Mama Henry

69 4 6
                                        

Rumah Henry mulai mendingin suasananya. Sejak pesta ulang tahun Gina, Alice dan Henry mulai bermusuhan.

Alice dan Henry dimarahi papa saat mereka berdua di rumah. Papa marah karena Alice pulang naik taksi sendiri. Juga karena Henry tidak ikut Alice naik taksi.

Sekarang setiap makan malam, Alice dan Henry tidak bercanda seperti biasa. Saat pagi hari, Alice dan Henry tidak saling menyapa.

Semua terjadi selama 1 bulan penuh, Sejak biola Alice rusak. Alice sudah 4 bulan lebih tinggal di keluarga Henry dan untuk pertama kalinya, Alice marah.

Hingga akhirnya Henry mulai surut amarahnya, yang berganti rasa penasaran atas nama "Alan"

Ini sudah tepat 1 bulan sejak aku bermusuhan dengan Alice.

Henry menghela nafas panjang. Dia sudah lelah bermusuhan dengan Alice. Tepat Henry berpikir untuk makan buah dan keluar kamarnya, mama Henry sedang berada di depan pintu kamar Henry.

"Mama? Kok di sini?" Tanya Henry.

"Kamu mau makan buah kan? Hari minggu, jam 10 pagi, setelah pulang gereja, kamu pasti mau makan buah." Balas mama Henry.

"Kok mama tau aja." Jawab Henry.

"Ya dong, kan di kasih tau Alice. Alice hapal banget semua kebiasaanmu. Mulai dari cara ngomong, sifat, makanan favorit, film kesukaanmu, cewek yang lagi deket sama kamu." Jelas mama Henry.

"Hah?! Sampe cewek yang aku suka juga dia tau?" Tanya Henry was wasan.

"Lho? Ternyata suka toh? Jadi Henry yang deketin ceweknya? Ciee, Henry kok gak cerita cerita sih? Ternyata mama gak salah nanya sama Alice." Jawab mama Henry panjang lebar.

Sial, buka rahasia sendiri.

"Kamu mau makan buah apa? Biar mama potongin." Kata mama memecah lamunan Henry.

"Buah pepaya aja. Aku ikut motong buahnya, mama."

***

Henry dan mama Henry berbincang mengenai banyak hal. Henry baru menyadari kalau mama tirinya sangat gaul. Mama tiri Henry tidak seperti mama yang lainnya. Dia mudah diajak bicara, tenang, dan sangat mengikuti tren anak-anak muda.

Mama tiri Henry juga tidak cerewet. Dia tidak bertanya mengenai nilai, tugas, dan hal-hal lain yang mengganggu. Tetapi bertanya tentang keadaan sekolah, kesehatan, teman-teman, bahkan sampai pacar.

"Mama, penasaran sama cewek yang deket sama kamu. Namanya siapa tuh? Hana ya? Anak perempuan yang mamanya orang jepang itu kan?" Serbu mama Henry karena penasaran.

"Mama motong buah dulu deh. Nanti jarinya kepotong aja." Jawab Henry setengah malu karena rahasianya sudah ketahuan mamanya.

"Henry perhatian banget sama mama. Habis ini ngobrol bareng di ruang keluarga yuk." Ajak mama.

Buset dah. Kayaknya baru pertama kali ini lihat ibu-ibu kepo banget. Kayaknya bahasa di sekolah aja masih lebih sopan dari ini ibu.

" Henry, kamu tau gak waktu kecil, Alice pernah dikepang 4 sama..."

Tiba-tiba, Henry memotong pembicaraan.

"Ma, mama tau yang namanya Alan?"

Mama Henry diam sesaat. Tampak diwajahnya kalau "Alan" adalah hal yang tidak ingin dia bahas.

"Alice yang bilang ya?" Tanya mama Henry.

"Alice cuma menyebutkan sekali dan itupun waktu biolanya rusak." Jawab Henry.

"Alice bilang apa?" Tanya mama Henry lagi.

"Dia bilang, biola rusak itu bukan miliknya tapi milik Alan." Jawab Henry lagi.

Mama Henry menghela nafas panjang seperti ada hal yang begitu berat yang harus di sampaikan.

"Pada akhirnya mama harus cerita ya? Heran juga mama kenapa kalian berdua yang lengket tiba-tiba kayak magnet yang berlawanan ternyata karena biola Alan toh." Jelas mama Henry.

Henry semakin penasaran dengan orang yang bernama Alan itu.

"Alan itu..."

She is AliceWhere stories live. Discover now