1. Kisahku

30 3 6
                                        

"Aku berusaha semaksimal mungkin untuk tidak jatuh cinta, tapi kehadiranmu mematahkan segalanya"

- Alea -

"Yaudah cepet mau ngomong apa? Gue gaada waktu banyak ri, gue abis ini harus cepet cepet pulang soalnya nyokap nyuruh gue anter ke toko kue" Alea terdiam sejenak.

"Lagian lo batu banget sih ri gue kan udah bilang kalo emang mau ketemu kenapa ga nanti malem aja gitu biar waktunya tuh enak santai ga buru-buru gini"

"Jadi lo mau ngomong a-"

"Saya suka kamu lea" ucapnya memotong pembicaraan alea.

Alea tersontak mendengar ucapan sesosok dihadapannya itu, Fahri.

"Lo- Lo kenapa sih ri?" alea mengernyitkan alisnya menatap Fahri heran. ia benar-benar tidak mengerti apa yang dimaksud Fahri.

Fahri menelan ludahnya kasar dan menatap Lea penuh harapan. "Saya suka kamu alea. Saya Fahri AlFahrezi menyukai kamu, Alea Dwiananta"

Alea menyipitkan kedua matanya. "Lo gausah bercanda gini deh ri udah gila kali ya lo" ucapnya yang diakhiri dengan pukulan pelan pada pundak Fahri.

"Alea, saya serius. Saya benar-benar suka kamu lea." ucapnya dengan tatapan penuh keseriusan.

"Gak gak gak gak. Gak mungkin lo suka sama gue ri. Gimana caranya lo suka sama gue sedangkan lo aja baru kenal gue 4 hari yang lalu ri" alea menggelengkan kepalanya cepat tanda tak percaya dengan ucapan Fahri.

Fahri mengambil tangan Lea untuk di genggam. Fahri menatap Lea sangat dalam dan memejamkan matanya kilas. "Alea, saya suka kamu. Saya sayang kamu. Gaada alasan sudah berapa lama kita kenal. Yang jelas, saya suka kamu sejak pertama kali kita bertemu tanpa sengaja"

"ck" alea berdecak sebal dan menepis tangan Fahri cepat.

"Udah gila kali ya lo. Aneh lo" ucapnya kasar dan segera pergi meninggalkan keberadaan seseorang di hadapannya.

"Leaaa.. Aleaa.. tungguu"

Alea berlari secepat mungkin menghiraukan seseorang yang berteriak memanggil namanya. Ia tidak peduli dengan tatapan orang-orang yang melihatnya sinis, kali ini ia benar-benar memedulikan dirinya sendiri.

**

"Arrrgghhhh!!! kenapa bisa sih dia tiba-tiba suka sama gue" Alea mengacak-acak rambutnya frustasi.

Nafasnya memburu tak karuan. Pikirannya kacau. Kejadian yang seharusnya tak ia harapkan justru terjadi. Dan itu benar-benar membuatnya frustasi.

Alea mengetuk-ngetuk meja dengan gelisah. "Kalo sampe nyokap tau bisa abis gue. ck" gumamnya.

Alea berjalan tak karuan di dalam kamarnya. Ia memikirkan apa yang harus ia lakukan saat ini. "Kalo gue ngejauh tapi gimana? Sedangkan gue bakal terus ketemu sama dia gara-gara satu projects."

"Lagian kenapa sih harus suka sama gueee padahal kita ketemu aja ga sengaja" sambungnya penuh frustasi.

• Flashback on •

Alea Where stories live. Discover now