENANG PUTUS
RomanceBENANG PUTUS Benang Putus, benang putus. Di tulis bagaimana pun, hubungan yang pernah kenal, pernah bertemu, pernah dekat, pernah menyatu akan gagal terus karena satu kesalahan fatal. Sesil Lyodra Zanim S.Tr.Ds Seorang designer ternama disalah satu...
