284 35 1
                                        

Jay menepuk pelan bahu Jake yang sedang menyeruput jus stroberinya.

"Hm?"

"Kau kenal lelaki itu?"

Jake menatap malas Jay. Ia memutar bola matanya, jengah akan kelakuan teman sekelasnya yang mengganggu kegiatan minum jus favoritenya beberapa hari ini.

"Lelaki disini banyak, sialan! Lebih spesifik, yang mana?!" Tanya Jake dengan nada ketus.

"Yang wajahnya babak belur."

Jake berdecak malas, lalu matanya mulai mengedar. Menatap sekitar dan tatapannya jatuh pada seorang lelaki yang duduk sendirian di meja pojok. Ia lalu mengangguk kecil. Tak heran jika temannya yang baru 3 hari bersekolah di sekolahnya itu bertanya padanya tentang lelaki yang ada di pojok itu. Banyak orang yang tertarik pada lelaki berparas manis itu.

"Yang Jungwon." Jake melirik Jay yang masih saja terus menatap Jungwon.

"Yang Jungwon?" Jake mengangguk kecil.

"Kau kenal dengannya?"

Jay mulai memasukkan wortel cincang yang tersedia di piringnya sembari menunggu jawaban Jake.

"Satu sekolah mengenalnya."

"Dia seterkenal itu?" Jay menaikkan alisnya, sedikit terkejut.

"Ya. Dia manis, tidak banyak bicara, dan selalu babak belur." Jake mulai mengikuti Jay yang menatap kearah Yang Jungwon.

"Kenapa dia selalu babak belur?"

Jake menggeleng. "Tidak ada yang tahu. Ada yang bilang dia selalu bertengkar dengan kakaknya, ada yang bilang tawuran dengan sekolah lain, dan— ah aku sampai lupa apa saja. Banyak yang bergosip yang tidak-tidak."

Setelah mendengar penjelasan singkat Jake, Jay kembali menatap Jungwon. Kali ini tatapan keduanya bertemu. Jay melebarkan bola matanya saking terkejutnya.

Sepasang mata itu menatapnya dengan teduh. Jay tidak dengar apa saja yang Jake ocehkan. Ia hanya terfokus pada lelaki yang babak belur itu.

Jay tidak tahu apa arti tatapan yang lelaki itu berikan. Yang ia tahu, jantungnya berdegup dengan kencang.

▪︎

Let Me In | JaywonHistórias para pegar e não largar. Descubra agora