Part 1

13 1 0
                                        

Matahari pagi menyinari tubuhku yang sedang terlelap di tanah hutan indah tapi tidak tahu tepatnya dimana, suara burung-burung dipagi hari membuatku merasa bersyukur untuk hidup ini, hangat nya sinar matahari membuat tubuhku merasa lebih baik setelah semalaman merasakan dinginnya angin malam.

Lalu aku menyadari harus melanjutkan perjalananku ke rumah.

" Kakek, apa kamu menemukan sesuatu untuk dimakan pagi ini? "

" Kakek punya beberapa buah apel dan strawberry, kamu makan apel saja ya "

" Pagi ini sangat indah ya langitnya, aku tidak pernah melihat langit seindah ini selama hidupku "

" Bersyukurlah "

" Kakek, ngomong-ngomong dapat apel dari mana? "

" Kakek menyusuri sungai dan menemukan banyak pohon apel dan strawberry, karena tidak ada yang punya langsung kakek ambil saja, Haha "

" Kakek! Itu tidak baik "

" Tidak apa-apa rania "

" Baik, rania percaya kakek "

Aku tidak pernah merasakan kebahagiaan yang begitu kuat selama ini. Tapi hari ini, aku bersama kakek ku yang berjuang untuk pulang ke rumah kami. Melewati hutan, sungai dan bebatuan. Walaupun begitu, kami sangat menikmati perjalanan ini.

Namaku rania jelita, umurku 14 tahun berambut panjang dan tidak terlalu tinggi.

" Rania rindu sama ayah ibu? "

" Rindu.. Tapi rania lebih senang sama kakek "

" Tapi rindu ayah ibu juga kan "

" Iya karena mereka orang tua rania "

" Menurut rania, definisi orang tua itu apa? "

" Rania kan belum jadi orang tua, rania bingung "

" Ya selama ini menurutmu bagaimana? "

" Menurut rania ya.. Orang tua adalah yang merawat dan menjaga kita yaitu anak "

" Cuma itu yang rania tahu? "

" Memangnya apa lagi? "

" Ada banyak "

" Iyakah? Rania ngga tahu "

" Nanti kakek beritahu ya, kita beres-beres barang dulu yuk. Lanjutkan perjalanan "

" Baik kakek, rania cuci muka dulu ya "

" Jangan lari ya .. Hati-hati "

Welcome HomeStories to obsess over. Discover now