Karania Putri panggil saja Kara, ia baru saja lulus smp dan memilih untuk melanjutkan ke sekolah menengah kejuruan. Bukan keinginannya bersekolah disana namun keinginan orangtuanya. Dan tidak masalah baginya jika bersekolah disana, lagian jarak dari rumah kesekolah tidak begitu jauh.
Dan disini awal kisahnya dimulai...
Hari pertama mpls yaitu masa pengenalan lingkungan sekolah, hari dimana semua siswa dan siswi semua jurusan dikumpulkan. Beragam kegiatan dimulai dari pagi hari hingga sore hari.
Pukul 6 lewat 30 menit terlihat Kara sudah berada disekolah sambil mencari namanya yang ditempel dipintu kelas.
“Ini nama gua mana, dari tadi juga ga nemu-nemu” Ucap Kara sambil menunjuk kertas yang ditempel dipintu kelas.
Ternyata ia salah jurusan, seharusnya ia mencari namanya di jurusan perkantoran.
“Anjirt!! Pantesan ga ada nama gua. Bego banget sih lo ra” Ucapnya sambil menepuk jidat.
Kara beranjak pergi dari depan kelas itu, tak sengaja ia menabrak seorang laki-laki.
“Ehhh maaf maaf” Ucap Kara.
Laki-laki itu hanya diam tanpa menjawab permintaan maaf Kara. Kara yang lagi buru-buru untuk mencari namanya pun langsung pergi menuju kelas jurusannya.
“NAH INI NAMA GUA!!!” Ucap Kara yang senang karena namanya sudah ketemu.
Bel berbunyi artinya kegiatan mpls pagi itu segera dimulai. Siswa dan siswi harus sudah berada di lapangan dan menunggu arahan dari osis. Kara yang tidak mempunyai teman pada saat itu ia berusaha untuk menyapa orang yang berada disampingnya.
“Haiii gua Kara” Ucap Kara yang sedang mencari teman.
“Oh haiii, gua Dira”
Sejak saat itu mereka mulai berteman.
Dua bulan berlalu, Kara sudah mulai memiliki banyak teman. Dan ia mulai mengikuti organisasi-organisasi disekolahnya. Ia mempunyai satu teman dikelasnya yang pandai bermain alat musik dan ia di ajak untuk gabung ke organisasi musik tersebut. Namun organisasi musik itu tidak sah dari sekolah melainkan hanya organisasi yang dibuat oleh guru seni budaya. Jadi jam latihannya tidak menentu. Sebut saja nama organisasinya itu 'SukaMusik'.
“Ayo gabung, kita lagi butuh orang nih” Ajak Rehan yakni teman Kara.
“Ntar deh gua pikir-pikir” Jawab Kara.
“Yee loo kelamaan, buruan slot terbatas nih”
“Ntarrrr Hannnn. Gua nanya Dira dulu, sekalian ajakin dia. Boleh yaaa!!!”
“Yaudah deh kalau gitu, gua tunggu yaa ra”
Setelah itu Kara membujuk Dira agar mau ikut gabung ke organisasi musik tersebut. Dan akhirnya mereka berdua ikut organisasi tersebut.
“Rehannnn!!! Gua sama Dira ikut” Ucap Kara.
“Yess, malam ini ya latiannya kar. Jam 8 udah ada disana, ntar gua sharelock”
“Oke aman!”
Waktu menunjukkan pukul 07.55 Kara menunggu Dira yang janji untuk menjemputnya.
“Aduh ini si Dira, kebiasaan deh” Ucap Kara yang sudah lama menunggu Dira diluar rumah.
Dan pada pukul 08.05 Dira pun sampai dirumah Kara...
“Kebiasaan deh!!! Lama banget looo” Ucap Kara sambil memakai helm.
“Maaf-maaf”
“Udah cus berangkatsss!!! Telat kita ini!!!”
Sesampainya ditempat latihan...
“Haiii gais, maaf telat” Ucap Kara.
“Gapapa kar, oiya gais kenalin ini Kara trus ini Dira” Ucap Rehan.
“Hai salam kenal semua” Ucap Kara dan Dira.
“Kalian berdua nontonin kita main dulu ya, ntar baru kalian yang main. Tenang banyak yang ngajarin kalian kok” Ucap Rehan.
Pandangan Kara tertuju pada seorang laki-laki berbaju kaos putih, Kara tampak memandangi laki-laki itu tanpa berkedip. Dan tiba-tiba laki-laki itu melihat ke arahnya, sontak Kara terkejut. Ia langsung memalingkan wajahnya dari laki-laki itu.
“Anjirt ketauan gua!!” Ucap Kara didalam hati.
“Eh lo kenapa ra, kek orang kaget gitu?” Tanya Dira.
“Gapapa gapapa”
Waktu menunjukkan pukul 10.30 malam, mereka bergegas untuk pulang kerumah masing-masing. Diperjalanan pulang Kara
“Eh dir, gila tadi cowo disitu ganteng-ganteng” Ucap Kara.
“Iya anjirt, gila sihh. Itung-itung cuci mata ya kan ra hahahahaha” Jawab Dira.
“Iya dir aduh ntar sampe ke bawa mimpi hahahaha”
“Ntar sebulan latian disitu pasti ada aja yang kita crushin kan hahahaha”
“Pasti sih, ga mungkin ga dir hahahaha”
Sesampainya di rumah Kara...
“Makasii ya dir, hati-hati pulangnya” Ucap Kara sambil melambaikan tangan.
“Iya bay bay bayyyyyy”
Esok harinya disekolah...
“Pagi dira, tumben datang cepet hari ini”
“Orang telat salah, cepet salah. Gaje lo”
“Basa basi doang anjirt!!!”
Bel istirahat berbunyi Kara dan Dira segera pergi ke kantin karena perut mereka perlu asupan setelah belajar matematika aljabar. Tak sengaja waktu mereka ke kantin Kara melihat seorang laki-laki yang dia liat waktu latihan tadi malam.
“Wah anjirt ternyata jurusan akuntan” Ucap Kara didalam hati.
"Kenapa lo senyum-senyum?" Tanya Dira.
"Kepo loo" Jawab Kara sambil mengejek Dira.
Kara sangat penasaran dengan nama laki-laki itu, walau Kara satu organisasi tetapi ia belum tau nama laki-laki tersebut.
"Han, cowo yang pake baju kaos putih tadi malam siapa namanya?" Tanya Kara kepada Rehan.
"Kenapa lo nanya? Lo suka yaaaaa"
"Anjirt nii orang, gua cuma nanya!!!"
"Tapi lo cuma nanya nama dia doang, padahalkan banyak orang disana"
"Cing cong banget lo, yaudah siapa nama semua orang yang ada disana tadi malam?!"
"Aduhhh kepoo"
"Siii anjirt!!!!!! Wadepak men"
YOU ARE READING
KAFA
Short StoryLebih baik diam atau confes!? Satu hal yang selalu ada dipikiran seorang wanita cantik itu. Lalu apakah ekspetasinya selama dua tahun memendam rasa akan terbalas dengan realita yang indah? Satu hal yang belum terjawab.
