Aku menatap hujan yang menderas di halaman. Petir menggelegar kilat pun menyambar, tapi tak jua kututupkan jendela. Aku senang menatap bulir-bulir yang jatuh dari langit itu. Bulir yang setiap rintiknya mengingatkanku tentangmu. Bulir yang pernah merintik di punggungmu yang mungkin takkan kulihat lagi. Seperti hari itu, hari saat punggungmu menjauh dariku. Aku merindukanmu. Semoga kita bisa bertemu dan berbahagia selalu, sayangku.
Hari ini aku untuk pertama kalinya aku mau jalan dengan pacar virtualku, Aku kenal dia Instagram. Menurutku dia adalah sosok laki-laki yang perhatian, dia tinggal di Jakarta sedangkan aku di bandung. Kita berpacaran baru 8 bulan dan sekarang untuk pertama kalinya kita bakalan jalan bareng.
"Udah cantik deh, tinggal nunggu Alex datang aja," ucapku sambil melihat penampilanku di cermin. Alex dia nama pacarku dan namaku Meysa. Aku bahagia banget karena mau jalan bareng Alex, lumayan gugup sih karena ini pertama kalinya aku jalan sama cowo selain ayah dan dan abang-abangku. setelah beberapa menit menunggu bel rumahku berbunyi, pasti itu Alex dan aku segera membuka pintunya.
Terlihat seorang laki-laki tampan berdiri dihadapanku, dia menatapku dengan tatapan lembut, "Alex iya?" tanyaku sambil menatap dia pun mengangguk dan langsung memelukku.
"Akhirnya kita bisa ketemu yah setelah beberapa bulan, aku seneng banget," ucapnya sambil mengeratkan pelukannya.
"Iya aku juga senang banget akhirnya kita ketemu," ucapku.
"Jadi jalan gak?" tanya Alex sambil melepaskan pelukannya.
"jadi dong, ayo." ucapku semangat sambil menarik tangannya menuju mobil Alex. saat diperjalanan kata pun bercanda dan saling berbagi cerita.
Alex memberhentikan mobilnya dipinggir jalan aku menatapnya bingung, "Loh kenapa berhenti?" tanyaku bingung.
"Mau mie ayam ga?" ucapnya sambil menunjuk pedangang mie ayam diserbang sana. Aku pun mengangguk "Aku mau." ucapku.
Aku dan Alex pun pergi menuju pedangang itu, lalu memesan dan memakannya dibarengi dengan candaan dari Alex.
Waktu pun terus berjalan dan gak kerasa udah mau malam, pertemuan pertamaku dengan Alex menurutku itu hal yang paling bahagia dalam hidupku. Aku pertama kali merasakan jatuh cinta dan itu kepada Alex, bisa dibilang ini pertama kalinya aku berpacaran. Alex adalah seorang yang baik, humoris, perhatian, penyabar, dan dia selalu ada buat aku. Aku mencintai dan aku gak mau kehilangan dia, dan gak boleh ada satu orang yang mengambil Alex dari ku. Alex itu milikiku dan akan tetap jadi milikiku selamanya.
2 tahun berlalu hubungan aku dan Alex bisa dibilang semakin romantis, susah senang kita lewati bersama. Dan sejak pertama kali jalan bareng Alex, kita jadi lebih sering jalan berdua karena aku pindahan ke Jakarta. 2 Minggu setelah aku jalan bareng Alex, ayah bilang kita sekeluarga bakalan pindah untuk Tinggal di Jakarta karena perusahaan ayah yang ada di Jakarta ada masalah jadi ayah memutuskan untuk pindah ke Jakarta. Tentu saja aku senang mendengarnya karena aku bakalan lebih mudah dan sering jalan bareng Alex.
Malam ini kita lagi makan di sebuah cafe yang sangat ramai, sedang asik-asik menikmati makan tiba-tiba Alex berkata,"Sayang aku mau ke Medan besok, aku disuruh papah buat belajar bisnis di perusahaan papah yang di Medan. Kamu gapapa kan aku tinggal?" tanya Alex sambil menatapku.
Saat Alex bilang dia mau pergi ke Medan aku
kaget, berati aku harus LDR sama Alex, tapi aku gak boleh egois karena itu juga demi masa depan Alex. "Emang berapa lama kamu di Medan?" tanyaku.
" Kira-kira aku satu bulan di Medan, gapapa kan?" tanyanya.
"Iya gapapa, aku ngerti kok itu juga untuk masa depan kamu, kamu kan penerus papa. Kalo bukan kamu siapa lagi iya kan?" ucapku sambil tersenyum.
YOU ARE READING
Berawal dari virtual
Teen FictionBagaimana jadinya Alex dan Meysa yang berpacaran virtual selama 8 bulan, bertemu untuk pertama kalinya? Apakah hubungan mereka berlanjut atau malah sebaliknya?
