[Completed]
Januari yang keempat masih sama. Tentang matahari yang masih merayap di langit, aroma teh melati kesukaan kamu, juga jalan Braga yang penuh tawamu. Hanya saja bunga seruni di pelataran gudang tak ada lagi yang berjam-jam memandang. Kini...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
~°°~~°°~
Kisah ini tentang bulan Januari dan bunga seruni.
Amara pernah bilang tentang seluk beluk cinta yang merona. Dia bilang, cinta itu ada. Saya bertemu dengannya di toko Nusa Cendana, lalu esoknya kami menghabiskan sisa perjalanan pada jalan Braga. Hingga suatu hari saya benar-benar betah pada gudang kecil yang penuh coretan kanvas dan aroma teh melati. Itu rumah dimana hati saya menetap, rumah yang ada bunga seruni nya. Itu kamu Arga.
Dan dengan begitu... Saya mendekat, merangkul pundaknya begitu erat. "Kalo begitu, kamu adalah penghuni rumah saya yang pertama dan terakhir."
Lalu, di bulan Januari, bunga Seruni itu tumbuh tanpa pemilik lagi.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
||ll||ll||ll||
Cerita ini saya tulis tidak pada bulan Januari. Mengapa? Karena saya ingin cerita ini selesai sebelum Januari. Bagi DanuargaMaheswara, Januari adalah dua sisi yang berbeda. Ada dua kata untuk mendeskripsikan Januari, bahagia dan sedih. Januari adalah awal Arga menemukan dan kehilangan.
Disini, kamu akan menemani Arga membicarakan kisahnya dengan Amara yang berakhir di Januari.
Untuk kamu yang membaca cerita ini tidak pada bulan Januari, tidak apa. Nanti ketika kamu bertemu dengan bulan Januari, ingatlah bahwa Arga dan Amara pernah bertemu di bulan itu. Dan untuk kamu yang membaca cerita ini pada bulan Januari, kamu akan tahu seperti apa Januari Arga yang begitu sepi. Kamu akan merasa kehilangan.