L

19 4 0
                                        

Lapang, tenang, sendiri hal yang tengah kurasakan sekarang. Angin berhembus kencang menerpa setiap sudut hijab yang tengah ku kenakan.

Air pasang-surut menerpa sebagian kakiku yang terbalut kaos kaki, memakai serandal swallow, yang amat legendaris itu.

Aku menyukai suasana seperti ini. Suasana yang membuatku sedikit melupakan segala macam hiruk pikuk masalah yang hinggap dikepalaku.

Orang-orang menyebutnya dengan self healing

Allahu akbar
Allahu akbar

Cepat-cepat aku bergegas mengambil mukena yang ku letakkan dibawah pohon kelapa, tak jauh dari tempatku berdiri sejak 1,5 jam yang lalu.

Sebelum melaksanakan sholat magrib berjamaah di musholla, aku mengganti gamisku yang setengah basah itu dengan gamis baru yang telah kusiapkan di dalam jok motor matic, yang ku bawa tadi siang sebelum berangkat.

"Lho, mbak aliza ya?" Ucap seorang perempuan yang baru saja keluar dari dalam bilik toilet putri

"Maaf, siapa ya?" Keningku berkerut pertanda aku penasaran dengan kalimat apa yang akan perempuan itu lontarkan kepadaku

"Perkenalkan saya nurul, nurul khasanah tepatnya. Adik tingkat mbak aliza dulu waktu sempat nyantri kilat di ponpes Nuzulul Qur'an"

"Oalah, yang minta foto sama mas haikal itu ya"

"Hehehe, iya mbak. Kok ya yang diingat cuman kejadian yang itu tho mbak" tiba-tiba semburat merah muncul dikedua pipinya yang sedikit berisi itu

"Ya ingatlah nurul, siapa juga yang berani nyelonong percakapan mbak kalau nggak kamu. Nggak ada angin nggak ada hujan tiba-tiba minta saya buat fotoin kamu sama mas haikal di ruang lobby pesantren" jawabku sambil menggeleng-gelengkan kepala dengan menahan tawa agar tidak kelepasan

"Ngomong-ngomong, mbak aliza kesini mau ganti baju ya?" Ucapnya mengalihkan topik pembicaraan

"Astaghfirullahaladzim, iya mbak lupa. Ini mbak mau ganti baju, mau ikut sholat magrib berjamaah dimusholla"

"Yaudah sekalian kalau gitu mbak, aku juga mau sholat jama'ah dimusholla. Kulo entosi teng bangku ngajeng niku nggeh mbak¹" ucapnya seraya menunjuk sebuah bangku yang ada diluar toilet putri.

Aku hanya meresponnya dengan mengangguk-anggukkan kepala seraya masuk kedalam salah satu bilik toilet yang kosong. Segera menuntaskan pekerjaan agar tak ketinggalan sholat magrib berjamaah


¹= saya tunggu di bangku depan toilet itu ya kak

HOISSSYY

GIMANA MIRAS?
HUAAA
AKU DEG DEG AN BANGET
KARENA INI FIRST STORYNYA MINTAS!

UNTUK BAB 1 CUKUP SEGINI AJA YAA
IN SYA ALLAH KALAU MINTAS ADA WAKTU LAGI BAKALAN UPDATE!

TERIMAKASIH KARENA KALIAN UDAH BACA

SEMOGA BETAH YAA…

JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN FOLLOW AKUN MINTAS!

SUPAYA MINTAS JADI SEMANGAT DEH BUAT PART SELANJUTNYA

STAY TUNE GUYSS

Bojonegoro, 8 November 2021

395 kata

ALIZA Des histoires addictives. Découvrez maintenant