5# retakan hubungan

83 19 5
                                        

2k word itu, kepanjangan ga si? >.<












.
.
,

"Kenapa kau tega menyembunyikan ini dariku, Tzu-yaa?"

Malam semakin larut, sejak kedatangan Jungkook yang tiba-tiba muncul di ambang pintu, Jihyo bergegas pamit. Sebelumnya, ia sempat menepuk bahu Tzuyu untuk memberi sedikit ketenangan serta kekuatan.

Kini, mereka duduk berhadapan di sofa yang berada di kamar utama. Tzuyu sudah tidak merasakan sakit lagi, ia bisa berjalan sendiri tanpa bantuan.

"Kenapa kau mengambil keputusan ini sendiri, Tzu-yaa?"

Jungkook benar-benar kecewa, hal seperti ini bukanlah sesuatu yang pantas untuk diputuskan sendirian.

Meski ini hanya menyangkut tentang dirinya seorang, tapi sebagai suami yang begitu sangat menantikan kehadiran seorang anak darinya pasti ada kewajiban untuk mengetahuinya.

Ternyata selama ini, Jungkook hanya bersikap seperti orang bodoh yang mengharapkan momongan dari istrinya. Mengingat itu, membuat ia semakin kesal.

Kedua tangannya bergerak gusar, saling meremas satu sama lain. Tzuyu begitu kalut dengan keadaan ini, sesuatu yang dia takutkan kini menjadi kenyataan.

"Atau kau sengaja melakukannya? Apa sekarang kau senang bisa mempermainkan aku lagi?"

Tzuyu menggeleng keras, bukan itu yang dia inginkan dari awal. "Tidak! Bu-bukan seperti itu, Jungkook-ah.."

"LANTAS APA LAGI?!"

Wanita itu terperanjat kaget, Jungkook meneriakinya. Jantungnya berdetak cepat melebihi kata normal. Ini sangat menakutkan, rasanya Tzuyu ingin menangis saja.

"Bahkan kau sendiri tau, bukan hanya aku yang menginginkan kehadirannya." Nada bagian akhirnya mulai merendah, Tzuyu bisa merasakan ada getar kekecewaan dari suaranya. Namun ia tidak sanggup untuk sekedar menatap mata suaminya.

"Ayah.. Bunda.. mereka menginginkan seorang cucu. Apa kau ingat? Bagaimana jika mereka tau hal ini? Bagaimana jika mereka mengetahui bahwa ternyata, selama ini, menantunya mempermainkan mereka?"

Tzuyu ikut sedih, bahkan hanya membayangkan raut kecewa dari wajah mertuanya saja sudah membuat hatinya bergetar. Ia tidak ingin sampai itu terjadi, tapi mungkin, tidak untuk sekarang.. masih belum..

Tidak, Jungkook.

Dia masih harus melanjutkan kontrak untuk 4 tahun mendatang, setidaknya, sebelum Tzuyu sampai diperbolehkan untuk hamil.

Dengan berani, Tzuyu menatap langsung ke dalam mata suaminya. "Maafkan aku, Jungkook-ah. Tapi aku masih ingin mengejar karierku, ini impian terbesarku dari dulu, aku tidak mungkin menyiakannya begitu saja."

"Aku bahkan tidak melarangmu untuk berhenti, Tzu-ya. Lagipula apa yang salah dengan seorang anak? Itu tidak akan mengganggu kariermu."

Sampai saat ini, Tzuyu pikir, Jungkook tidak akan mengerti. Rasa takutnya pun sudah hilang, kini tergantikan oleh rasa egois yang besar; yang begitu menjunjung tinggi keinginannya sendiri.

Benar, Jungkook memang tidak akan mengerti.

"Itu salah, Jungkook. Dengan kehadiranmu saja aku sudah kesulitan membagi waktu, apalagi untuk seorang anak kecil? Aku tidak mau semakin mempunyai beban disaat aku ingin fokus pada karierku."

Hatinya mencelos, Jungkook sudah tahu hal ini akan terjadi. Karena memang dari awal mereka belum siap untuk menikah. Selama ini, Jungkook hanya dianggap sebagai beban saja.

Who Are You? | •tkWhere stories live. Discover now