gevana cewek chubby yang ceroboh. dengan IQ
standar. tubuh nya yang gendut dan juga hati yang besar. cerewet, ceria,dan polos.
bertemu dengan seorang milyuner yang menjadikan gadis polos itu. partner tidurnya dan membagi kehangatan ranjang.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
gevana gadis berkulit eksotis tersebut menunggu kedatangan bus umum. Sungguh dirinya merasa kepanasan karena suhu kota Washington sekarang ada di 38°. Sungguh musim panas bulan Juli yang seharusnya dibuat untuk bermalas malasan di kamar ber ase. Tapi ia sadar harus mengerjakan tugas musim panas nya sebelum masuk sekolah.
Gevana adalah cewek chubby yang ceroboh. dengan IQ standar. tubuh nya yang gendut dan juga hati yang besar. cerewet, ceria,dan polos. Ia adalah seorang murid di senior High School.
Akhirnya bus yang ditunggu oleh gevana datang. Ia pun masuk. Gevana yang ceroboh tersandung besi luar kursi. Dan menumpahkan ice krim coklat kesukaannya ke Hoodie pria memakai masker hitam itu.
"Yah ice Krim coklat ku" cemberut nya.
"Eh om maaf yah gak sengaja" gevana pun membersihkan sisa ice krim di Hoodie pria itu dengan tissue basah.
"Maaf om"
Dia tidak bisa pergi dari sana karena busnya terlalu penuh.
'yak gak bisa pindah" batin nya, sambil memegang pegangan.
Bus melewati halte dan semakin banyak pula orang nya. Gevana pun semakin dekat dengan pria itu. Bahkan punggung belakang nya menyentuh dada bidang sang pria.
Gevana merasakan ada sesuatu yang menusuk bokong atasnya. Gevana yang tidak mengerti menggerakkan bokong nya.
"Emm jangan bergerak" deheman pria itu merasa sangat menyiksa.
"Nama mu siapa Hem" ucap pria itu mengelus paha terbuka milik gevana.
"Namaku gevana om jangan gitu keri tau" ucap gevana polos.
(Ya kalian pasti bertanya kenapa gevana sepolos itu, karena gadis itu memiliki trauma dan harus dirawat di rehabilitasi jiwa khusus anak anak hingga dirinya sembuh satu tahun yang lalu. Dan mulai sekolah jenjang SMA. Maka dari itu dia masih labil seperti anak umur 7 walaupun Dia berumur 17tahun.
"Kamu mau kemana Hem?" Tanya pria itu berbisik.
"Aku mau ke perpustakaan om" jawab nya.
"Kenapa perpustakaan dirumah om banyak buku" bisik pria itu dengan mata yang sayu melihat gadis yang membangunkan gairah nya itu.
"Emang rumah om ada perpustakaan?" Tanya nya kembali.
"Ada, nah ayo kita turun udah nyampe nih" kata pria itu.
"Ayuk om" gadis polos itu dengan senang hati mengikuti pria yang asing bagi nya. Entah lah orang tua dari Gevana yang mengijinkan anak itu berangkat sendiri.
Sesampainya di halte pria itu menelfon seseorang.
"Hallo bawakan mobil ku akan ku kirim alamat nya" ucap pria itu ke seberang telepon.
"Kita tunggu disini saja gadis manis!"
"Iya om?"
"Oh ya kamu punya pacar?" Tanya pria itu.
"Enggak om kata kak fanya pacaran itu cuma bikin sakit" kata gadis itu.
"Gak kok pacaran sama om beda" bisik pria itu sambil menjilat telinga gevana.
"Ih om geli, tapi kok enak ya" cengir gevana.
"Kalau gitu kita lanjutkan dirumah om, itu mobil om sudah datang" ucap pria itu dan seseorang membuka pintu mobil Lamborghini keluaran terbaru itu.
"Lah terus kenapa om naik bus" kepo gevana.
"Em ya om lagi mau nak bus" ucap pria itu.
"Ayok masuklah gadis manis" kata pria itu membukan pintu Mobil tersebut.
"Uang untuk kamu naik bus" ucap pria itu ke anak buah nya.
"Baik tuan muda.
....

veryko Romeo Elbart tuan muda keluarga Elbart yang akan mewarisi semua usaha milik keluarga Albert karena dirinya hanya mempunyai satu saudara perempuan yang hanya ingin memimpin satu rumah sakit.
Umur very 30 tahun, dia menjomblo sampai sekarang entah berapa kali nyonya Felly mengomelinya untuk mencari menantu untuk nya.
Bukan very gak laku tapi terlalu banyak gadis yang mau sama dia. Tetapi very adalah pria yang tidak mau terikat.
Menjadi singgel di usia nya yang berkepala 3 membuat nya semakin sexi dan dewasa. Semua wanita akan mau melempar tubuh nya di ranjang Pria yang sangat bahaya saat sudah bernafsu.
Very POV
Aku masuk ke bus karena Ada seseorang yang mengikuti mobil ku. Aku berdiri di bus sungguh ini pertama kali bagi ku Veryko Romeo Elbart berada di dalam bus yang panas dan terlalu banyak penumpang. Ku lihat ada gadis berbadan berisi dengan kulit eksotis, membuat dirinya berfokus melihat gadis itu.
Dan dia menumpahkan ice krim coklat ke hoodie hitam ku. Kulihat wajah cantik nya menggembung. Gemas ingin memakannya ih.
"Maaf om gak sengaja" ucap nya membersihkan dengan tissue basah. Dia mengelapnya tak tahu bahwa ada sesuatu yang akan berdiri dan akan sulit ditidurkan sebelum perawan nya dia hilang.
Aku pun hanya bisa menahan nafsu ku karena gadis itu berdiri di depan ku, bahkan badan kita saling menempel. Gadis itu pun bergerak membuat ku tersiksa dengan semua ini. "Emm jangan bergerak" deheman ku terasa sangat menyiksa.
"Nama mu siapa Hem" ucap ku mengelus paha terbuka milik gadis itu.
"Namaku gevana om jangan gitu kerli tau" ucap gevana polos.
"Kamu mau kemana Hem?" Tanya ku berbisik.
"Aku mau ke perpustakaan om" jawab nya.
"Kenapa perpustakaan dirumah om banyak buku" bisik kudengan mata ku yang sayu melihat gadis yang membangunkan gairah ku itu.
"Emang rumah om ada perpustakaan?" Tanya nya kembali.
"Ada, nah ayo kita turun udah nyampe nih" kata ku itu.
"Ayuk om" gadis polos itu dengan senang hati mengikuti ku yang asing bagi nya. Entah lah orang tua dari Gevana yang mengijinkan anak itu berangkat sendiri.
Sesampainya di halte aku menelfon seseorang.
"Hallo bawakan mobil ku akan ku kirim alamat nya" ucap ku ke seberang telepon.
"Kita tunggu disini saja gadis manis!"
"Iya om?"
"Oh ya kamu punya pacar?" Tanya ku.
"Enggak om kata kak fanya pacaran itu cuma bikin sakit" kata gadis itu.
"Gak kok pacaran sama om beda" bisik ku sambil menjilat telinga gevana.
"Ih om geli, tapi kok enak ya" cengir gevana, ahk kenapa gadis ini begitu menggoda.
"Kalau gitu kita lanjutkan dirumah om, itu mobil om sudah datang" ucap ku dan anak buah ku membuka pintu mobil Lamborghini keluaran terbaru.
"Lah terus kenapa om naik bus" kepo gevana.
"Em ya om lagi mau nak bus" ucap ku.
"Ayok masuklah gadis manis" kata ku membukakan pintu Mobil tersebut.
"Uang untuk kamu naik bus" ucap ku ke anak buah ku.
"Baik tuan muda"
Aku pun menjalan kan mobil dengan sangat cepat, sungguh gairah ku gak bisa di bendung lagi.