Apa kau pernah membaca buku berjudul Harry Potter? Atau menonton series filmnya mungkin? Atau sekedar mendengar kata Felix Felicis?
Kau tau?
Felix Felicis atau biasa dikenal dengan Liquid Luck adalah magical potion yang bisa membuat peminumnya memperoleh keberuntungan dalam waktu tertentu.
Hanya periode waktu tertentu, sungguh.
Tetapi, aku merasakan keberuntungan setiap harinya semenjak menjalin hubungan dengan seorang pemuda bernama Lee Yongbok. Entahlah rasanya seperti meminum liquid luck setiap jam. Atau aku hanya merasa beruntung saja memiliki seseorang disampingku sekarang yang selalu menemani aku disaat suka maupun duka seperti Yongbok ini.
Mari kita panggil doi dengan nama baptisnya, Felix Lee.
Felix ini memiliki kepribadian yang hangat dan manis. Menurutku dia pemuda yang baik -sangat baik- sampai-sampai aku takut membuat hatinya terluka.
Aku pertama kali bertemu dengan Felix ketika pemuda itu mengantarkan satu kotak brownis buatannya ke apartement-ku. Waktu itu Felix baru saja pindah menempati apartement yang ternyata bersebelahan dengan tempatku.
Pemuda dengan potongan rambut mullet yang mengenakan kemeja oversize berwarna hitam senada dengan celana jeans yang dia kenakan tersenyum dengan ceria.
"Oh! Hi!" Sapanya kala itu. "Aku penghuni baru apartement sebelah, aku mau mengantarkan ini sebagai tanda perkenalan." Lanjut pemuda itu.
Aku diam tercengang. Bingung mengapa pemuda yang memiliki wajah tampan dan manis bahkan hampir menuju cantik ini, memiliki suara rendah yang justru bertolak belakang dengan penampilannya.
Dan itu membuatku jatuh hati, pada pandangan pertama.
Sejak perkenalan hari itu kita menjadi dekat. Sampai suatu hari aku menyatakan perasaanku pada Felix.
Aku bahkan tidak menyangka kita sudah menjalani hubungan ini hampir sebulan. Padahal aku kira Felix akan menolakku karena umurku yang terpaut tiga tahun lebih tua dari dia. Tetapi ternyata dia juga menyukaiku.
Ah iya, hari ini dia sedang diapartementku bermain game dimeja gamingku, sedangkan aku sedang duduk disofa membaca novel yang baru saja aku beli dari toko buku dua hari lalu.
"Noona.." panggil Felix menghampiriku.
"Hm?" Aku menyahut tanpa mengalihkan pandanganku dari novel yang sedang aku baca.
"Noona lihat aku!" Katanya lagi. Felix duduk disampingku sekarang.
Aku menoleh, "Hm? Tumben udahan mainnya." Kataku.
"Lose streak. Hehe."
"Cih dasar, sudah berhenti saja main LOL lebih baik main Mole jadi kita bisa main bareng."
"Tidak mau."
"Ya sudah."
Aku kembali membaca.
"Noonaaa..." Panggil Felix lagi.
"Apaaaa?" Aku menyahut mengikuti nada Felix memanggil.
"Bagaimana kalau aku mengganti warna rambutku?"
"Warna apa?"
"Tidak tahu. Aku bosan blonde." Felix mengatakan itu sembari mengerucutkan bibirnya.
Oh my God. He's so cute.
"Aku ingin mencoba warna pelangi."
Aku membayangkan apa yang Felix katakan tadi. "Cantik kok. Boleh saja kau coba warna itu."
Felix tersenyum, "Noona selalu mendukungku tentang apapun yang aku mau."
"Tentu saja." Kataku lalu melanjutkan membaca buku ditanganku.
"Kalau begitu apakah aku boleh memiliki pacar lagi?"
Aku melotot ke arah pemuda itu yang tersenyum menggoda. Aku tau itu bercanda tetapi aku tetap kesal mendengarnya.
"Boleh saja kalau kau ingin ku mutilasi ditempat." Jawabku ketus. Aku meraih bantal kecil diujung sofa yang tidak jauh dari jangkauanku, lalu memukulkan bantal itu berkali-kali kearah Felix.
"Ampun noona.." katanya mengaduh.
Aku berhenti memukulnya kemudian beranjak dari sofa, namun Felix mengejarku, memelukku dari belakang dengan erat. "Aku hanya bercanda noona." Bisiknya.
Aku merenggangkan pelukannya lalu memutar tubuh menatap pemuda itu dengan kesal.
"Noona tenang saja, aku hanya mencintai noona."
"Cih." Dengusku tetapi tidak bisa menyembunyikan rasa senangku karena kata-katanya.
Aku menabok lengannya dengan keras.
"Aduuh.. sakit noona. Noona ini galak sekali." Keluhnya.
Aku memeluk pemuda itu yang dibalas olehnya.
"Jangan bercanda seperti itu lagi, aku tidak suka." Ucapku.
Felix meminta maaf lalu mengecup puncak kepalaku. "Maaf ya noona, I love you."
"I love you more my sunshine."
...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
...
Hi, readers. Selamat ber-halu dengan Felix diwork ini. 🙂