20. Perihal Sepatu

1.1K 16 7
                                        


CATATAN: INI ADALAH LANJUTAN DARI CERITA "PILOT TOBOTS LOVE STORY" YANG ADA DI AKUN DianaPuspita278. DIKARENAKAN AKUN ITU SUDAH TAK DAPAT DIBUKA LAGI, MAKA SAYA LANJUTKAN CERITA DI SINI, DI AKUN BARU SAYA. JADI BUAT PEMBACA BARU, SAYA SARANKAN UNTUK BACA CHAPTER 1-19 DI AKUN LAMA SAYA.

Pilot Tobots Love Story~

"Huft." Dolly menghela napas karena merasa bersalah pada Kory. Dolly cemberut dibuatnya.

"Pertunangan sepupumu?" tanya Ryan.

Perhatian Dolly teralihkan. "I--iya. Kemarin sore adalah pertunangan sepupuku," ucap Dolly tertawa pelan.

"Lalu, bagaimana dengan nasib buruk yang dikatakan Dylan tadi?"

"Itu, ya ...." Dolly ragu-ragu untuk menjawabnya.

Yah, karena nasib buruk itu memang terjadi pada Dolly kemarin sore. Dolly sangat malas bila harus menceritakannya, apalagi ini kejadian yang sangat memalukan bagi Dolly. Dolly pun mengingat kembali kejadian itu.

"Terima kasih sudah mengantarku, Dylan," ucap Dolly keluar dari mobil merah milik Dylan.

Dylan mengangguk. Ia pun ikut keluar dan berjalan mendekati Dolly.

Banyak pasang mata yang memerhatikan mereka berdua, sehingga membuat keduanya sedikit risih. Mereka adalah tamu-tamu undangan dari sepupunya Dolly. Tampak mereka memenuhi halaman rumah. Ada yang sedang bersenda gurau, ada yang sedang minum, makan hidangan, dan lain-lain.

"Yang benar saja. Gadisnya memakai dress, tapi laki-lakinya memakai kaos biasa," bisik seorang tamu wanita ke tamu wanita yang ada di sampingnya.

"Mau pakai kaos biasa atau tidak. Bagiku dia tetap tampan. Kyaaa!" pekik wanita yang dibisiki tadi dengan pelan.

Wanita yang berbisik tadi mendengkus kesal. Gagal sudah harapannya untuk menggosip dengan wanita yang sudah berumur tiga puluh tahun itu.

"Tak ingat umur!" umpatnya dengan pelan.

Dylan melirik sekilas ke arah mereka, lalu setelahnya abai, tak peduli dengan omongan mereka. Lagipula, Dylan memang berniat hanya mengantar Dolly ke pestanya, bukan mendatanginya. Ia kan, tidak diundang. Jadi, tidak ada salahnya jika dirinya hanya memakai kaos biasa.

Dolly membenarkan rok dress-nya yang terlipat akibat duduk lama di mobil. "Aku pergi dulu," pamitnya. Dan dibalas anggukan oleh Dylan.

Dolly pun mulai melangkahkan kakinya di atas jalan setapak di halaman rumah sepupunya.

Namun, baru saja melangkahkan kakinya, tubuh Dolly sudah terombang-ambing akibat kakinya yang tak bisa menjaga keseimbangan.

"Mau kuantar, Dolly?" tawar Dylan mendekati Dolly. Tampak wajah Dylan menyiratkan kekhawatiran.

"Tidak apa-apa. Aku bisa sendiri." Dolly menolak dengan lembut dan mencoba berjalan lagi, namun kali ini Dolly benar-benar tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya lagi.

"Aaakhhh!" jeritnya ketika ia akan terjatuh ke tanah.

Dengan sigap, Dylan langsung berlari ke depan Dolly dan menahan pundak gadis itu menggunakan kedua tangannya agar tidak terjatuh. Setelahnya, Dylan membenarkan posisi Dolly menjadi berdiri tegak.

"Empft, ahahaha!" tawa semua tamu yang ada di sana kala melihat Dolly yang hampir terjatuh hanya karena kakinya tidak bisa seimbang yang disebabkan high heels-nya.

Pilot Tobots Love Story NewCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang