Bab 1

13 5 11
                                        

Di sebuah kursi dekat jendela ,Seorang perempuan berkulit putih dan sedikit memerah serta rambut bergelombang yang di ikat ponytail,serta mata yang sedikit sayu karena bangun tidur  duduk melamun dibawah sinar matahari pagi membayangkan dirinya hidup mewah di istana yang kini tengah ia lihat.
“Tok..Tok..Tok..."

Sontak perempuan tersebut menoleh ke arah sumber suara,dan langsung mengetahui siapa yang berada dibalik pintu itu.

‘’Ya Paman...buka saja aku didalam’’
Sesosok lelaki tua membuka pintu kamar dengan membawa segelas susu hangat dan beberapa potong Roti, berjalan dengan kesusahan berusaha menghampiri perempuan yang ada didepannya.

Segera Perempuan tersebut berjalan mendekati dan membantu lelaki tua tersebut.

“Paman, kau tidak perlu repot repot setiap pagi seperti ini,aku sudah sering bilang padamu”ia mengambil susu dan roti yang dibawa.

‘’aku hanya ingin melayanimu seperti seorang anak,kau tau kan aku tidak punya siapa siapa selain dirimu Anne’’ucapnya sembari duduk diranjang.

Anne tersenyum tipis,karena dia merasa senang bahwa masih ada orang yang menyayanginya dengan tulus meskipun ia tau orang yang didepannya ini tidak memiliki hubungan darah dengannya.

“Paman Hadley ,Besok usia ku sudah menginjak 18 tahun,izinkan aku bekerja di kediaman kerajaan” Anne mengusap lembut tangan Pamanya.

“Tidak sayang,kau tidak boleh,kau tidak tau betapa kejamnnya hidup disana’’ Hadley mengusap rambut Anne dengan lembut.

Anne menghela nafas panjang,bagaimana tidak ini sudah ke ribuan kali ia meminta izin tapi selalu ditolak.

“aku tidak bisa jauh darimu Anne”  mata Hadley mulai berkaca kaca.

Anne mulai paham kenapa lelaki itu melarangnya untuk bekerja di istana.

“baiklah, bagaimana kalau kita tinggal di desa Bramshurt,aku ingin pindah kesana paman,aku ingin mengetahui bagaimana kehidupan di dekat kerajaan,kita juga bisa membuka usaha disana Paman,mungkin perekonomian kita sedikit terbantu."

“baiklah, Paman akan menyiapkan semuanya,sekarang siapkan barang barangmu,kita berangkat malam ini” Hadley keluar kamar Anne dengan sedikit lesu.
....
Malam hari pun tiba,Anne melihat 2 kuda yang sedang dituntun Hadley.

"malam ini kau mengendarai horace( kuda milik Anne)” ucap hadley dengan menyerahkan tali kudanya.

Anne merupakan pemacu kuda handal. ia sudah berkali kali memenangkan lomba memacu kuda dan memanah di desanya, ia belajar dari pamannya Hadley. Anne pun tidak tau bagaimana pamannya bisa mengendarai kuda dan juga mendapatkan kudanya. Horace merupakan kuda kualitas bagus dan sangat kuat dan tentunya mahal,jadi tidak mungkin Hadley membelinya.

Mereka melalui perjalanan yang cukup jauh namun tidak terlalu jauh, ditengah perjalanan, terdapat segerombolan Prajurit berkuda sedang keluar Barak,dan itu sangat menarik perhatian Anne,mereka berhenti sejenak untuk melihat.

"Ada apa itu paman?’’ Tanya Anne.

“mungkin mereka sedang latihan,tapi melihat banyaknya mereka sepertinya sedang ada sesuatu,Ayo Anne kita lanjut,Paman tidak mau terjadi sesuatu."

Mereka akhirnya melanjutkan perjalanan mereka. Namun sesampainya di gerbang desa Bramshurt mereka dihadang oleh beberapa prajurit.

“maaf Tuan dan nona silahkan turun dari kuda anda dan tunjukkan identitas anda’’ Hadley dan Anne turun dari kuda mereka dan menunjukkan identitas mereka.

“mohon maaf,untuk sementara ini orang luar tidak di izinkan masuk” ucap salah satu prajurit.

“tapi kita sudah mengurus surat kepindahan kami dengan pejabat desa ini,dan identitas baru akan keluar besok” ucap Hadley .

THE ONE & ONLY [ON GOING]Where stories live. Discover now