part 1

60 9 1
                                        

"Alhamdullillah akhirnya kita udah selesai ujian sekolah", ujar fransiska teman sekelas ku, mereka bersama berjalan keluar dari ruang Ujian.

" Iya nih, seneng banget tinggal besok ujian nasional. " Jawab Nada selanjutnya.
" Selepas ini mau kemana ta? ", sambung Nada dengan pertanyaan yang di berikan kepada Anta.

" Aku mau pulang aja sih Nad, nggak tau tiba- tiba aja Perasaanku nggak enak nihh",  jawabku cepat. Sungguh aku merasa ada sesuatu hal yang mengganjal di hatiku, entah apa itu aku mencoba berfikir tapi tidak ketemu jawabannya.

"Mungkin kamu lapar tuh ta, kan otak kamu pasti capek habis buat mikir ujian tadi.. .Hahahah", jawab Puput dengan tertawa sambil memegang perutnya.

" Itu kan kamu Put ", jawab Yuli dengan mentonyor jidat puput.

" Ehh main tonyor-tonyor aja, nanti gue jadi amnesia situ mau tanggung jawab apa? "
Semua nya menjadi tertawa karna jawaban yang puput berikan. .

Tiba-tiba aku lihat kak Danu datang dengan wajah yang panik,seperti ada kekhawatiran yang tergambar jelas di raut wajahnya.
' ngapain kak Danu kesini ya' batinku.

"Ehh bentar ya, aku kesana dulu" Pamitku kepada teman-teman lalu berjalan meninggalkan teman-teman.

"Ok ta"

Aku berjalan mendekati kak Danu di tempat parkir, dia sedang memarkirkan motor nya dan akan segera pergi. Sebelum kak Danu  pergi aku berhasil menghentikan gerakan nya lebih dulu.

"Kak, ada apa kok kakak ke sekolahku? "Tanyaku penasaran.

" Dek, kita kerumah sakit ayah sama ibu kamu kecelakaan waktu lagi check up tadi"
Jawabnya dengan terus memperhatikan aku, aku yang mendengar berita seperti itu bagai terkena bom yang berhasil membuat tubuhku bergetar.

"Kakak jangan bercanda deh, tadi pagi Bapak sama Ibu bilang  mau check up sama Kakakku.. Hiks"

"Kita kesana sekarang ya, nanti kakakmu akan jelasin semuanya" Ucap Kak Danu sambil mengelus puncak kepalaku.

Kami langsung pergi menuju kerumah sakit, aku naik motor kak danu dan menangis di sepanjang jalan. Hingga sampai dirumah sakit, aku berlari menyusuri koridor rumah sakit untuk mencari orang tua ku.

Aku bertanya kepada perawat dimana orang tuaku,suster itu menunjukan letak ibuku dan aku langsung berlari kesana. Saat aku sampai disina, aku langsung membuka tirai pembatas  dan disana aku dapati ibuku yang sudah tidak bernafas lagi,

" Ibuuuuu.. . Ibu bangun bu hiks.. Hiks.. Jangan tinggalin Adek buk, hiks.. . Hiks, Adek nggak mau kehilangan ibu. Hiks.. . Hiks.. Bangun bukkk.. . Hiks.. . Hiks.. . "

Ku peluk tubuh ibu yang sudah dingin. Ku lihat banyak luka di sekujur tubuhnya dan bekas darah.

"Ta, yang sabar jangan seperti ini, Kasihan bu lek kalau kamu seperti ini"
Suara kak Danu yang berusaha menenangkan aku, dia  sendiri juga ikut menangis dan memelukku.

" Tapi Aku nggak mau kehilangan ibu kak.. . Hiks...hiks.. . . . Ibu bangun.. . Hiks hiks"

" Iya kakak tauuu tapiiiiii.. " Belum selesai kak Danu menerus kan kata-katanya,suara perawat memanggil kami..

" Maaf apa dengan saudara Anta? "

                   Husna Priyanta

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

                   Husna Priyanta

Guru Pengganti Itu SuamikuStories to obsess over. Discover now