Pengusaha Muda

58 15 7
                                        

Di dalam hotel bintang lima dua orang pelayan wanita sedang mengantarkan pesanan ke ruangan hotel bernomor 64, diantara pelayan tersebut adalah pelayan baru.

"Uh, kita memang beruntung bisa mengantar pesanan ke kamar pak Yuno."

Pelayan baru lantas bertanya, "memang siapa pak Yuno itu?"

"Apa kau tak mengenal pak Yuno? dia itu adalah anak semata wayang pak Yujin dan ibu Yuri pemilik hotel ini."

"Apa, berarti dia penerus hotel ini?"

"Benar, makanya kau tak boleh melakukan kesalahan sedikitpun."

"Aku jadi merasa takut, jika nanti aku melakukan kesalahan dan dia akan langsung memecatku."

"Setidaknya, cobalah kau tak melakukan kesalahan."

"Baik, aku akan berusaha yang terbaik."

" Aku sudah lama kerja disini, jadi aku tahu sifatnya pak Yuno."

"Benarkah?"

"Ya, tenang saja, yang saya tahu pak Yuno itu orangnya baik, tak pernah memecat seseorang hanya karena permasalahan sepele dan semua yang ada di sini sangat menyukainya."

"Seperti itu kah, aku merasa sedikit tenang sekarang."

"Kau tahu? Semua para gadis, sangat mendambakan menjadi pacarnya, apalagi menjadi pendampingnya."

"Apakah orang setampan dia masih belum punya pacar?"

"Yah, dari yang saya dengar seperti itu, dan aku pun belum pernah sekalipun melihat pak Yuno membawa seorang gadis masuk ke kamarnya."

"Awas nanti kau terpesona dengannya."

"Mana mungkin aku terpesona, aku sudah punya pujaan hatiku sendiri." percaya diri.

"Sukurlah kalo begitu."

Setelah berbincang sambil berjalan akhirnya kedua wanita itu sampai di depan kamar 64, dan langsung mengetuk pintunya.

"Pak Yuno pesanan anda tiba."

"Masuklah, aku sedang mandi, kau taruh saja di meja." Jawabnya dari dalam kamar.

Merekapun masuk dan mempersiapkan makanan di meja, sampai akhirnya Yuno keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai celana panjang berwarna hitam saja dan sedang menggosok rambutnya dengan handuk.

"Apa makananku sudah kau siapkan?" dia bertanya.

Sontak mereka berdua melirik ke arah Yuno dan langsung terdiam melihat tubuhnya yang seksi.

"Kenapa kalian menatapku seperti itu, apa ada yang salah denganku?" Tanya Yuno.

"Pak Yuno tubuhmu seksi sekali, baru kali ini aku bisa melihat pak Yuno seperti ini." Tanpa sadar dia menjawab.

Sontak Yuno menutupi tubuhnya dengan handuknya.

"Jangan membayangkan hal yang tidak-tidak."

Hingga dia pun tersadar dari terpesonanya.

"Maaf pak, saya minta maaf."

"Sudah, tidak apa-apa, kau lanjutkan saja pekerjanmu.

Hingga sebuah piring jatuh membuat kaget mereka, piring itu jatuh dari tangan pelayan baru yang masih terpesona oleh ketampanan dan seksinya tubuh Yuno.

"Maaf pak, maaf pak, saya minta maaf." Pelayan itu mengangguk-nganggukan badanya setelah tersadar dari lamunanya akibat piring yang di jatuhkanya.

"Sudah, sudah, pec..."

Boss Is AgentWhere stories live. Discover now