Di suatu pagi di rumah besar dan megah.Ada seorang gadis yang sedang bermain dengan sang nenek di halaman belakang.
"Nek apakah papa dan mama akan pulang saat Yuni berulang tahun besok"ucap gadis itu sembari duduk di bangku taman bersama sang nenek.
"Pasti Yuni ,mereka pasti datang ke ulang tahun mu yang ke 10"
Sang nenek mengelus rambut cucu kesayangannya itu.
"Semoga mama dan papa tidak sibuk besok"ucap gadis itu sambil memejamkan mata.
Ya hanya kebahagian itu yang sangat diinginkan gadis bernama Ayunina Pramesti.Kebahagian bersama kedua orang tuanya yang jarang sekali ia temui.
Tapi Ayunina merasa sangat beruntung karena masih mempunyai nenek yang menyayanginya.
Nenek nyalah yang memberikan kebahagian dan kasih saya pada Ayunina yang membuat hari harinya berwarna.
"Yuni ayo kita makan ini sudah siang"ucap sang nenek di sela sela lamunan Ayunina
"Ayo nek kita masuk kedalam rumah"
Ayunina dan nenek pun beranjak dari bangku taman dan masuk ke dalam rumah.
Selesai makan di meja makan Ayunina pamit kepada sang nenek untuk pergi ke kamarnya.
"Nek Yuni pergi ke kamar dulu ya ,Yuni mau tidur siang"
"Iya Yuni ,jangan lupa doa ya sebelum tidur"
"Siap nenek bos"Ayunina yang sudah berdiri di samping meja pun memberikan hormat kepada sang nenek.
Sang nenek hanya bisa tertawa melihat tingkah laku cucu satu satunya itu.
Setelah Ayunina pergi ke kamarnya,sang nenek pun memutuskan untuk pergi ke kamarnya yang tidak terlalu jauh dari sana.
Baru saja mau beranjak dari kursi sang nenek merasakan sakit di bagian dada yang membuatnya susah untuk bangun.
Hii! Makasih udah mampir. 🕊️
KAMU SEDANG MEMBACA
Bunga dan Keindahan
Teen Fictiontentang bunga yang kehilangan keindahanya sebab banyaknya debu yang hinggap di kelopak bunganya. Akankah ada angin yang membantu bunga untuk menghilangkan debu yang membuatnya kehilangan keindahanya haii makasi udah mau mampir :) jangan lupa votin...
