"Kebenaran dunia?" Semua orang langsung terdiam ketika Virman yang baru saja kembali malah membawa berita tidak menyenangkan.
"Awalnya aku ingin menjelaskannya secara langsung kepada kalian, tetapi mungkin orang ini bisa menjelaskannya kepada kalian." Seorang pria menggunakan jubah tiba-tiba muncul dihadapan mereka dan hal itu membuat mereka langsung waspada.
"Tenang saja, dia kenalan adalah kenalanku." Pria itu adalah Lucifer, dia membuka tudungnya dan langsung membuat Virman terkejut.
"Jadi begitu ya, ternyata salah satu ilmuan di laboratorium itu."
"Saya terkejut Anda masih mengingat wajah saya, baiklah daripada basa-basi lebih baik kita mulai saja." Lucifer menciptakan sebuah tahta lalu duduk di tahta tersebut.
"Seperti yang Virman katakan, saya akan menceritakan sebuah kebenaran dunia." Lucifer langsung menceritakan tentang kebenaran dunia secara singkat, beberapa orang yang ada disana mendengarkan dengan baik.
"Dari cerita tadi, aku merasakan hal yang janggal." Ucap Winda.
"Dan itu?"
"Kalau dewa agung sendiri tidak ingin mengatasi ini oleh dirinya sendiri, bukannya ini sama saja memberikan dirinya sebuah tontonan?" Tanya Winda sambil menatap tajam Lucifer.
"...Lanjutkan." Lucifer hanya bisa tersenyum ketika masih terdapat manusia yang peka seperti Winda.
"Dengan kata lain, dewa agung sendiri yang membiarkan keadaan semesta menjadi tidak stabil, agar dia kelak mendapatkan tontonan bagus dari ciptaannya sendiri." Lucifer yang mendengarkan itu langsung menatap tajam Winda.
"Lalu apa yang Anda lakukan setelah mengetahui salah satu kebenaran ini? Ujung-ujungnya kalian semua harus berusaha untuk mencegah kiamat tidak terjadi."
"Ya memang benar, lagi pula aku masih ingin menikmati kehidupanku... jadi bagaimana caranya agar mencegah kiamat?"
"Saya memiliki dua opsi, pertama menyingkirkan manusia dengan pemikiran negatif dan ciptakan lingkungan baru yang dapat meminimalisir energi negatif tersebut."
"Opsi kedua adalah mereset dunia ini dengan tangan kalian sendiri."
"Hah?" Mereka semua langsung kebingungan, Lucifer ingin mereka untuk mencegah kiamat agar alam semesta tidak kembali ke awal namun ia ingin mereka yang memicu kiamat itu terjadi.
"Bisa jelaskan lebih detail tentang opsi kedua itu?" Virman mulai berbicara.
"Ini sedikit berbeda dengan sekenario kiamat yang sebenarnya, ini dikhususkan untuk mereset ulang endless cycle menjadi stabil dan bisa memilih timeline bumi sesuka hati."
"Endless cycle? Apalagi itu?" Tanya Winda.
"Sebuah siklus tiada henti untuk menciptakan sebuah bencana atau konflik di bumi dan kedua hal itu bisa memperbaiki bumi atau bahkan semesta dengan sendirinya."
"Seperti daur ulang ya." Ucap Dita.
"Kurang lebih seperti itu, endless cycle adalah salah satu penyebab utama semesta kiamat, Manusia juga termasuk karena sudah merusak alam semesta dengan sangat parah, hal itu bisa memicu endless cycle memilih opsi untuk memulainya dari awal, semua manusia akan kembali ke zaman batu."
"Ternyata tugas ini berat juga ya... Lucifer, bagaimana dengan kedua kandidat lainnya, apa mereka memilih opsi kedua?"
"Sayang sekali itu adalah hal yang harus dirahasiakan, saat ini kalian para kandidat adalah peserta yang berlomba-lomba memperbaiki alam semesta dan hanya akan ada satu pemenang nanti."
"Satu pemenang? Lalu bagaimana dengan kedua kandidat yang tidak berhasil menstabilkan endless cycle?"
"Itu rahasia." Virman langsung merasa kesal karena dirinya selalu menerima jawaban seperti itu disaat dia bertanya hal penting.
"Lagi? Lucifer kau tahu kan kalau manusia gampang penasaran jika seseorang memiliki banyak sekali rahasia?" Tanya Virman dengan geram.
"Tentu saja saya tahu, justru ini tidak akan menarik jika saya memberitahu kalian semua hal."
"Rasanya aku menjadi ragu untuk ikut serta." Virman menepuk wajahnya dan menghela nafas mencoba untuk menenangkan diri.
"Jangan seperti itu Virman, kalau Anda mengundurkan diri maka." Lucifer tiba-tiba saja muncul dibelakang Virman sambil membungkusnya dengan sayapnya dan meraba lehernya.
"Kalau Anda sampai mengundurkan diri maka saya terpaksa untuk memasukkan jiwa Anda kedalam sebuah boneka agar Anda dipaksa ikut serta."
"Jadi dari awal tidak ada opsi untuk tidak ikut serta ya...baiklah aku akan ikut serta, kalau itu demi kelangsungan hidup alam semesta dan kedamaian yang aku dambakan, aku rela melakukan apapun." Lucifer langsung merasa puas dengan jawaban Virman.
"Bagus, sekarang saya akan memberitahu keadaan kedua kandidat lainnya, kandidat pertama, dia saat ini belum melakukan pergerakan apapun, tapi dia sudah menyiapkan rencananya, lalu untuk kandidat kedua dia sudah melakukan aksinya."
"Hanya itu saja yang dapat saya sampaikan, kalau begitu saya pamit dahulu." Lucifer membungkukkan badannya kepada mereka dan badannya perlahan menghilang.
"Tunggu dulu Lucifer." Lucifer yang hendak pergi langsung mengurungkan niatnya dan dia menatap Virman.
"Ada apa, Virman?"
"Aku ingin menanyakan sesuatu, kenapa saat aku keluar dari tabung tersebut tiba-tiba banyak sekali informasi baru yang muncul di kepalaku?"
"Oh kalau itu saya yang melakukannya, dengan kemampuan transfer knowledge saya bisa memberikan informasi dan pengetahuan saya dengan mudah."
"Begitu ya, pantas saja banyak informasi dan pengetahuan baru yang muncul dikepalaku."
"Kalau begitu saya pamit dahulu." Lucifer langsung menghilang beserta tahta yang dia ciptakan.
"Jadi, apa yang ingin kau lakukan sekarang, Virman?" Tanya Fita.
"Aku akan mengumpulkan informasi mengenai kedua kandidat lainnya, kemungkinan besar kandidat pertama dan kedua sudah saling mengetahui identitas masing-masing."
"Tapi sebelum memikirkan hal itu, Aku perlu istirahat." Virman menengok ke arah Amel.
"Amel, kau akan gabung sama kelompok ku atau pergi mencari kebebasanmu sendiri?"
"Kalau itu sudah pasti kan, aku akan gabung dengan kelompok mu sebagai balas budi karena sudah mengeluarkanku dari tempat mengerikan itu."
"Kalo begitu silahkan kenalan sama yang lain, aku akan istirahat dulu." Virman langsung menuju sofa dan tidur disana.
"Padahal kita sudah membuat kamar untuk semua orang tapi dia malah tidur di sofa." Winda menghampiri Virman yang sudah tertidur lelap dan memperhatikan lengan kirinya yang terbuat dari materi gelap.
"Walaupun dia sudah tertidur kekuatan sihirnya masih aktif." Winda langsung menatap Amel yang sedang berkenalan dengan teman-teman Virman.
"Amel." Winda menghampiri Amel yang sedang mengobrol dengan Dita.
"Bisa kau ceritakan apa yang terjadi kepada kau dan Virman saat berada di laboratorium? Kalau tidak ingin tidak masalah."
"Tidak apa, Akan kuceritakan." Amel duduk di sila dilantai dan mulai menceritakan apa yang terjadi kepada mereka berdua, dia menceritakan bagaimana mereka dan ratusan manusia lain dijadikan bahan eksperimen para peneliti.
"Mungkin aku bisa dibilang beruntung karena bisa bertemu dengan Virman, kalau saja tidak mungkin aku akan membusuk disana walaupun tempat itu sudah dihancurin oleh Virman."
"Virman menghancurkan tempat itu?" Semua orang yang ada disana langsung terkejut, mereka tidak menduga Virman yang dikurung dan dihisap energi sihirnya selama lima tahun malah menjadi semakin kuat.
"Ini cukup aneh, seharusnya seseorang yang dihisap sihirnya selama lima tahun akan merasa sangat lemah, tapi dia malah sebaliknya." Dita belum pernah menemui fenomena seperti ini dan dia juga tidak tahu penyebabnya.
"Apa mungkin Lucifer yang memperkuat Virman?" Tanya Regar.
"Itu bisa saja, tapi lebih baik kita tanyakan langsung kepada Virman." Winda pergi menuju kamar dan mengambil sebuah selimut lalu menyelimuti Virman yang tertidur pulas di sofa.
"Kalau begitu sebaiknya kau juga istirahat, Amel, kebetulan terdapat kamar kosong." Winda mengantarkan Amel ke kamar kosong, namun sebelum dia menuju kamar, Amel memutuskan untuk mandi dahulu.
"Ini kunci kamar mu." Winda memberikan kunci kamar Amel dan setelah itu pergi meninggalkannya dikamar mandi.
"Ternyata orang-orang disini sangat baik ya, bahkan mereka tidak menyinggung soal telinga dan ekor ini." Amel langsung membuka semua bajunya dan langsung membersihkan badannya, setelah itu dia berendam di bak mandi dan merelekskan tubuhnya.
"Sungguh, beruntungnya diriku."
YOU ARE READING
Reverse
FantasyMenceritakan sisi gelap Indonesia yaitu tepat di daerah kumuh yang ada di setiap kota, dimana di daerah tersebut memiliki angka keriminal yang besar, disitulah karakter utama kita akan menghadapi berbagai tantangan demi menyelamatkan adiknya yang te...
